Sunday, 12 October 2014

The storm bring me to them (2014)

Tidak mungkin Tuhan membiarkan aku tersungkur tanpa memberikan petunjuk jalan yang harus kulalui setelah itu. Aku sangat percaya dengan skenarioNya. Ketika hidup seolah penuh masalah, hati jadi resah dan pikiran gelisah, mau ambil keputusan juga takut salah, jadi keputusan terbaik adalah berserah. Setelah kemarin terjadi dinamika badai kehidupan, aku seolah-olah memulai semuanya dari nol lagi. Mama bilang :" Lupakan semuanya, cerita itu sudah berlalu sebelum jam 5 tadi." Sebenarnya kata-katanya sederhana tapi kalau dikomunikasi ada makna tersendiri yang dibawa oleh medianya. Mungkin karena yang bilang itu mama jadi aku memaknainya lebih.

Sekarang hidupku sudah teratur, mataku sudah berbinar-binar, raut wajahku tak lagi kusam tanpa sinar. Terimakasih Tuhan aku belajar banyak dari ini semua. Ada satu lagi yang sangat aku syukuri, masalah itu membawaku lebih erat dengan keluargaku dan lebih dekat dengan keluarga baruku. Aku tidak bisa cerita segamblang cerita dengan keluargaku (di Kediri) dan merekalah yang menguatkanku. keputusanku memulai cerita baru juga membawaku lebih dekat dengan keluarga disini, permadi (perhimpunan mahasiswa kediri di UI). Aku memang tidak cerita ke mereka tapi setidaknya mereka mampu membuatku lupa tentang itu semua.

Disini aku bisa menghabiskan banyak waktu untuk sekedar tertawa bersama mereka, mendengar semua dinamika angkatan mereka, bahkan sesekali juga terlibat dalam konflik internalnya. Terimakasih dedek-dedek lucuku permadi 2014. Aku senang kalian menganggap aku teman kalian, jangan pernah sungkan karena aku disini siap menjadi sandaran kalian. Begitupun sebaliknya, maafkan aku akan sering merepotkan kalian ya. Meskipun kadang aku masih lupa dengan nama kalian tapi sejujurnya aku sangat welcome dengan kalian. Jangan sungkan meminta bantuan meski justru aku yang sering merepotkan , jangan sungkan bertanya kalaupun endingnya aku belum tentu tau jawabnya. Aku sayang kalian, aku doakan yang terbaik untuk kesuksesan kita semua. Tetep semangat, jaga semangat kalian karena life start here. Semoga makin bonding dengan angkatannya dan bisa saling menguatkan :D

Terimakasih Rubi, Dede, Bogar, Lilik, Hamida, Vivi, Uni, Levi, Fatma, Aza, Yofi, Rohman, Meda, Debi, DP , pingkan, Tsesar, Alfan, dan semuanya yang belum kesebut. <3

Share:

Friday, 10 October 2014

Long distance relationship

Kemarin aku lihat sebuah akun di instagram yang post foto lucu sekali,  icon 2 kota yang kemudian ada tulisan dengan efek glow " aku disini dan kau disana"

Aku selalu tertarik dengan kisah-kisah orang yang menjalani hubungan jarak jauh. Seperti ada daya tarik tersendiri mendengar cerita-cerita orang LDR yang kadang lebay, kadang mengharukan dan kadang juga inspiratif. Agak geli juga ya dengernya ketika mereka yang sedang LDR seperti terkungkung dalam sebuah alat kecil yang bernama handphone. Tipe-tipe LDR lebay ini menganalogikan handphone sebagai nyawa. Tidak mungkin mereka lepas dari nyawanya karena kamu tahu apa yang terjadi ketika smsnya dibales lama? Ketika telponnya gak dijawab? Ketika gak ada laporan sedang dimana, dengan siapa dan berbuat apa. Ya sudahlah, aku sih wajar ya begitulah belenggu cinta anak muda.

Cerita LDR yang mengharukan? Kayaknya agak susah kalau dalam konteks pacaran. Tapi aku selalu terharu dengan kesetiaan para belahan jiwa pelayar. Sungguh mulia ketika kamu setia menjaga diri menunggunya kembali sementara dia sedang berjuang demi kebahagiaan hidupmu dan hidupnya di tengah samudra. Berapa kali kamu tak bisa tidur ketika cuaca buruk? Seberapa sering kamu menahan rindu hingga berbulan - bulan? Sampai saat kau mempertaruhkan nyawa saat melahirkanpun belum tentu dia.

Melihat cerita-cerita seperti itu aku jadi berpikir urusan cinta ini ribet sekali. Memang mungkin bukan kapasitas pikiran untuk memikirkan cinta karena lebih tepatnya ini urusan hati dan perasaan. Kadang justru yang tidak masuk akal itulah cinta. :)

Share:

Monday, 6 October 2014

Idul adha 2014 @istiqlal

Selamat hari raya idul adha bagi yang semua yang merayakan, semoga  berkah dan bermanfaat bagi sesama.  Sebenarnya idul adha tahun ini gak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, sama-sama di perantauan it means gak ada daging untuk di sate. Bisa sih beli, tapi kenyataannya mau beli makan aja susah karena warung-warung pada tutup.

Tahun lalu kecewa saya tidak bisa pulang terlampaui tinggi jadi saya kurang menikmati suasana idul adha disini. Tapi tahun ini bener-bener menikmati idul adha. Kemarin temen-temen ngajak sholat id di istiqlal, wah seru dong gak ada salahnya saya ikut. Pasti rame jamaah, rame media dan rame pejabat. Kebayang segitu ramenya temen-temen ada yang memilih berangkat malam dan menginap supaya paginya bisa dapat shaf di ruang utama sekaligus takbiran disana. Tapi karena suatu hal akhirnya saya memilih untuk berangkat pagi.

Rencananya jam setengah 5 mau berangkat tapi ternyata itu cuma wacana karena kita berangkat sekitar jam 05.15 wib. Gak ada masalah pas disana juga masih banyak orang yang baru datang, sholatnya juga belum mulai dan tempatnya masih banyak tapi bukan lagi di ruang utama. Nah pejabat-pejabat termasuk presiden selalu disediakan tempat di ruang utama tapi ya jangan berharap ketemu juga sih, setidaknya nanti dibelakangnya masih ada pengawal , ajudan , anak , mantu, DPR , dubes dan lain - lain jadi biasanya lumayan jauhlah shaf sholatnya antara presiden dengan kita.

Sholat dimulai sekitar pukul 7 lebih, beberapa saat sebelum dimulai ada pengumumana bahwa presiden RI beserta ibu negara telah tiba. Habis gitu barulah sholat di mulai , saya lupa kemarin siapa imamnya tapi yang jelas khatibnya dosen UI. Sebenarnya ada balihonya di depan cuma namanya terlalu asing jadi saya lupa. Tapi yang jelas ini pasti orang hebat, bacaannya bagus dan suratnya yang dibaca panjang-panjang.

Ada beberapa hal yang cukup mengusik untuk saya pertanyakan entah kepada siapa. Saya mengambil posisi di serambi yang cukup jauh dari ruang utama, disini tidak ada hijab khusus antara jamaah laki-laki dan perempuan. Nah mayoritas disebelah sini ada akhwat tapi ada beberapa bapak-bapak yang menemani istrinya sholat di shaf ini. Pertanyaannya apakah boleh seorang laki-laki sholat di belakang jamaah wanita meskipun shaf yang paling depan tetap laki-laki? Kemudian ada satu lagi , setau saya khutbah merupakan rukun sholat jadi kita tidak boleh ngomong apalagi pergi. Nah yang saya lihat kemarin pas sholat udah selesai, banyak jemaah yang langsung pergi begitu saja meskipun kutbah belum selesai bahkan belum mulai. Sebenarnya ada 1 lagi, ada ya orang sholat ied yang sampai bawa tongsis. Meskipun saya juga narsis tapi gak segitunya juga kan? Parahnya di depan herbang ada penjual tongsis dengan promosi ,"ayo tongsisnya, narsis setahun sekali di istiqlal". Ada juga nih ya yang sholatnya di trotoar, jadi pas saya dateng beberapa orang sudah ambil posisi di trotoar samping sungai. Heran aja, tempat di dalem kan masih banyak lagian didalem aja gak bisa khusyuk apalagi di luar. Gak ngerti lagi -_- , sekian wassalamualaikum :) 

Share:

Friday, 3 October 2014

Dinamika kehidupan

Biarkan orang menilai apa toh yang jelas tahu diri kita adalah kita sendiri dan Tuhan. Terkadang kita pesimis dengan kemampuan kita sendiri sampai-sampai kita terlalu berharap kepada sesama makhluk.Padahal kita tahu tidak boleh berharap kepada selain Allah, jika kamu masih berharap pada selainNya ya salah siapa ketika akhirnya hanya mendapat rasa kecewa. Tapi terkadang kita lupa atau mungkin memang selama ini kita terlalu jauh denganNya.

Awal semester 3 yang baru berjalan satu bulan ini tapi rasanya telah merangkai cerita-cerita dinamika kehidupan. Banyak kejadian yang membuat aku belajar tentang kehidupan, ada kejadian yang membuat aku belajar lebih sabar, ada juga kejadian yang membuat aku menjadi mahluk yang sesungguhnya dimana tiada daya dan upaya selain kuasaNya. Aku tak pernah mengundang masalah tapi entah mengapa mereka ingin berkenalan denganku, awalnya hanya satu masalah yang datang tapi rasanya aku ingin menyerah ketika mereka silih berganti singgah di hidupku. Tidak banyak yang tahu karena aku selalu berpikir orang tidak perlu tahu urusanku pribadiku karena akupun tak suka masuk dalam zona pribadi seseorang. Lagi pula aku akan merasa bersalah ketika orang ikut berpikir tentang masalahku seolah-olah akulah satu-satunya orang yang punya masalah. Lebih baik aku diam,aku masih sanggup menyelesaikannya sendiri tanpa perlu kamu kasihani. Meskipun diawal terlihat berat, tapi tenanglah karena ini akan selesai sebagaimana masalahku yang dulu-dulu.

Mungkin cerita ini terlalu abstrak, kamu jadi bertanya-tanya sebenarnya apa yang telah terjadi padaku? Terimakasih sudah peduli tapi ini bukan yang tepat untuk aku berikan jawabannya padamu. Tidak usah khawatir karena aku baik-baik saja, mungkin beberapa orang yang sering menghabiskan waktu denganku bisa melihat jelas perubahanku. Mereka tahu dari tatapanku, mereka tahu dari tingkahku, mereka tahu dari ucapanku. Terimakasih sudah mengertiku.
Teruntuk keluargaku Ayah, ibuk , Mas, adik, terimakasih selalu menguatkanku dengan kasih sayang. Meskipun tidak ada pundak untukku bersandar, tidak ada tangan yang mengusap air mataku dan tidak ada pelukan untukku tapi aku percaya kita selalu terhubung dalam Doa. Terimakasih Mas Fahru yang membuatku merasa terlindungi, sekuat apapun aku sebagai seorang wanita tetap aku butuh perlindungan lelaki. Kamu mungkin bertanya kemana orang yang selalu ku sebut-sebut penyemangatku? Dia sedang berjuang sendiri sama sepertiku di tempatnya :) . Terimakasih Ayah dan Ibuk, terimakasih doanya yang menjadi penerang dari masalahku, terimakasih wejangannya yang membuatku lebih bijak, terimakasih motivasi yang menguatkanku, terimakasih materinya setidaknya itu tidak menambah beban pikiranku. Terimakasih segalanya, aku sayang Kalian. Semoga kita selalu bersama hingga surga firdausNya.

Share:

Tuesday, 23 September 2014

Kita berlawanan arah

"Melangkahlah kemanapun engkau ingin melangkah, sesungguhnya bukan lagi pikirku yang mengendalikanmu tapi hatikulah yang menuntunmu"
Aku seperti debu yang diterbangkan oleh angin tanpa bisa memilih kemana angin menerbangkanku. Tidak ada tujuan, aku bosan di keramaian, dimana bisa kutemui ketenangan? Aku berencana menghabiskan waktu di sebuah tempat makan, tapi nyatanya disanapun aku tak menemukannya. Hanya kesana untuk makan lalu aku pergi lagi dengan harapan tempat lain yang akan kudatangi memberi suasana yang lebih baik. Tak sampai kakiku menginjak tempat itu pikiranku sudah ragu. Sepertinya disana bukan tempat yang tepat karena disana justru banyak lalu lalang. Setelah aku naik bis kuning , kamu tahu akhirnya aku turun dimana? Jika kamu menebak fisip, jawabanmu salah. Aku melangkah tanpa arah sampai akhirnya tibalah aku di suatu tempat dimana aku selalu mendapat ketenangan, tempat ini selalu menjadi candu terutama saat aku hilang arah.

Saya bukan tipe orang yang mudah memperlihatkan kepanikan saya di depan orang. Orang tidak pernah tahu seberapa saya panik, inilah kenapa orang menilai saya orang yang tenang. Padahal jauh di dalam hati dan pikiran sungguh tidak begitu. Saya tahu benar bahwa saya sangat mudah panik, itulah kenapa saya selalu belajar untuk mengendalikan. Jauh sebelum deadline selalu saya usahakan tugas itu sudah selesai karena saya tahu kalau terlalu mepet pasti saya panik. Begitupun masalah, lebih baik mengantisipasi supaya kondisi ideal itu selalu ada. Kita memang tidak mungkin hidup tanpa masalah tapi setidaknya ketika ada masalah itu bukan masalah yang dulu pernah menghampirimu di waktu sebelumnya. Kalaupun kamu menghadapi masalah yang sama, tentu itu bukan lagi menjadi masalah karena kau sudah lebih pintar menyelesaikan itu.

Tapi sayangnya akhir-akhir ini aku gagal mengendalikan diriku sendiri sampai aku harus makan dan makan lagi untuk mengalihkan semua kesuntukan itu. Kadang saya tidak suntuk dengan tugasnya tapi dengan partnernya. Tugas hanyalah sebuah aktivitas yang menunggu dikerjakan tanpa pernah berontak tentang bagaimana caramu menyelesaikan. Saya kadang lelah mengikuti apa kata orang yang dengan mudahnya menyalahkan seolah-olah dia tidak pernah salah. Jika kamu tidak mau mengucapkan terimakasih, setidaknya kamu juga tidak menghardik kerjanya. Jalan pikiran kita berbeda atau mungkin saya yang kelewat perasa. Selama ini saya coba percaya kamu dengan mengabaikan penilaian orang, tapi akhirnya sayapun terpaksa membenarkan itu. Semoga Tuhan selalu meridhoi usaha kita semua. :)

MUI adalah satu-satunya tempat yang memberikan ketenangan lahir batin tanpa perlu kau menyiksa perasaanmu sendiri memikirkan orang yang tak memikirkanmu.

Share: