Saturday, 20 April 2019

Berani Investasi dengan Yang Maha Memberi




Assalamualaikum, apa kabar teman-teman? semoga kita semua senantiasa terjaga dalam kebaikan dan keberkahan.

Saya yakin setiap dari kita adalah orang baik, hati nurani kita selalu mengajak untuk peduli dan berbagi dengan sesama. Namun apa yang terjadi ketika dihadapkan dengan realita uang di dompet tinggal selembar saja, tanggal gajian masih lama atau mungkin terbentur cicilan yang terasa tiada habisnya. Saya dan mungkin juga kamu akan dilema, lalu akhirnya mengurungkan niat kita yang mulia.

Belakangan saya sadar bahwa pemikiran itu salah. Sedekah tidak akan membuat hidup kita jadi susah, tapi justru itulah pengetuk pintu langit dari semua masalah. Banyak sekali kisah tentang keajaiban sedekah, mulai dari kisah Abdurahman bin Auf (sahabat Nabi) hingga testimoni nyata dari para ahlul sedekah. Memang terkadang kisahnya sulit dipercaya, tapi itulah bukti kebesaran Allah. Teruslah belajar dari kisah-kisah itu, sampai akhirnya Allah berikan hidayah dan menjadikan kita ahlul sedekah.


Saya ingin mengajak teman-teman mengingat kembali kisah Kakek Sanusi, beliau adalah kakek penjual pisang yang viral karena kebaikan hatinya berani berbagi kepada saudara kita yang lebih membutuhkan. Kakek Sanusi datang dengan gerobak dorongan, bukan dengan mobil khas orang gedongan. Jangankan mikir investasi, untuk makan esok hari saja beliau harus kerja keras lagi. Tapi nyatanya kakek Sanusi tidak takut berbagi. Tidak ada kebaikan yang sia-sia, Allah berikan balasan istimewa dengan mengundang beliau ke Baitullah lewat PPPA Daarul Quran


Lalu, bagaimana dengan kita? mungkin kita kelewat penakut, jadi takut berbagi karena khawatir ada kebutuhan mendadak esok hari. Belakangan saya mulai belajar menepis pikiran semacam ini. Bukan karena uang saya sudah berlebihan hari ini, tapi saya percaya hidup dijamin Allah yang Maha Memberi. Bagaimana mungkin kita takut kekurangan, jika Allah berjanji untuk selalu mencukupkan.

Dulu zaman Rasulullah ada kisah seorang budak wanita yang didatangi oleh seorang fakir. Dia tidak memiliki apapun, selain separuh kurma yang akhirnya diberikan kepada fakir tersebut. Tapi alangkah indahnya ketika balasan dari separuh kurma itu adalah surga. Tidak perlu malu dengan sedekah kita yang terasa belum seberapa. Jika memang hanya itu yang kita punya, tentu nilainya sangat berharga di mata Allah ta'ala.

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032). 

Sayapun punya pengalaman pribadi, bagaimana Allah begitu dekat dan janji Allah itu pasti. Dengan status masih mencari kerja, tentu saja keuangan saya masih dari orang tua. Tapi dengan umur sudah dua puluh tiga, ada perasaan malu untuk terus meminta. Ramadhan 2018, saya berniat untuk ikut program ramadhan di sebuah pondok pesantren. Singkat cerita kegiatan tersebut berbayar dan tidak sedikit, untuk saya yang belum bekerja. Kala itu waktu pendaftaran masih 2 minggu, Bismillah saya mau ikhtiar lewat jalur langit. Jangankan 2 minggu, berdoa sekali aja kalau Allah menghendaki juga dikabulkan. Tuhan kita Maha Mendengar :)

Selama 2 minggu, ikhtiar mengetuk pintu langit terus berjalan, melalui doa, dhuha, waqiah, sedekah dll. Sebelumnya saya pernah mendengar kisah ahlul sedekah, beliau selalu memberi orang yang datang minta sedekah padanya. Saya coba amalkan itu, ketika ada teman yang sedang mengajak donasi untuk acara sosial keagamaan langsung saya iyakan. Maha Besar Allah, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan juga. Alhamdulillah, rezeki datang silih berganti. Tapi karena uangnya belum cukup untuk daftar santri, jadi saya pilih nol kan lagi (donasikan dan bagikan lagi). Kalau kita bisa yakin deposito di bank tidak akan rugi, kenapa kita takut investasi dengan yang Maha Memberi?

Seminggu berjalan uangnya belum tercukupi, h-2 dan sampai akhirnya hari terakhir tidak cukup juga. Saya bawa lagi posternya ke atas sajadah, tangis saya tumpah ruah. Saya merasa ini niat baik tapi kenapa Allah gak permudah? 

Ternyata saya salah, rencana Allah memang selalu lebih indah. Allah memang tak memberi apa yang saya inginkan, tapi Allah memberi yang saya butuhkan. Jadi dengan kondisi air mata belum selesai sepenuhnya, saya ambil hp dan buka instagram. Postingan pertama yang muncul diberanda adalah postingan Ustadz Yusuf Mansur tentang informasi pendaftaran santri ramadhan Ar Raudhah, Pimpinan Habib Novel Alaydrus Solo. Saya cari info sebentar tentang Habib Novel, lalu seketika itu pula saya langsung minta izin orang tua untuk bisa nyantri kesana. Alhamdulillah, sampai sekarang saya menjadi santri Habib Novel meskipun tidak tinggal di Solo sepenuhnya. 

Dari pengalaman itu saya mendapat pelajaran luar biasa. Kalau Allah tidak berikan apa yang kita minta, bersiaplah untuk menerima yang lebih istimewa. Tidak ada istilah doa, dhuha, sedekah, dan semua amal kebaikan yang sia-sia. Percayalah, semua dibalas dengan cara terbaikNya. 

Ketika kita merasa permintaan "tidak" kunjug terkabul, coba renungkan kembali mungkin Allah sudah kabulkan dengan bentuk yang lain. Rezeki bukan hanya materi, tapi juga kesehatan, kenikmatan beribadah, iman, ketenangan batin, keluarga yang harmonis, dll. 

Mungkin 700 kali balasan sedekah yang kita nanti-nanti tak kunjung terpenuhi, tapi Allah anugerahkan kesehatan dan keimanan yang jauh tak ternilai. Boleh jadi sedekahmu tidak terbalas 10 kali, tapi boleh jadi Allah ganti itu dengan menyelamatkan kita dari musibah yang membahayakan diri. Setiap kebaikan yang kita lakukan adalah sebuah investasi, yang bisa menyelamatkan kita dari kejadian yang tidak kita inginkan di masa depan.

Jangan ragu untuk berbagi, yuk mulai investasi dengan Allah sejak dini. Apalagi sekarang zaman teknologi, banyak wadah untuk kita berbagi. Misalnya, melalui situs crowd funding, donasi perorangan atau lewat lembaga seperti dompet dhuafa melalui link donasi.dompetdhuafa.org


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Share:

Monday, 15 April 2019

My Braces Story (Pasang behel di Kediri)



Halo, teman-temanku :)
Jadi bulan Februari kemarin saya pasang behel, mungkin banyak dari temen-temen juga yang sebenarnya pengen pakai behel. Terbukti dengan banyaknya orang yang nanya ke saya masalah behel ketika saya mengunggah foto. Biar lebih mudah dan to the point, tulisan ini saya bikin dalam bentuk QnA yang emang biasanya banyak ditanyakan temen-temen. Selamat membaca :)

1. Kenapa pakai behel?

Tujuan pakai behel emang macam-macam, bisa untuk perawatan atau sekadar fashion. Kalau saya emang buat perawatan, jadi sebenarnya udah sejak kuliah saya pengen pakai behel karena merasa gigi kurang rapi. Makin kesini rasanya gigi semakin menjadi-jadi, akhirnya saya coba cari info tempat pasang behel di Kediri. Awalnya gigi saya itu berjubel dan belok kanan kiri sesuka hati, udah kayak angkot di Jakarta. haha.


2. Dimana pasang behelnya?

Saya pasang behel di drg. Niken W. Wulandari, praktiknya di Jalan Slamet Riyadi No. 29 Banjaran, Kota Kediri. Lokasi tepatnya di depan SMK Pawiyatan Daha Kediri. Kalau dari barat, perempatan BCA Joyoboyo ke timur. Sedangkan dari timur, pertigaan/perempatan indomaret selatan MAN 2 Kediri ke barat kurang lebih 500m. Lokasinya ada di kanan jalan, tepat di perempatan pertama. Temen-temen bisa juga lewat gang sampingnya toko tas Elizabeth ke Selatan, lalu perempatan pertama belok kanan sedikit (2 rumah).


3. Kenapa memutuskan pasang behel di drg. Niken?

Awalnya saya kesulitan juga cari info tempat pasang behel di Kediri. Datanglah saya ke salah satu rumah sakit swasta di Kediri, karena di sana ada dokter spesialis orthodontist. Tapi karena satu dan lain hal, saya cari alternatif lain dulu. Alhamdulillah saya ketemu blognya mbak Lilin yang berbagi pengalaman pasang behel di drg Niken, silakan baca di sini. Dari reviewnya sih bagus dan pas datang ke sana emang pasien orthodonti dokter Niken lumayan banyak banget.


4. Berapa sih biaya pasang dan perawatan behel?

Pas saya pasang behel tanggal 20 Februari 2019, biayanya untuk atas bawah Rp 4,5 juta. Itu diluar tindakan ekstra, seperti cabut, tembel, rongten, dll. Biaya kontrol kalau gak ada tindakan lain RP 100 ribu, cabut dan tembel sepertinya Rp 80 ribu. Kalau dibandingkan dengan dokter lain, biaya pasang behel termasuk murah.


5. Sakit gak sih pasang behel?

Oh ya jangan ditanya, bayangkan dong saya pasang behel sekaligus cabut 1 gigi. 3 hari kemudian cabut 1 gigi lagi dan seminggu kemudian cabut 1 gigi lagi. Jadi total gigi saya sudah cabut 3, dari total 4 yang harus dicabut. Ini gak paten, tergantung kondisi gigi kita. Ngilu gak pas awal-awal? pasti. Rasanya ngilu dan gigi kehilangan daya gigitnya, tapi kira-kira seminggu saya udah mulai bisa makan nasi dan mie.


6. Warna karet apa ya yang bagus?

Saya pertama kali pakai warna biru muda, ya bagus tapi karena mencolok jadi kayak itu bisa mengalihkan dunia lawan bicaramu wkwk. Kemudian saya ganti soft pink, ini juga bagus tapi warnanya terlalu cantik untuk gigiku yang tak sempurna. Kalau siang kelihatan bagus banget, tapi kalau malem jadi bikin gigi kelihatan lebih kuning. Akhirnya sekarang saya ganti silver, it's awesome. Jadi saya rekomendasikan silver aja, terutama untuk yang baru pasang.



7. Pernah lepas gak kak?

Pernah, itu hal yang wajar kok. Bahkan banyak cerita yang bracketnya sampai tertelan, Alhamdulillah saya gak. Saya yang suka lepas itu paling ujung, yang di geraham. Kalau masih nyangkut ya saya biarin, sampai dia bener-bener lepas. Saya suka simpen sih kalau lepas gitu, tapi sejauh ini gak pernah ditanyain dan selalu di pasang yang baru sama dokternya.


8. Gimana sejauh ini perkembangannya?

Alhamdulillah lumayan memuaskan, lihat perbandingannya di foto berikut ya :)







Share:

Sunday, 6 January 2019

Mengurus pajak 5 tahunan di samsat Kediri

Halo, akhirnya cerita mengurus pajak 5 tahunan  kendaraan bermotor bisa berlanjut juga setelah berbulan-bulan tersimpan dalam draft. Sebelum mengurus pajak, saya terlebih dahulu cabut berkas untuk mutasi dari kantor samsat Kabupaten ke Kota Kediri. Temen-temen yang belum tahu prosedur dan berkas apa saja yang diperlukan untuk cabut berkas di samsat, silakan KLIK DISINI

Saya bikin gambar sederhana, untuk memudahkan menjelaskan alur mengurus pajak 5 tahun dengan mutasi berkas.



Prosedur mutasi berkas dan mengurus pajak 5 tahunan kendaraan bermotor


  • ANTRI CEK FISIK (1)
Begitu sampai di samsat, langsung arahkan kendaraan menuju tempat tes fisik. Lokasinya dibelakang tapi sejajar dengan pintu masuk (di depan kantin, foto copy, dll). Jangan sampai salah parkir di sebelah barat, karena itu untuk parkiran umum.

  • FOTO COPY (2)
Sebenarnya berkasnya tidak perlu difoto copy lagi, karena berkas yang kita foto copy di Samsat Kab Kediri itu diberikan lagi (tidak ditinggal). Jadi disini kita hanya perlu membeli map, karena ada map warna khusus tapi saya tidak ingat warnanya. Begitu saya bilang berkas mutasi, dia langsung paham dan memberikan saya map. 

Biaya: Beli Map Rp 5.000

  • LOKET PENDAFTARAN CEK FISIK (3)
Dari foto copyan, langsung pindah ke ruangan di sebelahnya yaitu loket pendaftaran cek fisik. Serahkan berkas dari samsat kabupaten yang sudah saya masukkan map baru. Beberapa saat kemudian akan dipanggil dan diberikan kelengkapan (formulir dan sticker) untuk cek fisik. 

  • CEK FISIK (4)
Setelah mendapat berkasnya, langsung berikan ke petugas yang ada di parkiran cek fisik. Prosesnya sangat cepat, gak sampai 5 menit karena memang hanya cek nomor rangka. Setelah selasai, bawa berkasnya ke meja petugas untuk di cek. Setelah oke, langsung pindahkan kendaraan ke parkiran umum (nomor 5).

Biaya:
Cek Fisik Seikhlasnya
Parkir Rp 2.000
           
  • KE GUDANG (6)
Langkah selanjutnya adalah ke gudang, karena kita harus minta stempel dan tanda tangan petugas gudang. Lokasi gudang ada di belakang, antara parkiran dan ruang kaca.

Biaya: Rp 15.000

  • LOKET PENDAFTARAN (7)
Di loket pendaftaran, kita hanya perlu menyerahkan semua berkas tadi kemudian menunggu dipanggil oleh petugas. Seingat saya, di situ akan dicek pula kelengkapan berkas kita. Jika memang sudah lengkap maka petugas akan langsung memperoses. Jadi sebaiknya pastikan tidak ada yang kurang, termasuk hal-hal kecil seperti tanda tangan di formulir. Sebab, antrian di sini cukup memakan waktu dibanding dengan yang lain.

  • LOKET PEMBAYARAN (8)
Dari Loket 7, jika berkas kita sudah di proses maka selanjutnya nama kita akan dipanggil untuk menyelesaikan proses pembayaran di loket 8. Mengenai jumlahnya itu jelas berbeda-beda setiap kendaraan, tapi biasanya berkisar antara 1,5 kali dari pajak reguler (tahunan). Saya sendiri pada saat itu mengurus pajak untuk motor Honda Beat tahun 2013, jika tidak salah pajak yang harus saya bayarkan berkisar 400-500ribu (saya lupa angka pastinya).

  • LOKET PENGAMBILAN STNK (9)
Setelah pembayaran dan menunggu beberapa saat, nama kita akan di panggil oleh petugas loket 9. Petugas akan menyerahkan STNK dan menjelasankan sedikit mengenai BPKB yang baru bisa diambil 3 bulan kemudian.

  • CETAK NOMOR POLISI (10)
Selesai semua proses di ruang kaca, selanjutnya kita harus kembali lagi ke belakang menuju tempat pembuatan plat nomor. Prosesnya tidak lama, hanya berkisar 5-10 menit saja tapi mungkin tergantung antrian juga. Ketika sudah mendapat plat maka selesai sudah, tinggal ambil BPKB di POLRES 3 bulan lagi. 


Terima kasih, semoga bermanfaat.
Share:

Monday, 15 October 2018

CABUT BERKAS KENDARAAN DI SAMSAT KEDIRI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus pajak 5 tahunan kendaraan bermotor di SAMSAT KEDIRI. Ini pengalaman pertama saya dan ternyata gak serumit yang saya bayangkan. Saya sangat mengapresiasi perbaikan pelayanan yang sedang digadang-gadang pemerintah. Saya membuat sketsa sederhana, untuk memudahkan saya menceritakan alur pengurusannya. Pun saya tuliskan biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing pos. Sebenarnya gak rumit, hanya saja memang kita harus berpindah-pindah dan ini yang sedikit memakan waktu.

Sebelum ke SAMSAT KOTA Kediri saya harus mencabut berkas ke SAMSAT KABUPATEN KEDIRI. Sebab, secara geografis tempat tinggal saya adalah kabupaten, namun ada kebijakan baru bahwa administrasi kendaraan bermotor beberapa wilayah kabupaten sekarang  di bawah SAMSAT Kota Kediri. Cabut berkas di Samsat sama sekali tidak rumit dan cepat, selama persyaratannya lengkap. 

Persyaratan cabut berkas: 
1. STNK ASLI 
2. BPKB ASLI
3. KTP asli sesuai nama pemilik STNK.


ALUR PENCABUTAN BERKAS


  •    FOTO COPY BERKAS
Begitu sampai di Samsat, silakan langsung menuju ke Foto Copy. Pelayanan disitu sudah langsung menggandakan dan menatakan dalam map sesuai persyaratan. Beliau juga memberi tahu saya harus kemana setelah foto copy.  Di sini saya cumacabut berkas jadi langsung diarahkan ke loket cabut berkas, kalau misalnya perpanjangan disitu maka langkah selanjutnya adalah cek fisik.

Biaya foto copy RP. 10.000
  

  •  LOKET MUTASI BERKAS
Setelah foto copy saya langsung menuju loket cabut berkas yang berada di sisi tengah Samsat Kab. Kediri (menghadap ke barat). Silakan kumpulkan berkasnya di situ dan kita harus menunggu sebentar karena petugas perlu mencarikan dulu berkasnya di gudang. Setelah berkas siap, nama pemilik STNK akan dipanggil sesuai urutan. Petugasnya juga memberita tahu untuk segera membawa berkas ini ke Samsat Kota Kediri.

Biaya: Gratis

Mungkin banyak diantara kita yang menanyakan, apakah mengurus pajak 5 tahunan bisa diwakilkan? itu kebijakan masing-masing daerah, kebetulan di Kediri bisa. Saat mengurus ini saya membawa STNK dan KTP atas nama ayah. Apakah perlu surat kuasa? tidak. Namun perlu menjadi catatan bahwa masing-masing daerah bisa memiliki kebijakan yang berbeda. Sempat juga waktu menunggu antrian ada yang bertanya, apa saya mengurus kendaraan atas nama sendiri. Beliau nampak heran ketika saya bilang bukan dan kondisi saya saat itu tinggal menunggu cetak STNK baru.


------------------------------------------- Bersambung ke Part 2 ---------------------------------------------------




Share:

Monday, 30 July 2018

Move up

Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Apa kabar teman-teman? semoga Allah selalu menjaga kita semua dalam keadaan sebaik-baiknya. Saya bersyukur, pertengahan tahun ini, tepatnya juni kemarin Allah pilih saya untuk dijadikan pribadi yang lebih baik. Alhamdulillah, Allah kuatkan. Saya gak percaya itu terjadi, tapi saya jauh lebih gak percaya Allah izinkan saya bisa setegar ini. Hari ini tanggal 30 Juli, tepat satu bulan, saya dedikasikan tulisan ini untuk semua teman-teman yang mungkin sedang berjuang berdamai dengan keadaan. Semoga melalui tulisan ini kita bisa saling menguatkan, dengan seizin Allah. Masih banyak hal yang perlu kamu perjuangkan, semangatmu gak boleh redup. Kamu gak sendirian :)

Setiap orang yang berjuang pasti mengingingkan keberhasilan, pun orang yang menunggu pasti berharap pertemuan dan orang yang berkomitmen pasti mendambakan kesetiaan. Tapi, sayangnya realita tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan. Kepercayaan, kesetiaan dan segala hal yang dibangun susah payah dengan sangat perlahan berakhir dengan harus mengikhlaskan. Berat? Sangat manusiawi. Aku yakin tidak ada orang yang tidak sakit hati bila ada diposisi demikian. 

Mungkin hatimu masih terlampau sulit untuk mengerti kejadian ini. Tapi sekarang semua sudah terjadi dan orang yang kamu perjuangkan sudah mengambil keputusan. Sedih itu wajar, tapi jangan lama-lama sebab hidupmu harus tetap berjalan. Semakin lama kita bangkit, maka semakin lama pula kita berada dalam ketertinggalan. Bangun keinginan dalam diri untuk segera bangkit, sekalipun rasanya hati masih menjerit. Lakukan yang bisa kita lakukan, selebihnya biar Allah yang membereskan. Termasuk dia yang sudah membuatmu kecewa dan tak habis pikir karenanya, serahkan pada Allah yang maha Bijaksana. Tetaplah menjadi pribadi istimewa yang lisan dan hatinya terjaga, tidak mencela sekalipun hatimu begitu terluka.

Yakinilah sebenarnya Allah berikan ujian itu ke kamu (bukan ke yang lain) karena Allah tahu kalau kamu kuat menjalani. Kalau Allah saja percaya kamu kuat, masak iya kamu malah gak percaya pada diri sendiri?. Aku percaya kamu hebat, kamu kuat. Kalau ragamu masih berlum kuat untuk berdiri lagi, cobalah mulai dari hati dan pikiran. Tata lagi pelan-pelan, pasti Allah bukakan jalan dan insyaAllah segalanya akan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. 

Jangan putus asa, dengan atau tanpa dia kamu tetap akan bahagia. Yang hilang hanya satu orang, selebihnya masih sama. Tidak perlu menyalahkan siapapun atas apapun. Kalau hatimu masih terlalu berat untuk memafkan, maka ringankanlah dengan iman. Memaafkan bukan berarti membenarkan, apapun alasannya tidak ada penghinatan yang bisa dibenarkan. Tetapi bukan berarti itu bisa jadi pembenaran untuk membenci. Dia tidak sepenuhnya salah, pun kamu tidak sepenuhnya benar. Sebab kebenaran hakiki hanya milik Allah. Akan tidak bijak juga jika sebab kesalahannya ini menjadikan kita lupa akan kebaikannya yang dulu-dulu.

Teman-teman, yakinilah bahwa segala sesuatu terjadi dengan seizin Allah. Maka sebaik-baik tindakan adalah mengembalikan pada Allah. Masalah ini terjadi dengan seizin Allah, maka biar Allah pula yang memberi solusi. Gak mungkin Allah mencabut sesuatu dari kita, kecuali Allah gantikan dengan yang lebih baik lagi. Mungkin bagi kita dia terbaik saat ini, tapi sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang ghaib, termasuk masa depan dan isi hati. Kalau kita sandarkan semuanya pada Allah, apa yang berat akan terasa ringan. Allah itu Maha Melihat, jadi mustahil Allah gak lihat perjuangan kamu. Jika sekarang Allah tidak memberikan apa yang kamu perjuangkan, bukan berarti itu menjadi kesia-siaan. Makhluk bisa menyia-nyiakan kamu, tapi Allah tidak akan pernah menyiakan-nyiakan. Kamu berdoa minta yang terbaik kan? Allah kabulkan doamu dengan memalingkan dia darimu, sebab dia bukan yang terbaik untuk kamu.

Di saat seperti ini, yakinilah bahwa Allah sedang memberikan perhatian ekstra ke kamu. Ibarat anak sekolah, pengawasan itu lebih ketat ketika sedang ujian atau pelajaran hari biasa?. Makanya cobalah untuk bersabar sekalipun kamu berhak untuk marah, cobalah untuk tidak membenci sekalipun hatimu begitu tersakiti, cobalah untuk memaafkan meskipun air matamu masih tak tertahankan. Keikhlasanmu, kesabaranmu, dan keluasan hatimu semoga membawamu pada derajat yang lebih tinggi. Sehingga kamupun layak mendapatkan yang lebih istimewa menurut Allah. Banyaklah berdoa, mintalah apa saja, termasuk seseorang yang jauh lebih baik menurutNya. Mana tahu, Allah palingkan dia dari kamu sebab Allah ingin berikan ruang untuk yang jauh lebih baik. Sekarang semuanya balik ke diri kita, mau bergegas membuka lembaran baru atau masih mau terpuruk pada masa lalu.

Aku mengerti ini berat sekali, tapi sayang waktumu kalau hanya kamu habiskan untuk meratapi. Cobalah untuk sedikit saja membuka mata, di sampingmu ada orang tua dan keluarga yang begitu mengkhawatirkanmu. Kamu tidak sendiri, merekapun merasakan kesedihan dan kekecewaan yang kamu rasakan. Semakin lama kamu gak bangkit, semakin lama pula mereka ikut merasakan sakit. Yang pergi biarlah pergi, masih banyak hal yang bisa kamu syukuri. Tidak mengapa jika ini membuat mimpimu tercerai berai, semua masih bisa dirajut kembali. Kamu tidak sendiri, pun hidupmu masih sangat berarti. Tersenyumlah, kita sambut hari esok dengan harapan baru :) 



Share: