Friday, 3 May 2019

Ayo Hijrah: Kampanye Inspiratif Bank Muamalat Indonesia

Assalamualaikum,
Bagaimana kabarnya teman-teman hari ini? semoga kita semua selalu terjaga dalam kebaikan dan keberkahan

Akhir-akhir ini di dunia maya semakin banyak akun yang masif melakukan dakwah untuk mengajak hijrah. Pun di layar televisi kita, mulai banyak terlihat artis yang mengenakan hijab, aktif melakukan dakwah, dll. Hingga fenomena ini memunculkan istilah baru yaitu "artis hijrah". Dengan adanya tren ini, rasanya mendengar kata hijrah sudah tidak seberat dulu. Sebelum ini, hijrah lebih identik dengan perpindahan tempat, seperti hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Hal ini menarik dan mungkin mengundang pertanyaan dalam benak kita, jadi sekarang apa parameter seseorang dapat dikatakan sudah hijrah?

Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim lain selamatdari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah (muhajirin) adalah orang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah. (HR Bukhari)
Jika merujuk pada hadits tersebut, maka pada dasarnya hijrah menurut islam adalah meninggalkan segala hal yang dilarang atau dibenci Allah SWT. Makna ini tentu dapat meluas jika kita korelasikan dengan turunan hal-hal yang dilarang Allah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti hijrah pekerjaan, lingkungan, pergaulan, penampilan bahkan ada hijrah keuangan, dst.

Salah satu contoh yang menarik adalah hijrah keuangan, kampanye inspiratif ini diisiasi oleh Bank Muamalat Indonesia. Sebagai syariah pertama di Indonesia, melalui gerakan #ayohijrah Bank Muamalat mengkampanyekan untuk menjalani kehidupan sesuai tuntunan islam, khususnya pada sektor keuangan. Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk mengelola dananya secara syariah sehingga tercapai kehidupan yang lebih baik dan berkah.

Sejalan dengan gerakan ayo hijrah ini, Bank Muamalat menyediakan berbagai layanan perbankan syariah untuk nasabah. Seperti tabungan hijrah, tabungan hijrah haji dan umroh, tabungan hijrah rencana, tabungan hijrah prima, deposito hijrah, dll. Semua pengelolaan dana didasarkan pada prinsip-prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Selain itu, sejak didirikan tahun 1992 Bank Muamalat tidak pernah menginduk kepada bank lain, sehingga lebih terjaga kemurnian syariahnya.

Masalah pengelolaan keuangan bagi saya sangat rentan sekali, sehingga jangan sampai kita titipkan kepada pihak yang salah. Penting untuk memilih lembaga yang syariah, agar dana yang kita titipkan terjaga kehalalannya. Terlebih jika suatu saat ada kemungkinan tabungan itu kita gunakan untuk membeli sesuatu yang keperluan perut dan ibadah.

Tahun 2018, orang tua saya berangkat haji dan beliau mempercayakan pendaftarannya melalui bank Muamalat cabang Kediri. Sebelumnya Beliau sempat mencari informasi ke beberapa bank lain, tapi akhirnya pilihan tetap jatuh kepada bank yang jelas memegang prinsip-prinsip syariah. Alhamdulillah, mulai dari pendaftaran, mendapat nomor porsi, pelunasan hingga berangkat tidak ada masalah apapun.


Perjalanan hijrahku

Dulu saya juga gak terlalu ambil pusing masalah religi, selama kita beribadah wajib dan berbuat baik kepada sesama rasanya itu sudah cukup. Namun belakangan ketika saya mulai memperbaiki diri dan belajar agama lagi, mulai muncul keresahan dan kesadaran pemahaman saya salah.

Sejak 2013, saya kuliah dan kost di wilayah Depok. Awalnya semua terasa baik-baik saja, tapi seiring berjalan waktu kehidupan saya semakin tidak teratur dan sangat tidak nyaman. Puncaknya adalah ketika saya sudah tidak merasakan lagi ketenangan dan kedamaian ketika shalat dan membaca al Quran. Ketidaknyamanan ini semakin menjadi-jadi, sampai akhirnya saya memutuskan untuk langsung pulang sehari setelah wisuda.


Sesampainya di Kediri, saya tidak langsung menemukan apa yang saya cari. Hidayah itu datang lewat wasilah adik saya. Setelah ramadhan 2017 dia resmi menyandang status santri salah satu pesantren di Jawa Timur. Hal itu membuat saya jadi sangat sering berkunjung ke pesantren, dari mulai pulang pergi sampai pernah menginap sepuluh hari. Ketika masuk lingkungan pesantren mau tidak mau harus menyesuaikan diri, minimal penampilan.

Pada titik ini saya sudah membiasakan diri tidak lagi nongkrong malam hari, memuseumkan celana jeans yang dulu jadi andalan setiap hari, dan tidak menggunakan kerudung yang berbahan sangat tipis lagi. Setelah itu, Allah memberikan ilmu baru lagi mengenai riba. Entah darimana mulanya tapi saya menjadi sangat tertarik dengan topik ini. Sampai kemudian saya mulai belajar menerapkan dalam kehidupan.



Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kebaikan hambaNya, meskipun hanya sebesar biji zarah. Masih banyak dosa dan khilaf yang saya lakukan, bahkan terkadang banyak kebenaran yang masih saya pertanyakan. Tapi Allah Maha Pemurah, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan juga. Bahkan ketika kita baru niat saja, itu sudah dicatat sebagai satu kebaikan. Allah terus bukakan pintu kebaikan itu silih berganti.

Menjelang ramadhan 2018, saya memiliki rencana untuk ikut program pesantren kilat di pesantren yang sama dengan adik saya. Singkat cerita program tersebut berbayar dan tidak murah untuk saya yang belum berpenghasilan. Tapi ada keyakinan kuat. saya punya Allah Yang Maha Kaya. Saya meminta ke Allah sudah seperti anak-anak yang minta uang jajan ke orang tua. Sampai akhirnya hari terkahir pendaftaran dan uang saya tetap belum cukup untuk mendaftar.

Selepas shalat isya, masih dalam kondisi duduk di atas sajadah, saya menangis sejadi-jadinya. Niat dan tujuan saya baik, tapi kenapa Allah tidak mengizinkan?

Ternyata cerita belum selesai, Allah punya rencana lebih baik dari yang saya miliki. Masih di atas sajadah dengan air mata bercucuran, Allah gerakkan saya untuk mengambil HP dan membuka Instagram. Postingan pertama yang ada di beranda saya adalah postingan Ustadz Yusuf Mansur, poster santri ramadhan majelis Ar Raudhah pimpinan Habib Novel Alaydrus Solo. Tertulis sangat jelas di poster itu gratis 100% dan akhirnya detik itu juga saya daftar.

Alhamdulillah, akhirnya saya berangkat ke Solo. Padahal saya tidak tahu sama sekali siapa itu Habib Novel, tapi ada keyakinan luar biasa untuk berangkat. Selama menjadi santri di Ar Raudhah, hati saya yang dulu rasanya hampa mulai bergairah. Masalah selalu datang silih berganti, tapi hati terasa lebih tenang dalam menyikapi. Seringkali saya meneteskan air mata, sebab apa yang Habib katakan sangat mengena. Allah memang tidak memberikan apa yang saya inginkan, tapi Allah berikan apa yang saya butuhkan. Ketika saya tertatih-tatih dalam perjalanan hijrah ini, Allah langkahkan kaki saya kepada seorang guru yang pas untuk saya ikuti.

Mulai saat itu, inner circle saya sedikit berubah. Alhamdulillah, saya mulai mengenal ulama dan habaib, Allah ringkankan kaki saya untuk menghadiri majelis ilmu dan Allah berikan saya teman-teman yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan. Semakin banyak kita mengenal orang sholeh, maka semakin banyak pula ilmu yang bisa kita teladani.

Kalau Allah sudah memberikan satu kebaikan di hati kita, jangan sia-siakan begitu saja. Teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan, semoga kita semua bukan golongan orang yang merugi. #ayohijrah

#AyoHijrah, #BankMuamalat, #MiladBankMuamalat








Share:

Saturday, 20 April 2019

Berani Investasi dengan Yang Maha Memberi




Assalamualaikum, apa kabar teman-teman? semoga kita semua senantiasa terjaga dalam kebaikan dan keberkahan.

Saya yakin setiap dari kita adalah orang baik, hati nurani kita selalu mengajak untuk peduli dan berbagi dengan sesama. Namun apa yang terjadi ketika dihadapkan dengan realita uang di dompet tinggal selembar saja, tanggal gajian masih lama atau mungkin terbentur cicilan yang terasa tiada habisnya. Saya dan mungkin juga kamu akan dilema, lalu akhirnya mengurungkan niat kita yang mulia.

Belakangan saya sadar bahwa pemikiran itu salah. Sedekah tidak akan membuat hidup kita jadi susah, tapi justru itulah pengetuk pintu langit dari semua masalah. Banyak sekali kisah tentang keajaiban sedekah, mulai dari kisah Abdurahman bin Auf (sahabat Nabi) hingga testimoni nyata dari para ahlul sedekah. Memang terkadang kisahnya sulit dipercaya, tapi itulah bukti kebesaran Allah. Teruslah belajar dari kisah-kisah itu, sampai akhirnya Allah berikan hidayah dan menjadikan kita ahlul sedekah.


Saya ingin mengajak teman-teman mengingat kembali kisah Kakek Sanusi, beliau adalah kakek penjual pisang yang viral karena kebaikan hatinya berani berbagi kepada saudara kita yang lebih membutuhkan. Kakek Sanusi datang dengan gerobak dorongan, bukan dengan mobil khas orang gedongan. Jangankan mikir investasi, untuk makan esok hari saja beliau harus kerja keras lagi. Tapi nyatanya kakek Sanusi tidak takut berbagi. Tidak ada kebaikan yang sia-sia, Allah berikan balasan istimewa dengan mengundang beliau ke Baitullah lewat PPPA Daarul Quran


Lalu, bagaimana dengan kita? mungkin kita kelewat penakut, jadi takut berbagi karena khawatir ada kebutuhan mendadak esok hari. Belakangan saya mulai belajar menepis pikiran semacam ini. Bukan karena uang saya sudah berlebihan hari ini, tapi saya percaya hidup dijamin Allah yang Maha Memberi. Bagaimana mungkin kita takut kekurangan, jika Allah berjanji untuk selalu mencukupkan.

Dulu zaman Rasulullah ada kisah seorang budak wanita yang didatangi oleh seorang fakir. Dia tidak memiliki apapun, selain separuh kurma yang akhirnya diberikan kepada fakir tersebut. Tapi alangkah indahnya ketika balasan dari separuh kurma itu adalah surga. Tidak perlu malu dengan sedekah kita yang terasa belum seberapa. Jika memang hanya itu yang kita punya, tentu nilainya sangat berharga di mata Allah ta'ala.

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032). 

Sayapun punya pengalaman pribadi, bagaimana Allah begitu dekat dan janji Allah itu pasti. Dengan status masih mencari kerja, tentu saja keuangan saya masih dari orang tua. Tapi dengan umur sudah dua puluh tiga, ada perasaan malu untuk terus meminta. Ramadhan 2018, saya berniat untuk ikut program ramadhan di sebuah pondok pesantren. Singkat cerita kegiatan tersebut berbayar dan tidak sedikit, untuk saya yang belum bekerja. Kala itu waktu pendaftaran masih 2 minggu, Bismillah saya mau ikhtiar lewat jalur langit. Jangankan 2 minggu, berdoa sekali aja kalau Allah menghendaki juga dikabulkan. Tuhan kita Maha Mendengar :)

Selama 2 minggu, ikhtiar mengetuk pintu langit terus berjalan, melalui doa, dhuha, waqiah, sedekah dll. Sebelumnya saya pernah mendengar kisah ahlul sedekah, beliau selalu memberi orang yang datang minta sedekah padanya. Saya coba amalkan itu, ketika ada teman yang sedang mengajak donasi untuk acara sosial keagamaan langsung saya iyakan. Maha Besar Allah, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan juga. Alhamdulillah, rezeki datang silih berganti. Tapi karena uangnya belum cukup untuk daftar santri, jadi saya pilih nol kan lagi (donasikan dan bagikan lagi). Kalau kita bisa yakin deposito di bank tidak akan rugi, kenapa kita takut investasi dengan yang Maha Memberi?

Seminggu berjalan uangnya belum tercukupi, h-2 dan sampai akhirnya hari terakhir tidak cukup juga. Saya bawa lagi posternya ke atas sajadah, tangis saya tumpah ruah. Saya merasa ini niat baik tapi kenapa Allah gak permudah? 

Ternyata saya salah, rencana Allah memang selalu lebih indah. Allah memang tak memberi apa yang saya inginkan, tapi Allah memberi yang saya butuhkan. Jadi dengan kondisi air mata belum selesai sepenuhnya, saya ambil hp dan buka instagram. Postingan pertama yang muncul diberanda adalah postingan Ustadz Yusuf Mansur tentang informasi pendaftaran santri ramadhan Ar Raudhah, Pimpinan Habib Novel Alaydrus Solo. Saya cari info sebentar tentang Habib Novel, lalu seketika itu pula saya langsung minta izin orang tua untuk bisa nyantri kesana. Alhamdulillah, sampai sekarang saya menjadi santri Habib Novel meskipun tidak tinggal di Solo sepenuhnya. 

Dari pengalaman itu saya mendapat pelajaran luar biasa. Kalau Allah tidak berikan apa yang kita minta, bersiaplah untuk menerima yang lebih istimewa. Tidak ada istilah doa, dhuha, sedekah, dan semua amal kebaikan yang sia-sia. Percayalah, semua dibalas dengan cara terbaikNya. 

Ketika kita merasa permintaan "tidak" kunjug terkabul, coba renungkan kembali mungkin Allah sudah kabulkan dengan bentuk yang lain. Rezeki bukan hanya materi, tapi juga kesehatan, kenikmatan beribadah, iman, ketenangan batin, keluarga yang harmonis, dll. 

Mungkin 700 kali balasan sedekah yang kita nanti-nanti tak kunjung terpenuhi, tapi Allah anugerahkan kesehatan dan keimanan yang jauh tak ternilai. Boleh jadi sedekahmu tidak terbalas 10 kali, tapi boleh jadi Allah ganti itu dengan menyelamatkan kita dari musibah yang membahayakan diri. Setiap kebaikan yang kita lakukan adalah sebuah investasi, yang bisa menyelamatkan kita dari kejadian yang tidak kita inginkan di masa depan.

Jangan ragu untuk berbagi, yuk mulai investasi dengan Allah sejak dini. Apalagi sekarang zaman teknologi, banyak wadah untuk kita berbagi. Misalnya, melalui situs crowd funding, donasi perorangan atau lewat lembaga seperti dompet dhuafa melalui link donasi.dompetdhuafa.org


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Share:

Monday, 15 April 2019

My Braces Story (Pasang behel di Kediri)



Halo, teman-temanku :)
Jadi bulan Februari kemarin saya pasang behel, mungkin banyak dari temen-temen juga yang sebenarnya pengen pakai behel. Terbukti dengan banyaknya orang yang nanya ke saya masalah behel ketika saya mengunggah foto. Biar lebih mudah dan to the point, tulisan ini saya bikin dalam bentuk QnA yang emang biasanya banyak ditanyakan temen-temen. Selamat membaca :)

1. Kenapa pakai behel?

Tujuan pakai behel emang macam-macam, bisa untuk perawatan atau sekadar fashion. Kalau saya emang buat perawatan, jadi sebenarnya udah sejak kuliah saya pengen pakai behel karena merasa gigi kurang rapi. Makin kesini rasanya gigi semakin menjadi-jadi, akhirnya saya coba cari info tempat pasang behel di Kediri. Awalnya gigi saya itu berjubel dan belok kanan kiri sesuka hati, udah kayak angkot di Jakarta. haha.


2. Dimana pasang behelnya?

Saya pasang behel di drg. Niken W. Wulandari, praktiknya di Jalan Slamet Riyadi No. 29 Banjaran, Kota Kediri. Lokasi tepatnya di depan SMK Pawiyatan Daha Kediri. Kalau dari barat, perempatan BCA Joyoboyo ke timur. Sedangkan dari timur, pertigaan/perempatan indomaret selatan MAN 2 Kediri ke barat kurang lebih 500m. Lokasinya ada di kanan jalan, tepat di perempatan pertama. Temen-temen bisa juga lewat gang sampingnya toko tas Elizabeth ke Selatan, lalu perempatan pertama belok kanan sedikit (2 rumah).


3. Kenapa memutuskan pasang behel di drg. Niken?

Awalnya saya kesulitan juga cari info tempat pasang behel di Kediri. Datanglah saya ke salah satu rumah sakit swasta di Kediri, karena di sana ada dokter spesialis orthodontist. Tapi karena satu dan lain hal, saya cari alternatif lain dulu. Alhamdulillah saya ketemu blognya mbak Lilin yang berbagi pengalaman pasang behel di drg Niken, silakan baca di sini. Dari reviewnya sih bagus dan pas datang ke sana emang pasien orthodonti dokter Niken lumayan banyak banget.


4. Berapa sih biaya pasang dan perawatan behel?

Pas saya pasang behel tanggal 20 Februari 2019, biayanya untuk atas bawah Rp 4,5 juta. Itu diluar tindakan ekstra, seperti cabut, tembel, rongten, dll. Biaya kontrol kalau gak ada tindakan lain RP 100 ribu, cabut dan tembel sepertinya Rp 80 ribu. Kalau dibandingkan dengan dokter lain, biaya pasang behel termasuk murah.


5. Sakit gak sih pasang behel?

Oh ya jangan ditanya, bayangkan dong saya pasang behel sekaligus cabut 1 gigi. 3 hari kemudian cabut 1 gigi lagi dan seminggu kemudian cabut 1 gigi lagi. Jadi total gigi saya sudah cabut 3, dari total 4 yang harus dicabut. Ini gak paten, tergantung kondisi gigi kita. Ngilu gak pas awal-awal? pasti. Rasanya ngilu dan gigi kehilangan daya gigitnya, tapi kira-kira seminggu saya udah mulai bisa makan nasi dan mie.


6. Warna karet apa ya yang bagus?

Saya pertama kali pakai warna biru muda, ya bagus tapi karena mencolok jadi kayak itu bisa mengalihkan dunia lawan bicaramu wkwk. Kemudian saya ganti soft pink, ini juga bagus tapi warnanya terlalu cantik untuk gigiku yang tak sempurna. Kalau siang kelihatan bagus banget, tapi kalau malem jadi bikin gigi kelihatan lebih kuning. Akhirnya sekarang saya ganti silver, it's awesome. Jadi saya rekomendasikan silver aja, terutama untuk yang baru pasang.



7. Pernah lepas gak kak?

Pernah, itu hal yang wajar kok. Bahkan banyak cerita yang bracketnya sampai tertelan, Alhamdulillah saya gak. Saya yang suka lepas itu paling ujung, yang di geraham. Kalau masih nyangkut ya saya biarin, sampai dia bener-bener lepas. Saya suka simpen sih kalau lepas gitu, tapi sejauh ini gak pernah ditanyain dan selalu di pasang yang baru sama dokternya.


8. Gimana sejauh ini perkembangannya?

Alhamdulillah lumayan memuaskan, lihat perbandingannya di foto berikut ya :)







Share:

Sunday, 6 January 2019

Mengurus pajak 5 tahunan di samsat Kediri

Halo, akhirnya cerita mengurus pajak 5 tahunan  kendaraan bermotor bisa berlanjut juga setelah berbulan-bulan tersimpan dalam draft. Sebelum mengurus pajak, saya terlebih dahulu cabut berkas untuk mutasi dari kantor samsat Kabupaten ke Kota Kediri. Temen-temen yang belum tahu prosedur dan berkas apa saja yang diperlukan untuk cabut berkas di samsat, silakan KLIK DISINI

Saya bikin gambar sederhana, untuk memudahkan menjelaskan alur mengurus pajak 5 tahun dengan mutasi berkas.



Prosedur mutasi berkas dan mengurus pajak 5 tahunan kendaraan bermotor


  • ANTRI CEK FISIK (1)
Begitu sampai di samsat, langsung arahkan kendaraan menuju tempat tes fisik. Lokasinya dibelakang tapi sejajar dengan pintu masuk (di depan kantin, foto copy, dll). Jangan sampai salah parkir di sebelah barat, karena itu untuk parkiran umum.

  • FOTO COPY (2)
Sebenarnya berkasnya tidak perlu difoto copy lagi, karena berkas yang kita foto copy di Samsat Kab Kediri itu diberikan lagi (tidak ditinggal). Jadi disini kita hanya perlu membeli map, karena ada map warna khusus tapi saya tidak ingat warnanya. Begitu saya bilang berkas mutasi, dia langsung paham dan memberikan saya map. 

Biaya: Beli Map Rp 5.000

  • LOKET PENDAFTARAN CEK FISIK (3)
Dari foto copyan, langsung pindah ke ruangan di sebelahnya yaitu loket pendaftaran cek fisik. Serahkan berkas dari samsat kabupaten yang sudah saya masukkan map baru. Beberapa saat kemudian akan dipanggil dan diberikan kelengkapan (formulir dan sticker) untuk cek fisik. 

  • CEK FISIK (4)
Setelah mendapat berkasnya, langsung berikan ke petugas yang ada di parkiran cek fisik. Prosesnya sangat cepat, gak sampai 5 menit karena memang hanya cek nomor rangka. Setelah selasai, bawa berkasnya ke meja petugas untuk di cek. Setelah oke, langsung pindahkan kendaraan ke parkiran umum (nomor 5).

Biaya:
Cek Fisik Seikhlasnya
Parkir Rp 2.000
           
  • KE GUDANG (6)
Langkah selanjutnya adalah ke gudang, karena kita harus minta stempel dan tanda tangan petugas gudang. Lokasi gudang ada di belakang, antara parkiran dan ruang kaca.

Biaya: Rp 15.000

  • LOKET PENDAFTARAN (7)
Di loket pendaftaran, kita hanya perlu menyerahkan semua berkas tadi kemudian menunggu dipanggil oleh petugas. Seingat saya, di situ akan dicek pula kelengkapan berkas kita. Jika memang sudah lengkap maka petugas akan langsung memperoses. Jadi sebaiknya pastikan tidak ada yang kurang, termasuk hal-hal kecil seperti tanda tangan di formulir. Sebab, antrian di sini cukup memakan waktu dibanding dengan yang lain.

  • LOKET PEMBAYARAN (8)
Dari Loket 7, jika berkas kita sudah di proses maka selanjutnya nama kita akan dipanggil untuk menyelesaikan proses pembayaran di loket 8. Mengenai jumlahnya itu jelas berbeda-beda setiap kendaraan, tapi biasanya berkisar antara 1,5 kali dari pajak reguler (tahunan). Saya sendiri pada saat itu mengurus pajak untuk motor Honda Beat tahun 2013, jika tidak salah pajak yang harus saya bayarkan berkisar 400-500ribu (saya lupa angka pastinya).

  • LOKET PENGAMBILAN STNK (9)
Setelah pembayaran dan menunggu beberapa saat, nama kita akan di panggil oleh petugas loket 9. Petugas akan menyerahkan STNK dan menjelasankan sedikit mengenai BPKB yang baru bisa diambil 3 bulan kemudian.

  • CETAK NOMOR POLISI (10)
Selesai semua proses di ruang kaca, selanjutnya kita harus kembali lagi ke belakang menuju tempat pembuatan plat nomor. Prosesnya tidak lama, hanya berkisar 5-10 menit saja tapi mungkin tergantung antrian juga. Ketika sudah mendapat plat maka selesai sudah, tinggal ambil BPKB di POLRES 3 bulan lagi. 


Terima kasih, semoga bermanfaat.
Share:

Monday, 15 October 2018

CABUT BERKAS KENDARAAN DI SAMSAT KEDIRI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus pajak 5 tahunan kendaraan bermotor di SAMSAT KEDIRI. Ini pengalaman pertama saya dan ternyata gak serumit yang saya bayangkan. Saya sangat mengapresiasi perbaikan pelayanan yang sedang digadang-gadang pemerintah. Saya membuat sketsa sederhana, untuk memudahkan saya menceritakan alur pengurusannya. Pun saya tuliskan biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing pos. Sebenarnya gak rumit, hanya saja memang kita harus berpindah-pindah dan ini yang sedikit memakan waktu.

Sebelum ke SAMSAT KOTA Kediri saya harus mencabut berkas ke SAMSAT KABUPATEN KEDIRI. Sebab, secara geografis tempat tinggal saya adalah kabupaten, namun ada kebijakan baru bahwa administrasi kendaraan bermotor beberapa wilayah kabupaten sekarang  di bawah SAMSAT Kota Kediri. Cabut berkas di Samsat sama sekali tidak rumit dan cepat, selama persyaratannya lengkap. 

Persyaratan cabut berkas: 
1. STNK ASLI 
2. BPKB ASLI
3. KTP asli sesuai nama pemilik STNK.


ALUR PENCABUTAN BERKAS


  •    FOTO COPY BERKAS
Begitu sampai di Samsat, silakan langsung menuju ke Foto Copy. Pelayanan disitu sudah langsung menggandakan dan menatakan dalam map sesuai persyaratan. Beliau juga memberi tahu saya harus kemana setelah foto copy.  Di sini saya cumacabut berkas jadi langsung diarahkan ke loket cabut berkas, kalau misalnya perpanjangan disitu maka langkah selanjutnya adalah cek fisik.

Biaya foto copy RP. 10.000
  

  •  LOKET MUTASI BERKAS
Setelah foto copy saya langsung menuju loket cabut berkas yang berada di sisi tengah Samsat Kab. Kediri (menghadap ke barat). Silakan kumpulkan berkasnya di situ dan kita harus menunggu sebentar karena petugas perlu mencarikan dulu berkasnya di gudang. Setelah berkas siap, nama pemilik STNK akan dipanggil sesuai urutan. Petugasnya juga memberita tahu untuk segera membawa berkas ini ke Samsat Kota Kediri.

Biaya: Gratis

Mungkin banyak diantara kita yang menanyakan, apakah mengurus pajak 5 tahunan bisa diwakilkan? itu kebijakan masing-masing daerah, kebetulan di Kediri bisa. Saat mengurus ini saya membawa STNK dan KTP atas nama ayah. Apakah perlu surat kuasa? tidak. Namun perlu menjadi catatan bahwa masing-masing daerah bisa memiliki kebijakan yang berbeda. Sempat juga waktu menunggu antrian ada yang bertanya, apa saya mengurus kendaraan atas nama sendiri. Beliau nampak heran ketika saya bilang bukan dan kondisi saya saat itu tinggal menunggu cetak STNK baru.


------------------------------------------- Bersambung ke Part 2 ---------------------------------------------------




Share: