Wednesday, 26 November 2014
Tuesday, 21 October 2014
ANALISIS MEDIA (1)
- Media Are Constructions
- Media Have Commercial Implication
- Media Has Its own unique aesthetic form
- Audiences Negociate meaning
- Media is social and political
- Authorship -> Siapa yang membuat pesan ini?
- Purpose -> Kenapa pesan ini dibuat? Siapa target dari pesan ini?
- Economic -> Siapa yang membiayai ini?
- Impact -> Siapa yang diuntungkan/dirugikan pesan ini?
- Respone -> Apa tindakan yang dilakukan untuk merespon pesan ini?
- Content -> Apa nilai, informasi dan pesan yang dibawa?
- Technique -> Bagaimana teknik yang digunakan? Bagaimana pesan ini dikomunikasikan?
- Interpretation -> Bagaimana orang yang berbeda memaknai pesan ini dengan berbeda?
- Context -> Kapan ini dibuat? Dimana dan bagaimana ini di bagikan ke publik?
Rating/share hidup dan mati suatu program
Sebenarnya jika ratingnya rendah terus kenapa sih? Jika sebuah acara ratingnya rendah itu tandanya program tersebut tidak banyak diminati audience, itulah kenapa program tersebut juga tidak memiliki nilai jual untuk para pemasang iklan. Disinilah masalahnya, iklan adalah sumber pendapatan terbesar yang mencover biaya produksi, Jadi kalau tidak ada iklan berarti tidak bisa produksi lagi. Supaya mudah untuk mencontohkan, kita menggunakan contoh koran yang jelas terukur berapa jumlah pembaca dari berapa total penjualannya. Sebenarnya biaya produksi koran itu mahal, tapi bagaimana kita bisa membeli koran sekelas kompas dengan harga Rp 4 ribu? hal itu karena adanya iklan-iklan yang dipasang di kompas. Pernah aku baca disebuah buku yang lupa sumbernya, bahwa 3/4 dari biaya produksi dicover oleh iklan. Sementara uang penjualan itu hanya mencover 10%.
Dari sini kita dapat simpulkan bahwa keberlangsungan sutu program tidak berdasar pada kualitas program itu. Namun lebih mengarah pada kuantitas rating/share. Ada program yang sebenarnya bagus nilai edukasinya, bahkan juga produksinya namun karena ratingnya rendah sehingga dihentikan. Tapi ada juga program yang sekedar bikin orang ketawa joget-joget justru bertahan bertahun-tahun karena banyak yang nonton jadi ratingnya tinggi. Sekarang pertelevisian kita terutama tv komersil memang berlomba-lomba mengejar rating, itulah kenapa sering kali jika suatu stasiun tv membuat program baru yang terlihat sukses maka stasiun lain juga akan menciptakan program sejenis. Dunia televisi tidak bisa dilepaskan dari dunia bisnis yang mana ada orientasi profit, sehingga fungsi utama televisi sering kali bias oleh kepentingan bisnis.
Saturday, 18 October 2014
The Evolution of Relationship
● Stage one : initiation
Ini adalah tahap permulaan pondasi dari sebuah hubungan yang beruapa pengenalan atau pertemuan. Biasanya akan muncul kesan pertama yang terbentuk dari sinyal atau isyarat non verbal. Sampai selanjutnya bahasa akan memegang peranan penting untuk penyesuain hingga mulai terbentuk aturan bersama. Disini fokus pada 2 hal, yaitu berusaha untuk terlihat sepositif mungkin untuk orang lain dan mengevaluasi orang lain.
Contoh : Kamu tanpa sengaja ketemu orang, kamu tertarik dengan style dia. Lalu kalian kenalan dan mulailah berbincang-bincang tentang fashion.
Muncul tak lama setelah inisiasi: masing-masing partisipan melihat gaya, nilai, motif dan kepentingan dari partisipan lain. Pada tahap inilah penentu apakah hubungan akan akan berlanjut atau tidak.
Contoh : setelah kenalan ternyata kesukaan kalian sama dan pola pikir kalian sama. Jadi kalian akan ngonbrol semakin mendalam untuk mengetahui kepribadian.
Ini adalah tahap dimana diputuskan hubungan akan dilanjutkan atau tidak. Mulai terbentuk juga pola atau aturan yang relatif tetap. Sampai pada tahap ini orang sudah sangat dekat dengan orang lain, mereka mulai tau rahasia-rahasia satu sama lain dan mereka sudah mendeskripsikan diri sebagai "close friend"
Contoh : Kalian merasa cocok jadi kalian mulai menjalin hubungan lebih intensif , mulai gak canggung cerita tentang rahasia kamu ke dia dan kalian punya nama pangilan khusus.
Muncul ikatan - ikatan simbolik antar individu. Wujud formalisasi hubungan dan ada pemberitahuan ke orang lain.
Misalnya : Tunangan atau mungkin pasang status berpacaran di facebook.
Tahap mendefinisikan kembali hubungan yang sudah berlangsung yang mana mulai ada tekanan dan tuntutan untuk berubah. Proses ini bisa terjadi secara natural , berangsur - angsur atau bisa juga berubah extrem.
Misalnya dia suka banget telat kalau janjian sampai kamu jengkel, akhirnya kalian bikin kesepakatan kalau janjian di cafe aja biar bisa nunggu sambil wifian.
Hubungan melemah , terutama ditandai oleh rendahnya intimacy dan ketiadaan self discloser. Terjadi tanpa pemberitahuan, orang mulai memilih jalannya sendiri pada akhirnya hubungan mencapai titik dissolution
Misalnya : Tiba - tiba dia mulai jauh, jarang menghubungi dan panggilan khusus kalian tidak lagi terdengar. Sampai akhirnya kalian mulai menjauh dan tidak berhubungan lagi.
Sunday, 12 October 2014
The storm bring me to them (2014)
Tidak mungkin Tuhan membiarkan aku tersungkur tanpa memberikan petunjuk jalan yang harus kulalui setelah itu. Aku sangat percaya dengan skenarioNya. Ketika hidup seolah penuh masalah, hati jadi resah dan pikiran gelisah, mau ambil keputusan juga takut salah, jadi keputusan terbaik adalah berserah. Setelah kemarin terjadi dinamika badai kehidupan, aku seolah-olah memulai semuanya dari nol lagi. Mama bilang :" Lupakan semuanya, cerita itu sudah berlalu sebelum jam 5 tadi." Sebenarnya kata-katanya sederhana tapi kalau dikomunikasi ada makna tersendiri yang dibawa oleh medianya. Mungkin karena yang bilang itu mama jadi aku memaknainya lebih.
Sekarang hidupku sudah teratur, mataku sudah berbinar-binar, raut wajahku tak lagi kusam tanpa sinar. Terimakasih Tuhan aku belajar banyak dari ini semua. Ada satu lagi yang sangat aku syukuri, masalah itu membawaku lebih erat dengan keluargaku dan lebih dekat dengan keluarga baruku. Aku tidak bisa cerita segamblang cerita dengan keluargaku (di Kediri) dan merekalah yang menguatkanku. keputusanku memulai cerita baru juga membawaku lebih dekat dengan keluarga disini, permadi (perhimpunan mahasiswa kediri di UI). Aku memang tidak cerita ke mereka tapi setidaknya mereka mampu membuatku lupa tentang itu semua.
Disini aku bisa menghabiskan banyak waktu untuk sekedar tertawa bersama mereka, mendengar semua dinamika angkatan mereka, bahkan sesekali juga terlibat dalam konflik internalnya. Terimakasih dedek-dedek lucuku permadi 2014. Aku senang kalian menganggap aku teman kalian, jangan pernah sungkan karena aku disini siap menjadi sandaran kalian. Begitupun sebaliknya, maafkan aku akan sering merepotkan kalian ya. Meskipun kadang aku masih lupa dengan nama kalian tapi sejujurnya aku sangat welcome dengan kalian. Jangan sungkan meminta bantuan meski justru aku yang sering merepotkan , jangan sungkan bertanya kalaupun endingnya aku belum tentu tau jawabnya. Aku sayang kalian, aku doakan yang terbaik untuk kesuksesan kita semua. Tetep semangat, jaga semangat kalian karena life start here. Semoga makin bonding dengan angkatannya dan bisa saling menguatkan :D
Terimakasih Rubi, Dede, Bogar, Lilik, Hamida, Vivi, Uni, Levi, Fatma, Aza, Yofi, Rohman, Meda, Debi, DP , pingkan, Tsesar, Alfan, dan semuanya yang belum kesebut. <3


