Showing posts with label REVIEW. Show all posts
Showing posts with label REVIEW. Show all posts

Sunday, 6 January 2019

Mengurus pajak 5 tahunan di samsat Kediri

Halo, akhirnya cerita mengurus pajak 5 tahunan  kendaraan bermotor bisa berlanjut juga setelah berbulan-bulan tersimpan dalam draft. Sebelum mengurus pajak, saya terlebih dahulu cabut berkas untuk mutasi dari kantor samsat Kabupaten ke Kota Kediri. Temen-temen yang belum tahu prosedur dan berkas apa saja yang diperlukan untuk cabut berkas di samsat, silakan KLIK DISINI

Saya bikin gambar sederhana, untuk memudahkan menjelaskan alur mengurus pajak 5 tahun dengan mutasi berkas.



Prosedur mutasi berkas dan mengurus pajak 5 tahunan kendaraan bermotor


  • ANTRI CEK FISIK (1)
Begitu sampai di samsat, langsung arahkan kendaraan menuju tempat tes fisik. Lokasinya dibelakang tapi sejajar dengan pintu masuk (di depan kantin, foto copy, dll). Jangan sampai salah parkir di sebelah barat, karena itu untuk parkiran umum.

  • FOTO COPY (2)
Sebenarnya berkasnya tidak perlu difoto copy lagi, karena berkas yang kita foto copy di Samsat Kab Kediri itu diberikan lagi (tidak ditinggal). Jadi disini kita hanya perlu membeli map, karena ada map warna khusus tapi saya tidak ingat warnanya. Begitu saya bilang berkas mutasi, dia langsung paham dan memberikan saya map. 

Biaya: Beli Map Rp 5.000

  • LOKET PENDAFTARAN CEK FISIK (3)
Dari foto copyan, langsung pindah ke ruangan di sebelahnya yaitu loket pendaftaran cek fisik. Serahkan berkas dari samsat kabupaten yang sudah saya masukkan map baru. Beberapa saat kemudian akan dipanggil dan diberikan kelengkapan (formulir dan sticker) untuk cek fisik. 

  • CEK FISIK (4)
Setelah mendapat berkasnya, langsung berikan ke petugas yang ada di parkiran cek fisik. Prosesnya sangat cepat, gak sampai 5 menit karena memang hanya cek nomor rangka. Setelah selasai, bawa berkasnya ke meja petugas untuk di cek. Setelah oke, langsung pindahkan kendaraan ke parkiran umum (nomor 5).

Biaya:
Cek Fisik Seikhlasnya
Parkir Rp 2.000
           
  • KE GUDANG (6)
Langkah selanjutnya adalah ke gudang, karena kita harus minta stempel dan tanda tangan petugas gudang. Lokasi gudang ada di belakang, antara parkiran dan ruang kaca.

Biaya: Rp 15.000

  • LOKET PENDAFTARAN (7)
Di loket pendaftaran, kita hanya perlu menyerahkan semua berkas tadi kemudian menunggu dipanggil oleh petugas. Seingat saya, di situ akan dicek pula kelengkapan berkas kita. Jika memang sudah lengkap maka petugas akan langsung memperoses. Jadi sebaiknya pastikan tidak ada yang kurang, termasuk hal-hal kecil seperti tanda tangan di formulir. Sebab, antrian di sini cukup memakan waktu dibanding dengan yang lain.

  • LOKET PEMBAYARAN (8)
Dari Loket 7, jika berkas kita sudah di proses maka selanjutnya nama kita akan dipanggil untuk menyelesaikan proses pembayaran di loket 8. Mengenai jumlahnya itu jelas berbeda-beda setiap kendaraan, tapi biasanya berkisar antara 1,5 kali dari pajak reguler (tahunan). Saya sendiri pada saat itu mengurus pajak untuk motor Honda Beat tahun 2013, jika tidak salah pajak yang harus saya bayarkan berkisar 400-500ribu (saya lupa angka pastinya).

  • LOKET PENGAMBILAN STNK (9)
Setelah pembayaran dan menunggu beberapa saat, nama kita akan di panggil oleh petugas loket 9. Petugas akan menyerahkan STNK dan menjelasankan sedikit mengenai BPKB yang baru bisa diambil 3 bulan kemudian.

  • CETAK NOMOR POLISI (10)
Selesai semua proses di ruang kaca, selanjutnya kita harus kembali lagi ke belakang menuju tempat pembuatan plat nomor. Prosesnya tidak lama, hanya berkisar 5-10 menit saja tapi mungkin tergantung antrian juga. Ketika sudah mendapat plat maka selesai sudah, tinggal ambil BPKB di POLRES 3 bulan lagi. 


Terima kasih, semoga bermanfaat.
Share:

Monday, 15 October 2018

CABUT BERKAS KENDARAAN DI SAMSAT KEDIRI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus pajak 5 tahunan kendaraan bermotor di SAMSAT KEDIRI. Ini pengalaman pertama saya dan ternyata gak serumit yang saya bayangkan. Saya sangat mengapresiasi perbaikan pelayanan yang sedang digadang-gadang pemerintah. Saya membuat sketsa sederhana, untuk memudahkan saya menceritakan alur pengurusannya. Pun saya tuliskan biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing pos. Sebenarnya gak rumit, hanya saja memang kita harus berpindah-pindah dan ini yang sedikit memakan waktu.

Sebelum ke SAMSAT KOTA Kediri saya harus mencabut berkas ke SAMSAT KABUPATEN KEDIRI. Sebab, secara geografis tempat tinggal saya adalah kabupaten, namun ada kebijakan baru bahwa administrasi kendaraan bermotor beberapa wilayah kabupaten sekarang  di bawah SAMSAT Kota Kediri. Cabut berkas di Samsat sama sekali tidak rumit dan cepat, selama persyaratannya lengkap. 

Persyaratan cabut berkas: 
1. STNK ASLI 
2. BPKB ASLI
3. KTP asli sesuai nama pemilik STNK.


ALUR PENCABUTAN BERKAS


  •    FOTO COPY BERKAS
Begitu sampai di Samsat, silakan langsung menuju ke Foto Copy. Pelayanan disitu sudah langsung menggandakan dan menatakan dalam map sesuai persyaratan. Beliau juga memberi tahu saya harus kemana setelah foto copy.  Di sini saya cumacabut berkas jadi langsung diarahkan ke loket cabut berkas, kalau misalnya perpanjangan disitu maka langkah selanjutnya adalah cek fisik.

Biaya foto copy RP. 10.000
  

  •  LOKET MUTASI BERKAS
Setelah foto copy saya langsung menuju loket cabut berkas yang berada di sisi tengah Samsat Kab. Kediri (menghadap ke barat). Silakan kumpulkan berkasnya di situ dan kita harus menunggu sebentar karena petugas perlu mencarikan dulu berkasnya di gudang. Setelah berkas siap, nama pemilik STNK akan dipanggil sesuai urutan. Petugasnya juga memberita tahu untuk segera membawa berkas ini ke Samsat Kota Kediri.

Biaya: Gratis

Mungkin banyak diantara kita yang menanyakan, apakah mengurus pajak 5 tahunan bisa diwakilkan? itu kebijakan masing-masing daerah, kebetulan di Kediri bisa. Saat mengurus ini saya membawa STNK dan KTP atas nama ayah. Apakah perlu surat kuasa? tidak. Namun perlu menjadi catatan bahwa masing-masing daerah bisa memiliki kebijakan yang berbeda. Sempat juga waktu menunggu antrian ada yang bertanya, apa saya mengurus kendaraan atas nama sendiri. Beliau nampak heran ketika saya bilang bukan dan kondisi saya saat itu tinggal menunggu cetak STNK baru.


------------------------------------------- Bersambung ke Part 2 ---------------------------------------------------




Share:

Sunday, 17 September 2017

Pendaftaran santri baru Gontor (Pengalaman pribadi) - Part 4

Situasi saat pengumuman penerimaan santri Gontor


Assalamualaikum

Setelah jeda agak lama, terselip beberapa postingan lain, akhirnya saya melanjutkan lagi cerita tentang pengalaman saya ketika mendaftarkan di Gontor. Ini merupakan part 4, yang insyaAllah akan menceritakan momen pengumuman dan segala keriwehan penempatan santri. Cerita mengenai syarat dan proses pendaftaran serta ujiannya sudah saya tulis di bagian sebelumnya. Berikut linknya:

PART 1 - Kelengkapan, Waktu dan Biaya Pendaftaran

PART 2 - Proses Pendaftaran

PART 3 - Ujian masuk Gontor

Setelah ujian selesai, kini waktunya calon pelajar dan calon wali santri menunggu pengumuman. Kalau kayak gini ya banyakin berdoa dan persiapkan mental untuk menerima ketetapan terbaik yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Pada waktu itu agak simpang siur kapan pengumuman, tidak ada pemberitahuan resmi juga dari panitia. Tapi yang jelas itu gak lama, saya lupa selang berapa hari tapi yang jelas gak sampai seminggu. Mungkin sekitar 3-4 hari dari tes tulis.

Hari demi hari, tenda mulai terpasang, kursi mulai berjajar pertanda hari pengumuman kian dekat. Sampai akhirnya suatu malam ada pemberitahuan kepada calon santri bahwa besok adalah hari H pengumuman dan santri sudah harus berkumpul jam 06.00 untuk ikut pengarahan. Antusias calon pelajar dan wali santri tentu sangat tinggi untuk segera tau pengumumana. Sebelum shubuh, banyak calon pelajar termasuk adik saya yang sudah bersiap. Sebagian dari mereka sengaja mandi di luar (kamar mandi masjid dan bapenta) karena menghindari antrian di kamar mandi dalam. Mandi, sholat shubuh dan langsung kembali masuk ke asrama lagi.

Calon wali santri juga gak kalah antusias, parkiran mobil itu penuh sepenuh-penuhnya sampai tepi jalan raya. Dari pendaftaran ke pengumuman itu gak sebentar, jadi banyak calon wali santri yang pulang dulu dan kembali lagi saat hari pengumuman tiba. Saran saya sebaiknya jangan datang paginya, karena mulai habis magrib itu sudah mulai berdatangan.

Jam 6 pagi wali santri mulai berduyun-duyun masuk ke dalam, merapat ke tenda tempat dimana pengumuman dibacakan. Tenda itu terpasang di depan gedung oren, memanjang ke barat, yang kira-kira akan menampung 2.400 calon santri. Tenda itu memang dikhususkan untuk calon santri saja. Sementara calon wali santri ya memadati sekitar tenda, mencari tempat ternyaman masing-masing untuk mendengar kenyataan. hehe.

Suasana pengumuman

Pengumuman di Gontor berbeda dengan tempat lain, yang cukup di tempel di papan pengumuman atau bahkan diumumkan online. Di sini, pengumuman dibacakan bergantian oleh pimpinan pondok. Nomor yang diterima maupun yang tidak diterima akan dibacakan semua. Itu sama sekali tidak ada jeda dan semuanya diharapkan tertib, menyimak sampai semua selesai dibacakan. Pimpinan, Kyai Hasan, mulai memberikan sambutan pukul 07.00 dan selesai tepat pukul 08.00. Setelah itu mulailah dibacakan nomor-nomor yang diterima di Gontor putri 1, 2, 3, 5 sampai nomor yang belum bisa menjadi santri Gontor tahun ini.

Bagi yang punya nomor awal, begitu kepanggil rasanya langsung lega gitu ya. Tapi kalau yang nomornya ribuan, ya harus agak sabar, tenang dan keep praying. Adik saya daftarnya belakangan jadi dia dapat nomor 2.000 sekian. Ya itu agak lumayan juga dag dig dug nya pas mulai dibacakan, nomor awal-awal. Pas dengan Kyai Hasan membacakan, "Di terima di Gontor Putri 1, nomor x, x, x, ........" air mata saya langsung netes. Antara terharu, cemas, berharap, semua campur aduk. Apalagi lihat orang tua yang nomor anaknya sudah terpanggil, masyaAllah. Melihat ibu bapaknya berpelukan sambil menangis terharu, MasyaAllah ikut terharu banget rasanya.

Lama kelamaan saya mulai tenang, sampai akhirnya mulai dag dig dug dan sangat gak karuan pas udah mulai dekat 2000. Saya dan Mama nyimak bener-bener sampai pindah tempat, dari yang awalnya dibelakang. Pindah merapat ke dekat tenda calon santri. Semakin harap- harap cemas, ketika Ustadz sudah membacakan 19XX, 19XX, ....... 2.050, 205X, 20XX. Jeng jeng nomor adik saya terloncanti. saya speechless sejadi-jadinya. Astagfirullah, saya dan mama seketika itu pula saling melihat dan menetes air mata. Posisi kita agak kepisah jadi kita gak bisa berinteraksi lebih. Rasanya badan saya lemes langsung, sedikit hopeless karena Gontor putri 1 ini menerima paling banyak. Bahkan sepengetahuan saya hampir setengah dari keseluruhan total santri yang diterima ditempatkan di GP 1. Sisanya baru GP2, GP3, dan GP5 yang paling sedikit. Jadi ya gimana ya, kayak yang punya peluang terbesar ya di GP 1. Terlebih lagi ini pengalaman pertama, semua serba baru dan hanya mengandalkan insting sok tahu. haha.

Pengumuman terus berlanjut, penempatan Gontor Putri 1 selesai dan mulailah dibacakan Gontor Putri 2. Kita semua gak henti-hentinya berdoa, meminta yang terbaik padaNya. Dari yang awalnya berdoa dapat di GP 1, sampai akhirnya pasrah dan berdoa minta yang terbaik. Tapi ya tetep harapannya bisa ketrima, mau di GP 2, 3 bahkan di GP 5 sekalipun. Oke, GP 2 Mulai dibacakan satu persatu mulai dari nomor terkecil. Ini agak cepat nunggunya karena kan gak sebanyak GP 1.  Kalau dilihat dari whats app saya, nomor 2000an sudah terpanggil kurang dari setengah jam. Alhamdulillah adik saya diterima dan ditempatkan di Gontor Putri kampus 2. Alhamdulillah, Alhamdulillah 'ala kulli hal.

Begitu nomor dia dipanggil, saya dan mama lansung mundur untuk mengabari yang perlu dikabari dan mengurus keperluan adik. Sementara anaknya masih harus tetap stay di tempat sampai rangkaian pengumuman selesai dan sujud syukur di masjid. Alhamdulillah, Alhamdulillah. Prosesnya juga tidak berhenti sampai disini, bagi yang diterima di GP 2, GP 3 dan GP 5 langsung diberangkatkan saat itu juga. Alhamdulillah GP 2 sebelahan dengan GP 1, jadi kita tinggal jalan lewat jembatan yang menghubungkan GP 1 dan GP 2. Alhamdulillah lagi kita berempat plus adik saya, jadi sekali jalan barangnya sudah kebawa semuanya. Dia bilang sebelum setengah 12 harus sudah sampai GP 2 karena ada pengarahan, jadi ya emang bener-bener langsung jalan saat itu juga. Begitupun yang ke GP 3, bis bis sudah stay disana. Orang tua tidak perlu khawatir karena pondok sudah menyiapkan bis untuk santri dan truk untuk mengangkut barangnya.

Berita penerimaan Gontor Putri di Majalah Gontor

Saat itu lalu lalang manusia bawa-bawa koper, kasur, ember, dll bener-bener banyak sekali. Begitupun lalu lalang kendaraan, gak kalah riwehnya. Semuanya campur aduk, sama kayak perasaan orang-orang saat itu. Ada yang nangis terharu, ada yang nangis sedih. Pokoknya ini momen terhactic menurut saya, gak bisa dideskripsikan. Dari 2.400 sekian calon santri, akhirnya yang diterima adalah 1.900 sekian. Sehingga ada sekitar 500 calon pelajar yang belum bisa belajar di Gontor tahun ini. Lalu kira-kira mereka harus sekolah dimana? sebab sekolah umum juga sudah tutup. Tunggu ceritanya di part selanjutnya ya, terima kasih. :)


---------------------------------------------------------------------Bersambung ke PART 5 :)







Share:

Saturday, 16 September 2017

REVIEW EDU HOSTEL YOGYAKARTA (English version)

Yogyakarta is one of the most populer tourist destination in Indonesia. That's why Adi Sucipto International airport is nominated as the most crowded airport. Along with the increasing of tourist population, hotel industry in Jogja also developes significantly. Edu Hostel is an example of a newcomer hotel, it kind of hostel exactly.

I will try to review this hostel based on my own experience. I have stayed there three times along this year. The hostel is recommended enough, thats why i do repeat booking and write this review for sharing with you all.  Hope it will help u to choose a low budget hostel on ur Yogyakarta's itinerary :)


Rate

The rate of edu hostel, on September 2017, is only
IDR 80.000/night/bed/person for dormitory room
IDR 460.000/night/room for private room

Hostel Facilities

  • 2 room types (dorm and private) 
  • Big Locker (for each person in bed room)
  • Air Conditioning
  • Bath room inside (hot water)
  • Rooftop swimming pool
  • Rooftop terrace
  • Common tv area
  • Free wi-fi access (Lobby area only)
  • Breakfast include (For all room type)
  • Water Refill
  • Bicycle (for rent)
  • Mushola (in first floor)

I really enjoy this hostel, the facilities are more than enough for IDR 80.000. Even i can get lower price by getting a promo from traveloka. I payed about IDR 105.000 for 2 night on my first coming and IDR 140.000 for my last trip. When i was coming it's ramadhan, the front office offer me to change the breakfast into "sahur". I got really nice impression because the menu serve completely. There are rice, soup, fried chicken, tempe, cracker, water melon and hot tea. Like so wow, for a hostel IDR 50.000/night. But the special package is only served in ramadhan, because they has already had daily menu in regular day, like i share below. If u can't find ur own food, it's also possible to upgrade ur breakfast menu. Please inform the front office a day before.

Roof top
Image source http://www.eduhostels.com/photo


Breakfast schedule 

Fried rice and hot tea for breakfast


Room Type 

Edu Hostel has 5 floors, the first floor for lobby and meeting venue, the second and third are dormitory, fourth is private room and the last one is roof top for public area with some fasilities. There are 2 room's type here, which is dorm and private. Dorm type is devided in to female and male dorm. So make sure that u has already booked the right dorm type for ur own. The dorm is consist of 3 bunk beds (6 single bed) for each room, both of male or female dorm. It has a bath room with 2 showers inside and a dry toilet in another side. Besides the private room is design for family (max 4 person), the room is consist of 1 big bunk bed. We will get a king size bed and 2 single bed above. I dont know inside the room because i never booked it yet. But i think the whole fasilities are almost same, except a television in private room.

I personally really enjoy here, i'm glad to meet a new friend from another city, even another country. Some people maybe little bit getting worry about the privacy of the shared room. But it is not as bad as u though before. Everyone has a locker, just put ur personal belongings there. If u bring a pricey thing (like laptop, camera, etc), it's better to put your own padlock because there is no key on the locker. We can bring our own padlock or buy it in front office about IDR 12.000. Oh ya, dont forget to write on the special request form if u prefer to choose the lower bed rather than the upper bed.

We have to give deposite about IDR 50.000 when we are check in. It's like a bail, perhaps we broke or lose the electric key card. If you stay in private room, you will get 1 key card only. So if you wanna have more key card, u should pay the bail as much as the key you want (IDR 50.000/ key). We need the key to open the door of our bed room and the door in front of the lift in each floor.

dormitory room  (6 beds)
Image source http://www.eduhostels.com/photo
Private room
Image source http://www.eduhostels.com/photo

Hostel Location

Edu hostel is located in Letjen Suprapto street number 17, Ngampilan, Yogyakarta. I think it is strategic enough because of the easily access. If u wanna stay near Malioboro street, the hotel can be ur choice. It's neither far nor near, but still very accessible to the Malioboro street, Beringharjo market, Yogyakarta station, Sultan palace or any others place in the downtown.

Hotel Access

Edu hostel can be accessed using any kind of transportation, even by foot. Wherever your arriving point is, there are public transportation to go to Edu hostel. The detail below:

From Yogyakarta Train Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Malioboro bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  • By Pedicab
    About IDR 15.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 3.000 for motorbike
  • By foot 
From Adi Sucipto Airport
  • By Trans Jogja
    (get on: Bandara bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
From Giwangan Bus Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Giwangan Trans Jogja bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 25.000 for online taxi


Share:

Wednesday, 30 August 2017

Pendaftaran santri baru Gontor (Pengalaman pribadi) - Part 3

Alhamdulillah tulisan ini sudah masuk part 3, entah akan selesai di part berapa. Gontor terlalu menarik untuk tidak di ceritakan. :)
Bagi yang belum membaca part sebelumnya, mungkin berkenan untuk membaca melalui link sebagai berikut :

PART 1 - Kelengkapan, Waktu dan Biaya Pendaftaran
PART 2 - Proses Pendaftaran

Di part ini saya akan menulis tentang ujian masuk Gontor, yakni seputar ujian lisan dan ujian tulis. Namun sebelumnya perlu saya informasikan bahwa saya bukan santri/alumni gontor, jadi tidak pernah mengikuti ujian masuk Gontor. Sehingga apa yang saya tulisakan disini merupakan hasil rangkuman dari apa yang saya lihat (semasa mendaftarkan), saya dengar (dari adik, alumni dan orang disana) dan saya baca dari web tentunya. :)




  • UJIAN LISAN MASUK GONTOR
 Ujian lisan dilaksanakan satu rangkaian dengan proses pendaftaran yang sudah saya ceritakan di bagian sebelumnya. Disini, setiap calon pelajar akan berhadapan (face to face) dengan penguji, yang merupakan seorang Ustadz senior. Ujian lisan biasanya fleksibel, dalam artian pertanyaan untuk masing-masing orang berbeda. Namun pastinya tetap dalam satu koridor yang sama, yakni seputar ibadah qauliyah (seperti membaca Al-Quran) dan ibadah amaliyah (Seperti praktik sholat).

InsyaAllah anak lancar di ujian lisan jika memang dalam kesehariannya dia selalu melaksanakan shalat dan rutin membaca Al-Quran. Syukur-syukur jika sudah paham tajwid dengan benar, itu lebih bagus lagi. Sebaiknya memang memperlajari tajwid, menghafal doa sehari-hari dan menghafal surat-surat pendek untuk mendukung dua hal utama yang diujikan. Meskipun tidak tahu dengan pasti komponen-komponen apa yang menjadi penilaian, tapi tidak ada salahnya mempersiapkan hal itu sejak dini. Sebab tentu akan lebih bagus jika hal itu memang sudah menjadi kebiasaan, bukan dihafal tiba-tiba ketika mau masuk Gontor.

Selain kedua materi tersebut, calon pelajar juga ditanya beberapa hal layaknya sebuah psikotes namun sederhana. Seperti tentang latar belakang dan motivasi masuk gontor. Kayak sepertinya sebagian besar calon pelajar ditanya, "kenapa ingin masuk Gontor?". Pertanyaan itu sebenarnya tidak asing, ada di map hijau yang berisi formulir pendaftaran dan bahkan terpampang besar di dinding salah satu gedung di Gontor Pusat, Ponorogo. Jadi sebaiknya direnungkan kembali, apa sebenarnya niat nyantri di Gontor. Lillah atau di suruh orang tua? hehe. Terakhir jangan lupa untuk selalu memperhatikan adab ketika berhadapan dengan penguji, bahkan mulai dari masuk ruangan.




  • UJIAN TULIS MASUK GONTOR
Ujian tulis materinya meliputi imla' (dikte bahasa arab), Bahasa Indonesia, berhitung soal dan angka. Tidak ada berbedaan materi ujian yang diujikan kepada calon pelajar lulusan SD, dengan calon pelajar dari SMP yang nantinya akan masuk kelas intensif. Tapi kalau dari cerita adik saya (Lulusan SMP) dan rekannya (Lukusan SD), sepertinya hal itu tidak terlalu menjadi masalah untuk pelajaran umumnya.

Masing-masing kelompok soal jumlahnya dibawah 10 nomor dengan waktu 60 menit. Kalau kata mereka soalnya itu materi mendasar. Bahasa Indonesia misalnya susunan kata, jenis kalimat, sinonim antonim, peribahasa, dan singkatan. Kalau berhitung angka ya intinya penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dan beberapa satuan hitung. Sedangkan berhitung soal adalah soal cerita sederhana, setara dengan pelajaran kelas 6 SD. Sementara, untuk imla' saya gak mengerti sama sekali gambaran soal dan teknisnya bagaimana. Kapan-kapan kalau ingat coba saya tanya ke adik saya ya, nanti saya update lagi. InsyaAllah. :)





Ada beberapa saran dan tips dari saya, terutama untuk teman-teman yang awam sekali dengan Gontor seperti saya dan keluarga.
  • Sebelum mempersiapkan diri belajar materi ujian masuk Gontor, sebaiknya kuatkan niat dan tekad, ya orang tuanya ya anaknya. Banyak-banyak cari informasi mengenai Gontor misal tentang kehidupan pesantrennya, sistem pendidikannya, dll. Tidak sedikit yang sudah berhasil diterima namun harus mengundurkan diri karena kaget, tidak kuat, tidak sesuai bayangan, dll.
  • Coba cari link info alumni Gontor di kota anda tinggal, beberapa (tidak semua) konsulat mengadakan bimbingan persiapan masuk Gontor. Jika konsulat tidak mengadakan, mungkin bisa juga minta bantuan personal ke seorang alumni. Syukur-syukur kalau tetangganya, kakaknya, papanya, mamanya atau siapapun sudah ada yang pernah nyantri di Gontor. hehe :) 
  • Tidak ada salahnya survey dulu ke Gontor. Kalau kemarin saya dan Adik survey ke Gontor Putri 1 di Ngawi sekalian cari informasi. Tapi jauh sebelum ini, pernah ke Gontor pusat di Ponorogo meskipun gak turun dari mobil karena cuma pengen tau Gontor. 
  • Beli buku panduan. Kemarin saya sempat lihat online, ada di tokopedia kalau gak salah. Namun saya baru lihat aja, belum jadi beli. 
  • Persiapkan apapun sebaik mungkin, saingan kamu ribuan. Namun harus selalu optimis juga, terlebih bagi yang dari sekolah umum, banyak kok dan bisa juga buktinya. Kemarin waktu sambutan Kyai Hasan mengatakan, "Gontor tidak bisa menerima anak yang belum bisa membaca dan menulis arab sama sekali. Kalau dipaksakan seperti memberikan kacang pada bayi". Jadi yang dari sekolah umum perbanyak latihan imla' ya. Kapan-kapan coba saya tanya ke yang lebih paham gimana caranya belajar imla' secara otodidak ya, semoga ingat :) 
  • Pengumuman ruang ujian tulis itu ditempel sehari sebelumnya, jadi sempatkan untuk survey lokasi ruangnnya dulu. Supaya gak nyasar besok paginya pas mau ujian, apalagi pas ujian bagian wilayah pondok steril dari calon wali santri. Maksudnya wali santri hanya bisa mengantar sampai gerbang aja.
Setelah ujian selesai, maka beberapa hari selanjutnya adalah menunggu pengumuman. Pengumuman di Gontor itu unik, bukan ditempel namun dibacakan satu persatu nomor ujiannya. Kira-kira kebayang gak gimana tegangnya nyimak pengumuman?. Cerita lengkapnya akan ada di part selanjutnya :)


......................................................................................................Berlanjut ke PART 4









Share:

Monday, 19 September 2016

Loker (penitipan barang) di stasiun Tugu Yogyakarta

Sebagai kota yang menjadi tujuan sejuta umat, banyak orang hilir mudik di kota ini. Bagi teman-teman yang mungkin hanya singgah ke Kota Jogja, mungkin adakalanya bingung harus menaruh mana barang bawaan. Mungkin juga banyak yang bingung naruh barang sebelum check in penginapan. Daripada jalan-jalan sambil nenteng carrier atau bahkan koper, mungkin barangnya bisa ditipkan loker. Ya, ada loker (penitipan barang) di stasiun tugu Yogyakarta.

Locker penitipan barang stasiun Tugu Yogya
Sumber: dok pribadi
LOKASI 
Lokasinya ada ditengah, jadi kalau teman-teman datang dari pintu selatan itu bener-bener lurus aja. Kalau datang dari pintu timur ya tinggal lurus ke barat (kearah toilet dan mushola), nah kita bisa menemukannya sebelum sampai di gazebo ruang tunggu. Jadi lokasinya ada diantara peron selatan dan peron utara, menghadap ke timur, bersebrangan dengan kios Gudeg. Tempatnya jadi satu dengan pejual pulsa, petugas lokernya ya penjual pulsa itu.

UKURAN
Ukuran lokernya cukup besar, mungkin kalau hanya ransel biasa bisa muat 3 tas. Bahkan mungkin koper ukuran medium bisa masuk juga. 

HARGA
Saya tidak tau harga pastinya, kata blog tetangga sebelah sih Rp 10ribu per loker. Tapi mungkin sudah berubah karena pas saya nitipin disana awal bulan agustus kemarin harganya beda, Jadi saya ditanya, sampai jam berapa? nah pada saat iitu saya menitipkan dari jam 12-jam 18.00 dan harga yang saya bayarkan adalah Rp 30.000. Saya gak ngerti sih perhitungannya bagaimana, tapi yang jelas itu di bukunya dicatat jam masuk dan keluar serta nominal uangnya. Nah saya sempet lihat ada orang yang menitipkan barang kira-kira 6 jam juga tapi kok uangnya beda dengan yang saya bayarkan. Sejujurnya saya kaget sih pas petugasnya menyodorkan saya nota dan bilang "jadi Rp 30.000 mbak". Ya itu jauh banget dari info tetangga sebelah, apalagi tas saya cuma satu. Mungkin nanti kalau teman-teman atau saya menitipkan lagi bisa diperjelas ke petugasnya. hehe. 

ATURAN
Menurut blog tetangga sebelah, syaratnya harus punya tiket hari itu juga. Sebenarnya petugasnya gak nanya sih kita punya tiket hari itu atau enggak. Tapi ini make sense aja, secara kalau gak punya tiket hari itu kan kita jadi gak bisa masuk stasiun lagi buat ambil barang yang dititipin. haha. Nah waktu itu case saya, jadi saya check out penginapan jam 12 siang dan kereta saya jam 6 sore. Karena masih ingin jalan-jalan dan males bawa barang, ya sebenarnya bisa dan boleh aja dititipin dulu di FO penginapan tapi ya males bolak balik lagi, ya mending sekalian check out dan barangnya titipin loker. Caranya, beli go show tiket prameks seharga 8.000 (beda-beda) dan langsung masuk stasiun buat nitipin barang. Lalu keluar lagi dan balik lagi ambil barang pas sekalian keberangkatan kereta kita yang sebenarnya. Kereta prameks keberangkatannya sehari sangat banyak sekali bahkan hampir setiap 2 jam sekali, jadi jangan khawatir kelewat jamnya.  


Share:

Saturday, 23 April 2016

Pandanaran Hotel Yogyakarta


Pandanaran Hotel Yogyakarta merupakan grup dari Pandanaran Group yang berpusat di Semarang. Hotel ini berlokasi di Jalan Prawirotaman 1 no. 38 Jogjakarta , tepat di depan Gelato dan Aglioo. Lokasinya cukup mudah dijangkau, bisa naik TransJogja, taxi, becak atau transportasi lainnya. Pastikan Anda datang dari jalan parangtritis, karena mulai bulan april kemarin jalan prawirotaman diberlakukan satu arah dari barat ke timur (Dari jalan parangtritis ke jalan sisingamangaraja). Lurus ke arah timur mungkin sekitar 300m, anda akan menemukan hotel ini di sebelah kanan jalan. Sangat kelihatan karena ada tulisan hotel pandanaran cukup besar di depan hotel.

Sebelum bercerita lebih jauh saya mau bercerita tentang kenapa akhirnya saya memilih pandanaran hotel. Awalnya saya tetep berusaha mencari di sekitar malioboro, dengan kriteria hotel konsep modern, ada kolam renang kalau bisa rooftop dan low budget. Rata-rata dengan kriteria itu di sekitar malioboro harganya 400 keatas. Saya sempat kepikiran merapi merbabu, tapi ternyata aksesnya sulit. Saya juga kepikiran di queen of the south beach resort, tapi ini jauh banget dan saya gak punya kendaraan. Akhirnya saya coba cari daerah prawirotaman, ada galeri prawirotaman dan pandanaran yang cukup menarik hati saya. Pas saya lihat-lihat, akhirnya saya memutuskan booking pandanaran.

Saya menginap disini hanya semalam karena keesokan harinya saya langsung melanjutkan perjalanan ke Kediri. Pada saat itu saya booking via traveloka dengan tipe budget room without breakfast, refundable policy aplly. Menurut saya sesuai dengan motonya simply the smart choice, memang hotel ini adalah pilihan yang simpel. Di traveloka saat itu hanya tersedia 2 tipe kamar yaitu budget dan standart. Tapi jenisnya macam-macam, perbedaannya terletaka pada jenis bed, sarapan dan refund. Saat itu saya memilih Queen budget room only yang bisa di refund dengan rate RP 304.000. Kebetulan saat itu ada promo dari traveloka promo 15% dengan minimal transaksi 300ribu. Alhamdulillah saya akhirnya hanya bayar 250ribu sekian.

Apakah ini sepadan dengan yang saya dapat? menurut saya ya. Pas saya check in ternyata saya mendapat free upgrade dari budget room ke standart room. Tentu saja standart room lebih luas ukuran kamarnya, tapi kayaknya secara fasilitas sama aja. Pas booking saya request kamar lantai atas yang viewnya bagus dan sayapun mendapatkan itu. Kamar saya di lantai 5 (paling atas) satu lantai dengan bar dan kolam renang.

Standart room double
Source: www.yogyakartahotels.net
View kamar

Kamarnya standart kurang lebih seperti itu. Kalau yang budget itu lebih sempit, kaca cendelanya lebih sempit dan kamar mandinya juga lebih sempit. Bagi saya yang sendiri sih ini sudah cukup, tapi mungkin kalau bawa keluarga agak berasa sempit. Kamarnya bersih dan semua terawat. Fasilitas yang ada di kamar AC, TV LED, line telepon, heater dan minumannya, laci, gantungan baju, sandal, handuk dan peralatan mandi lainnya, cermin kamar, cermin kamar mandi, hot water, dan washtafel. Semua berfungsi dengan baik dan sangat nyaman sih bagi saya. Channel TV juga lumayan lengkap, oh ya wifinya juga lumayan. :) Saya senang dengan kamar ini, saya bisa melihat kehidupan prawirotaman dini hari. Ya sebenarnya gak ada apa-apa, cuma ada pedagang dadakan yang mau gelar dagangan karena kebetulan ada rombongan anak SMP menginap disini juga.


Rooftop swimming pool Pandanaran hotel Yogyakarta
Ini sebenernya bagian yang membuat saya terpesona pada pandangan pertama. Haha. Walaupun saya gak jago berenang bahkan gak bisa, tapi saya senang aja ke kolam renang. Kayak tujuan saya ke Jogja juga selalu ada agenda ke kolam renang. Well, kolam renang Pandanaran terletak di lantai 5 selantai dengan bar dan fitness center. Gak begitu luas tapi ya cukuplah untuk saya yang cuma mau renang-renang lucu. haha. Kolam anak dan dewasa jadi satu, untuk yang dewasa sekitar 1,2 kalau tidak salah. Pas saya main ke kolam sore hari, kolamnya yang bener-bener sepi disitu cuma ada 2 cewek (bukan tamu hotel). Saya merasa sangat bersyukur saat itu karena saya bisa menikmati senja dan jogja bersama-sama. Tidak lama kemudian, adzan magrib lalu saya menuliskannya senja, Jogja dan Dia. Sempurna. Saat duduk-duduk santai sunbathing, sambil menikmati pemandangan jogja dari atas. Suasanya sangat sendu karena memang saat itu mendung. Susah dideskripsikan, yang jelas saya bersyukur sekali dengan nikmat Tuhan saat itu. Walaupun saya sendiri, bagaimanapun saya harus bersyukur karena saat itu saya merasa hidup damai sedamai-damainya. Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan. :) . Oh ya kalau berenang aja sepertinya bisa juga, dengan membayar 50ribu rupiah. Mungkin lebih lengkapnya bisa dilihat di web pandanaran jogja.


Overall saya puas sekali dengan hotel ini. Harga terjangkau, fasilitas oke, ada rooftop swimmingpool, staff ramah, parkir basement cukup luas dan akses ke hotel juga gampang. Tapi ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan managemen hotel untuk perbaikan. Pertama, closet kamar mandi tercium bau yang sedikit gak enak. Kedua handuk kolam renang itu kan harusnya yang lebar, tapi pas saya minta dikasih yang ukuran standart kayak di kamar. Saya kurang paham juga apakah ini karena saya tidak mengenakan pakaian terbuka jadi gak perlu handuk yang gede atau bagaimana. Ketiga, itu kamarnya gak kedap suara ya? saya kayak denger suara tv kamar sebelah. Terakhir, saya kemarin coba booking pakai weebsite dengan memasukkan kode easybooking. Berhasil dan kode diterima tapi harganya malah lebih mahal. Sepertinya ini belum di update atau memang kodenya sudah expired. Itu saja masukan dari saya, maaf kemarin pas check out lupa mau ngomong karena buru-buru. Selebihnya saya puas sekali dengan service pandanaran hotel Jogjakarta. Kemarin saya dapat telpon dari sales hotel menawarkan kartu member. Kalau saya tinggal di Jogja mungkin bisa dipertimbangkan, sayangnya saya tinggal di Depok jadi paling ke Jogja jarang sekali. Tapi jika ke Jogja lagi, saya mungkin akan mempertimbangkan untuk menginap disini lagi. :)
Share:

Wednesday, 2 March 2016

First order grab car :)

Hai, apa kabar? Pagi ini aku mau cerita pengalaman memakai grab car dari stasiun jatinegara ke Depok. Sebenarnya saya sudah pernah coba pakai grab taxi, tapi sama drivernya malah di cancel. Jadi ini pengalaman pertama saya pakai grab sekawan. Haha. Kereta saya tiba di jatinegara sekitar jam 2, biasanya saya nunggu krl sampe jam 5. Tapi karena ada kuliah pagi dan hujan, jadi saya mau yang gak ribet. Setelah check, estimasi kalau naik gojek dan grab bike 38 ribu, grab taxi 120-148 ribu, grab car 98 ribu. Daripada naik taxi gelap kan pasti lebih mahal, apalagi saya sendirian jadi dengan alasan keamanan, kecepatan dan kehematan saya pilih grab car.
Setelah istirahat makan pop mie di jatinegara, akhirnya jam 4 saya order. Ini dilematis juga, mau order takut kepagian masih gelap, mau nunggu subuh takut kesiangan. Akhirnya saya putuskan order jam 4 dengan pertimbangan, jam segitu sudah mulai ramai tapi masih ada waktu juga buat istirahat di kosan. Setelah saya order, munculah driver yang menerima order saya bernama samsul dengan mobil all new avanza hitam. Dia sms saya memberitahukan posisinya di sebrang jalan. Akhirnya saya telepon untuk memastikan posisinya.
Namanya juga grab car, jadi ya ini pure mobil pribadi jadi berasa dijemput sopir. Haha. Perasaan was-was masih tetep ada, secara itu masih jam 4 pagi. Serem aja, pagi buta cewek sendirian dijalanan. Haha. Saya nanya sampe Depok kira2 jam berapa? Bapaknya bilang sekitar 45 menit. Ya aku bilang, aku diburu waktu makanya naik grab car kalau biasanya sih nunggu kereta. Karena jalanan sepi, drivernya bisa agak kenceng macu mobilnya. Perasaan saya juga mengatakan tadi sama drivernya di cariin jalan-jalan tikus gitu. Sempat takut juga, jalanan begitu kan sepi. Tapi pas udah sampe kalibata situ saya kan udah kenal daerahnya, jadi saya agak tenang. Alhamdulillah sekitar jam 4.40 saya udah sampe kost dengan selamat. Ini cepet banget karena tadi jalan dari jatinegara sekitar jam 4.15. Sampe kosan langsung aku kasih bintang 4 dan positive testimony. Hoho. Thanks.
Share:

Sunday, 10 January 2016

Review nonton bareng film tausiyah cinta




Kediri, 10 Januari 2016. Semoga belum telat membahas film tausiyah  cinta yang cukup membuat saya penasaran dari bulan lalu. Sebenarnya di Depok waktu itu sudah ada nonton bareng tanggal 6 Desember, tapi mau UAS saya pending dulu dan nunggu tayangnya saja. Sampai akhirnya saya pulang ke Kediri film ini belum tayang juga, ternyata baru tayang serentak 7 Desember. Meskipun begitu, kalau kamu mau nonton film ini di golden ya belum ada. Tayang serentak itu biasanya buat XXI dan blitz megaplex, ya beda kelas jadi golden jadi makmum ajah. haha. Kayak yang lain udah tayang serentak, disini baru masuk list coming soon. Tapi syukur setidaknya ada bioskoplah, gak kayak yang sering dipertanyakan teman-teman kuliah saya, "Di Kediri ada mall sama bioskop gak?". haha.


Film tausiyah adalah film religi yang sangat kental dengan unsur-unsur dakwah. Film yang disutradarai oleh Humar Hadi berkisah tentang kehidupan seorang  businessman muda sukses bernama Lefan Aurino (Diperankan oleh Rendy Herpy) yang dipertemukan dengan seorang arsitek muda dan sholeh bernama Azka (Hamas Syahid) dan kemudian jatuh cinta dengan mahasiswi sholehah nan cantik bernama Rein (Kareina Zahra). Sebenarnya Lefan juga berasal dari keluarga religius, namun sayang ia harus menjadi korban broken home ketika papanya meninggalkan mamanya dan memilih wanita lain. Bahkan ketika mama dan kakaknya meninggal, lalu ia tinggal hidup sendiripun tetap tidak bisa menerima papanya. Oleh sebab itu, ketika bertemu dengan Azka ia seperti melihat seorang yang penuh karisma dengan keteduhannya. Sementara itu, ia jatuh cinta kepada Rein yang mirip seperti kakaknya.


Lefan melihat Azka sebagai orang yang sangat baik, meskipun disibukkan dengan kegiatannya sebagai arsitek namun hafalannya tetap terjaga dan selalu menjumpai Allah dengan shalatnya. Lefan yang merasa hidupnya tidak terarah, tidak menemukan ketenangan hati dan hanya mengejar urusan dunia, menanyakan kepada Azka apakah ia tidak bosan dengan hidupnya yang terkesan sangat datar. Disisilain, ia meragukan keadilan Tuhan terhadap keluarganya. Mama dan kakaknya seorang wanita sholehah, bahkan kakaknya seorang pedakwah. Namun mamanya harus tersakiti oleh papanya, sementara kakanya harus menderita penyakit pencernaan kronis hingga merenggut nyawanya. Lefan terus menanyakan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada Azka yang selama ia pendam dalam hati.

Lefan dan Azka terlibat dalam suatu projek untuk menggarap usulan inovasi dari seorang mahasiswi (Rein) tentang daur ulang air wudhu. Saat mendengarkan presentasi Rein, lefan merasa ada yang tak biasa hingga kemudian ia terus terbayang-bayang. Lefan bermaksud untuk mengenal Rein lebih dekat  melalui murabinya. Sampai akhirnya ia benar-benar mantap dan menemui ayahnya Rein untuk menyampaikan niat baiknya untuk meminang Rein. Namun sayang, dengan istikharah dan segala pertimbangan Rein tidak menerima pinangan Lefan. Setelah kejadian itu, ayahnya yang bertindak untuk mencarikan Rein pedamping dengan mengunjungi masjid untuk mencari pemuda sholeh yang pernah ia lihat. Tidak lain pemuda itu adalah Azka, pemuda sholeh yang saat itu sedang menyetor hafalan  kepada seorang Ustadz di masjid tersebut. Namun sayang, Azka sudah lama tidak ke Masjid itu lagi dan menghilang dari kehidupannya.

Pada suatu ketika saat meninjau proyek, Azka tertimpa musibah. Lampu yang menjatuhinya membuat serpihan kaca masuk ke matanya dan membuat matanya menderita kebuataan total. Titik inilah yang kemudian membuat Azka seperti bukan Azka yang dulu. Azka yang selalu optimis kini sangat murung dan depresi. Pada saat yang sama, Ibu Azka sedang koma di rumah sakit. Ia merasa hidupnya sudah tidak berguna dengan kondisinya, bahkan ia memutuskan untuk pulang kampung ke Surabaya dan resign dari pekerjaannya sebagai arsitek. Lefan sebagai teman baiknyapun turut menyemangati Azka dengan mengunjunginya ke Surabaya, namun Azka justru menyuruhnya segera pulang. Azka belum bisa menerima musibah yang menerimanya.

Akhir ceritanya, Azka bertemu dengan sahabat lamanya bernama Fatih (Irwansyah) yang kemudian memberikan  semacam dorongan spiritual kepadanya dan juga menawarkannya berobat ke Jerman. Rein menikah dengan Afian, seorang pemuda sholeh yang juga penulis pilihan ayahnya. Sedangkan Lefan seperti melihat perubahan dari Papanya. Lefan belajar dari semua kejadian yang ada melalui Mamanya, Kakaknya, Azka, Rein dan Afian.


Menurut saya film ini memang kental dengan unsur-unsur dakwah namun tidak memaksa. Artinya ceritanya mengalir, realistis dan masih bisa diterima logika. Memang ceritanya sederhana, tapi kayak setiap kata dalam film itu memiliki makna yang dalam meresap dalam jiwa penonton (khusunya saya). Misalnya saat Lefan bilang kepada Azka kurang lebih seperti ini"  "Apa karena lo merasa terlalu sholeh lalu Tuhan tidak berhak menguji lo? sombong lo ya". Banyak banget sih, apalagi pas Lefan kayak nulis dalam buku diary gitu. Kata-katanya sangat dalam dan puitis, jleb jleb jleb. haha. Intinya filmnya bagus, tapi kok saya merasa durasinya pendek banget dan endingnya kayak kurang jelas. Kayak tiba-tiba udah muncul credit titlenya. haha.



Share:

Monday, 26 October 2015

Rooftop swimmingpool Indoluxe hotel Jogjakarta

Img source : instagram @indoluxehotel

Ada tempat baru lagi di Jogja yang membuat saya teramat sangat ingin kembali ke Jogja, yaitu Indoluxe Hotel Yogyakarta. Hotel miliki aerotrans group ini baru sekitar satu tahunan. Saya sih kurang tau bagaimana dalamnya, karena yang memikat hati saya bukan kamarnya tapi rooftopnya. Ada beberapa hotel lain di Jogja yang punya rooftop swimming pool tapi Indoluxe tetap yang paling tinggi karena ada di lantai 19. Lokasi hotelnya berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman. Dari jarak setengah kilometer kayak udah kelihatan soalnya hotelnya emang tinggi banget dibanding bangunan sekitarnya. Jadi kalian tidak perlu takit nyasar, apalagi lokasinya dekat monjali, jadi gampanglah ya buat nanya ke orang kalau misal gak tau jalan palagan itu dimana. 
Img source : instagram @indoluxehotel

Kolam renangnya berada dilantai paling atas bersama dengan nirvana skylounge. Kedalaman kolamnya 1,3M sedangkan luasnya sekitar setengah dari luas bangunannya. Lumayan luas lah untuk kolam renang hotel. Selain kolam dewasa, ada juga kolam anak-anak disitu. Benar-benar sangat menggoda sih bagiku, bahkan sebenarnya saya gak bisa renang tapi karena saya suka banget sama rooftop makanya sampai bela-belain kesini. Dari atas kamu benar-benar bisa melihat Jogja, Gunung merapi jika langitnya cerah dan tidak berawan, tentunya Monjali juga kelihatan. Ini keren banget sih menurutku, gak rugi bayar mahal. Buat tiket masuk ke kolam renang Indoluxe Hotel kita harus bayar Rp. 100.000 buat pengunjung non hotel, kalau pengunjung hotel ya gratis dong. Seratus ribu itu udah termasuk minuman sama snack gitu, katanya. Harga kamarnya mulai sekitar Rp. 600.000. Bisa dilihat di webnya langsung ya di www.indoluxehotel.com

Img source : instagram @indoluxehotel
Sayang seribu sayang, saya pas kesana kata receptionistnya kolam renang masih maintenance. Padahal udah nanya di instagram katanya udah buka, ya sudah akhirnya aku santai-santai di Skylounge. Lumayan hemat 100ribu, bisa buat beli minuman ala anak-anak hits dan beli banana split yang es krimnya teramat sangat menggoda. haha. Sayang juga kan udah jauh-jauh dari Depok masak mau pulang lagi. Ya kalaupun gak bisa renang, setidaknya foto-foto depan kolamnya lah ya. haha. Nyesek sih pas tau ada tamu hotel yang nyemplung, akhirnya saya agak ngedumel gitu ke mas-mas lounge nya tapi saya tahu sebernarnya itu bukan kapasitas dia. Tapi salut juga sih pas dia malah inisiatif menyampaikan ke Bosnya, trus akhirnya dia bilang pengunjung non hotel boleh tapi hanya sampai jam 2. Tapi karena kita terlanjur males dan Jogja sudah teramat sangat panas, akhirnya kita memutuskan untuk gak jadi renang. Anyway thank mas-mas lounge atas inisiatifnya dan juga pelayanan yang sangat baik dan ramah, Good Job.
Next time aku balik lagi, mau sunset di Rooftop Indoluxe bersama yang terkasih tentunya. See u next time skypool indoluxe hoteL Jogja, give me ur best sunset. Senja, Jogja dan Cinta. Istimewa. :)  
Banana Split Nirvana Skylounge



Share:

Sunday, 25 October 2015

Arje's Kitchen ; Tempat nongkrong dekat UNS

I was doing an express travelling to Jogja and Solo. Here, i wanna tell u about a great cafe that really famous on UNS's students. Sebenarnya perjalanan saya kemarin tidak mengagendakan ke Solo, apalagi sampai ke Arje's. Tapi karena kondisi yang teramat sangat diluar dugaan, akhirnya naik pramek ke Solo. Nah, mumpung di Solo aku cuss ke Arje's. Okay, here we go. :)

Embedded image permalink
Sebagai pendatang, menurut Saya lokasinya Arje's cukup susah ditemukan karena bukan di pusat keramaian. Bahkan saya sempat ragu aja kemarin takutnya disasarin sama temen. Lokasinya tidak di jalan raya besar, tapi di sebuah gang. Namun, jangan khawatir karena udah sangat familiar di kalangan mahasiswa UNS jadi pasti banyak yang tau. Bangunannya cukup besar dan menonjol diantara bangunan di sekitarnya. Kayak sekitarnya wilayah kosan biasa, tiba-tiba di ujung ada bangunan besar yang ramai, ya itu Arje's. Anyway bisa check google maps untuk menuju lokasinya ya.

Embedded image permalink

Meskipun saya suka cafe outdoor dan cafe ini indoor, tapi cafe ini menurut aku konsep cafe indoor yang cozy bangetlah. Having a good desain with wall painting and architecture. Coba kamu googling deh, bagus kan wall paintingnya? atau lihat aja di instagramnya @arjeskitchen atau dengan #eatwithstyle. Dari arsitektur bangunannya juga bikin cafe ini tambah cozy, kayak ini bangunan 2 lantai dan yang di lantai 2 semacam semi outdoor gitu. Sebenarnya indoor, tapi ada bagian yang dibuat terbuka. Sehingga sirkulasi udaranya bagus, walapun tanpa AC tapi udara disini tetep adem. Meja disini lumayan banyak, tapi kalau malam minggu minggu kalian butuh usaha lebih buat cari kursi karena rame banget sampai malam. Jam oprasionalnya bisa dilihat atau ditanyakan ke Arje's kitchen langsung ya, @ArjesKitchen.


Menu. Wah kalian gak perlu ragu lagi sih, walaupun tempatnya agak pedalaman tapi soal menu bersaing banget lah. Kamu mau nyari yang tradisional kayak nasi goreng, bakmi, siomay gitu ada. Mau yang bergaya ala-ala anak hits gitu juga ada, dan yang penting harga dan rasa tetap istimewa. Harga di Arje's kitchen? wah jangan ditanya, kayak rice bowl hanya 9,5 ribu. Fix kan murah banget? minum pun juga begitu, walaupun di cafe tapi es teh tetap 3 ribu. Gak ngerti lagi dimana ada cafe di Depok yang jual es teh 3 ribu?. Anyway disini free wifi, jadi cocok banget sih buat kita mahasiswa bisa berlama-lama ngerjain tugas sambil makan disini. Modal 12,5K udah kenyang dan dapat wifi. Haha. Tenang aja, tempatnya kan luas jadi kayak kamu gak perlu sungkan bakal ada tamu lain yang udah nunggu meja kosong buat makan. hehe. Kemarin pas di kereta pramek, aku sempet ngobrol sama anak kimia UNS yang duduk sebelah aku. Awalnya kita ngomongin biaya hidup, terus lama-lama jadi tempat nongkrong gitu. Katanya dia sering ke Arjes, soalnya murah dan enak buat rapat. Wkwk mahasiswa banget. 


All pictures retrieved from twitter @ArjesKitchen


Cafe ini rame banget, apalagi kalau malem minggu. Jadi kalau kalian datang beramai-ramai mending reservasi dulu deh, sekalian kan bisa milih tempatnya. Soalnya mejanya emang di desain beda-beda gitu, ada meja untuk berdua, ada sofa yang untuk ramai-ramai, jadi sesuaikan dengan kebutuhan kita aja. Aku sih suka tempat yang diatas, semi outdoor gitu jadi bisa sambil lihat ke luar. Oh ya, anyway untuk parkir lumayanlah. bisa menampung mau motor atau mobil. Eh jangan salah, meskipun ini di daerah kost tapi yang kesini bukan cuma mahasiswa-mahasiswa aja. kemarin aku lihat ada juga keluarga yang makan disini. Jadi fix sih cafe ini recommended banget sebagai cafe murah dan nayman dekat UNS Solo, tempat luas dan nyaman, parkir luas, menu beragam, harga murah, dan free wifi.  :D



Share:

Sunday, 20 September 2015

Biaya hidup di UI (Universitas Indonesia)

UI (Universitas Indonesia) sebuah perguruan tinggi penyandang nama bangsa yang terletak di Depok, Jawa Barat. Meskipun letaknya tergolong di pinggiran Jakarta, tapi nyatanya Depok tidak kalah padat dengan Jakarta. Apalagi yang berada di sekitaran jalan Margonda Raya yang menghubungkan Depok dengan Jakarta, jangan ditanya lagi volume kendaraan terlebih lagi saat jam-jam sibuk. Memang kota besar, khususnya di Indonesia identik dengan macet, biaya hidup mahal, kriminalistas tinggi, dll. Tetapi apa sebenarnya di UI seperti itu? Sebelum saya menulis lebih jauh, perlu diketahui bahwa tulisan ini merupakan sudut pandang saya yang notabene anak daerah ( non jabodetabek). Sehingga mungkin bisa berbeda bagi teman-teman yang asli anak sini.

Pertama, kita bahas masalah biaya kuliah. Sebenarnya, menurut saya pribadi biaya kuliah di UI tidaklah mahal. Ya standard, bahkan bisa dikatakan sedikit lebih murah dibanding universitas negeri lainnya. Biaya per semester untuk sainstek (Fakultas Teknik, Mipa, Farmasi, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Ilmu komputer, Kesehatan Masyarakat, dan Ilmu keperawatan) berkisar antara 100ribu sampai 7,5 juta. Biaya itu merupakan biaya total, artinya kamu tidak perlu lagi bayar biaya praktikum atau yang lain. Sementara untuk rumpun sosial (Fakultas Ekonomi, Ilmu Budaya, FISIP, Psikologi, dan hukum) range biayanya berkisar antara 100ribu - 5juta. Lalu mungkin kamu akan bertanya bagaimana penetapan biayanya? Kita saat diterima bisa memilih sistem pembayaran yang kita inginkan, antara lain: bayar penuh (bayar lunas dengan nominal tertinggi), bayar cicil ( bayar 3x dengan nominal tetinggi), BOPB (mirip sistem ukt, yaitu nominalnya disesuaikan kemampuan orang tua). Disini bukan seperti SMA yang anak bos dan pegawai biasa di pukul rata, kita bisa memilih sistem pembayaran sendiri sesuai dengan kemampuan kita. Bahkan kita bisa memberitahukan kira-kira berapa nominal yang sanggup kita bayar, tapi tetep keputusan akhir ada di UI. Jadi semuanya bisa kuliah di UI ya, jangan takut soal biaya. Bahkan jika kamu aktif mencari info, banyak sekali beasiswa yang ditawarkan. Tentunya selain bidikmisi ya :) . Supaya lebih jelas terkait biaya pendidikan dapat diakses di www.ui.ac.id/akademik/biaya-pendidikan.html

Lalu bagaimana dengan biaya hidup? Jika boleh saya katakan, biaya hidup akan sebanding dengan life style kita. Disini semua terfasilitasi, artinya kalau kamu mau hidup hemat bisa, mau teramat sangat boros juga bisa. Tidak usah khawatir, kamu masih bisa makan murah di warteg dengan lauk yang cukup bergisi. Coba saya sebutkan ya, rata-rata nasi putih 3 ribu, sayur 1-2ribu, telur 3 ribu, ayam 6 ribu, tempe tahu krupuk seribu dan gratis air putih. Murah kan? Dengan sayur dan telor biasanya saya habis 7 ribu. Disini juga banyak warung penyetan berkisar 7 ribu untuk tempe tahu dan 15 ribu untuk ayam. Kalau mau yang lebih dari itu kita bisa pilih sendiri banyak banget warung, restoran, rumah makan yang ada di sepanjang jalan margonda, food court margo city dan detos. Sementara itu, untuk tempat tinggal juga banya sekali pilihannya. Bagi teman-teman maba mungkin bisa di asrama dulu, dengan biaya hanya 300ribu perbulan. Selain murah, ini juga memudahkan kamu untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Jikapun mau kos, pilihannya juga banyak mulai dari yang ratusan - jutaan, ya mungkin untuk standard sekitar 500 ribu perbulan, semakin banyak fasilitas dan semakin dekat jaraknya tentu semakin mahal. Disini juga ada apartment, dengan harga berkisar 1,7 juta - 3 juta mungkin perbulan. Ada pula pilihan kontrak rumah bagi yang mau rame-rame, lagi-lagi tergantung jarak dan fasilitasnya tetapi mungkin standard kisaran 15-20 juta pertahun. Jadi kita tetep bisa kuliah di UI dengan biaya hidup yang terjangkau kan ya? :) 


Share:

Sunday, 6 September 2015

Wisma Michelle (Kos dekat UI Depok)

Postingan ini mungkin akan berasa iklan tapi tidak juga, mungkin lebih tepatnya testimoni dan sedikit deskripsinya saja. Walaupun saya belum mengenal sepenuhnya kost ini tapi alhamdulillah sejauh ini nyaman baik dari segi fisik maupun non fisik (baca:lingkungan sosial). Sebelum menemukan ini, saya telah melihat beberapa kost lain tapi ternyata jodoh saya wisma michelle. Mungkin ketika saya DP kost ini adalah perjalan ke sekian saya menyusuri kober (wilayah seberang stasiun UI). Setiap pulang kuliah saya muter-muter, melihat apakah ada tulisan "ada kamar kosong". Akhirnya, di perjalanan yang kesekian, saya melihat tulisan itu di Wisma Michelle. Langsung saya telepon, janjian besok lihat dan eng ing eeeeng langsung saya DP saat itu juga.
Sebenarnya yang kosong itu banyak, tapi mencari kost itu gak bisa sembarangan. Apalagi dengan kisah terdahulu yang kurang menyenangkan. Dulu saya sebenarnya cukup nyaman dengan fisik kost yang lama, namun dari segi lain membuat saya memilih untuk pindah. Oleh sebab itu, saya memilih kost yang setidaknya fasilitasnya setara dengan kost saya yang lama. Inilah yang membuat pencarian kost saya lama sekali, sampai mepet sekali dengan habisnya masa tinggal saya di asrama. Saya percaya jodoh tidak kemana, Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan Wisma Michelle. Ketika itu memang jodohmu, selalu ada jalan dan tidak ada keraguan lagi dalam hati. 
Oke, maafkan jika terlalu banyak curhat, sekarang i'll tell u about wisma michelle (My bedroom, exactly) 

Fasilitas umum yang ada disini adalah Free wifi access tiap lantai beda pemancar, TV LED untuk bersama di lantai 1, dapur dan kulkas bersama di lantai 2, parkir motor di dalam rumah, dan halaman cukup untuk 2 mobil. Kesan saya selama beberapa bulan disini sih nyaman-nyaman aja, kayak saya bisa betah seharian gak keluar kamar karena ya sudahlah semua sudah terpenuhi disini. Kalau misal mau makan terus males keluar bisa beli aja di mbak penjaganya, begitupun laundry. Sedangkan untuk galon dan token kita tinggal sms aja nanti orangnya dateng. Oh ya, kalau disini token beli sendiri tiap kamar, tapi gak masalah buat orang kayak saya yang paling cuma butuh listrik untuk lampu, charge dan heater aja. Waktu itu sekitar bulan mei saya beli 30 ribu dan belum beli lagi sampai sekarang (juni). Bahkan saya lihat token saya masih 53 Kwh dari awalnya sekitar 60 sekian Kwh. Dari segi fasilitas kosan ini menurut saya tidak ada kekurangan, paling kekurangannya karena letaknya bisa terbilang agak masuk kedalam jadi awalnya mager juga jalan kaki.
Share:

Tuesday, 25 August 2015

CAFE ANAK HITS KEDIRI

Hai, apa kabar anak hits Kediri? hoho. Gimana, sudah ada rencana nanti weekend mo nongkrong dimana? Kayak dulu paling nongkrong cuma di sekartaji, dermaga, lebak, vampire, atau mungkin di angkringan-angkringan yang tersebar dimana-mana. Ya tempat-tempat itu mungkin juga masih rame sih, kayak gak ada matinya. Harga yang murah dan menu sederhana membuat tempat ini nyaman untuk siapa saja, mulai dari anak sekolah sampai orang dewasa. Tidak ada istilah kelas sosial disini, mau pake baju apa dan datang naik apa ya biasa saja tidak ada kesan apa-apa.

Tapi bagi kamu yang tidak terbiasa ditempat itu mungkin akan merasa asing dengan semuanya. Apalagi bagi teman-teman yang belum pernah ke tempat itu, mungkin memiliki kesan/stigma yang kurang baik. Tapi sekarang kediri sudah makin berkembang, life style orang kediri sudah beranjak lebih modern. Seperti halnya kota-kota besar, kediri kini punya cafe-cafe baru yang bisa menjadi pilihan kamu kalau udah bosan jalan-jalan ke mall. Ada sih beberapa cafe lama seperti jw cafe, mini cafe, larisso dan apalah namanya yang di brawijaya. Tapi kehadiran mereka dulu tidak sehits cafe-cafe baru diantaranya idealist cafe (Jl Imam bonjol 65), pier 88 (Jl Yos sudarso deket klenteng) dan kunokini (Jl Veteran samping Dinas Pertanahan). Nanti di akhir saya bahas cafe di sumber podang ya. Disini tidak ada unsur marketing, propaganda ataupun maksud lain selain hanya sebatas testimoni saya pribadi sebagai customer.


Front pier 88 - img source ig cafepier88
Front cafe kuno kini - img source ig gagas_afifuddin
Front idealist cafe - img source ig idealist_coffee


Biasanya orang datang ke cafe karena suasana dan interior  cafenya demi memuaskan hasrat kenarsisan seseorang. Kayak berasa belum hits kalau belum foto di pernak pernik dan wall painting cafe kayak anak-anak hits jaman sekarang. Well, pier 88 dirancang modern dengan interior yang modern,soft and glamor gitu. Semuanya barang baru dan dekorasinya kayak dekorasi wedding sih kalau aku bilang. Suasananya enak, nyaman, dan punya ruangan outdoor juga. Kalau pier sangat terkesan modern dan elite, sementara kunokini sangat menonjolkan nuansa classic. Banyak barang-barang unik jadi interior cafe, misalnya lampion lampu dari jurigen, meja semuanya dari mesin jahit dan ada beberapa barang-barang lama jadi pajangan. Begitupun wall paintingnya, gambar warkop dengan tulisan kawan lama. Mungkin karena itu pula orang sering menyebut tempat ini cafe kawan lama. Untuk suasanya cukup tenang, tidak terlalu bising dan crowded karena emang tempatnya tidak terlalu luas. Kayak buat kamu yang suka nuansa classic, ini cocok banget sih. Selanjutnya idealist cafe, menurut saya ini kayak perpaduan modern dan tradisional. Enaknya disini banyak meja baik outdoor maupun indoor. Karena saya suka outdoor jadi kayak selalu milih outdoor. Nah disini suasana  outdoornya mungkin di konsep seperti taman kali ya. Banyak bambu-bambu hias dan ya beberapa tanaman hias. Begitupun tempat duduknya pakai sofa bambu dan ada meja kursi kayu gitu. Buat dalamnya menurut saya tidak terlalu banyak interior kalau dibandingin kuno kini. Jadi saya pribadi menyimpulkan untuk segi suasana keseluruhan pier 88 lebih unggul, sementara kunokini unggul dengan nuansa classic yang dihadirkan, lalu idealist enak kalau anda beramai-ramai karena tempatnya luas.

Interior pier88 - img source ig cafepier88
Interior kuno kini - img source ig anastha.ditta
Exterior idealist cafe - img source ig idealist coffee


Selanjutnya menu, menurut saya dalam hal menu pier 88 dan idealist cukup imbang. Menu yang ditawarkan sama-sama beragam, tapi idealist punya sedikit kelebihan dengan memasukkan menu tradisionalnya seperti nasi goreng. Selebihnya menu modernnya hampir sama, seperti spaghetti, sandwich, dll. Nah sementara kunokini menunya kurang beragam, entah mungkin menyesuaikan dengan nuansa klasiknya atau bagaimana tapi yang jelas disini kayak menunya didominasi roti bakar (tikar) yang divariasikan dengan banyak topping. Kalau untuk minuman ketiganya samalah, tapi tetap pier88 dan idealist lebih variatif.

Setelah suasana dan menu, hal lain yang mungkin akan dipertimbangkan adalah harga. Menurut saya dari ke 3 tempat itu, kuno kini menawarkan harga yang sangat murah. Roti bakar hanya di patok 10-15 ribuan, sementara minuman rata-rata tidak ada 10 ribu, kayak saya kemarin ke sana sekitar 10an orang lebih cuma habis 180ribu. Sementara saya berdua ke pier88 dan idealist habis 80 ribu. Rata-rata harga makanan dan minumannya 15 ribuan ke atas, ya ada sih yang dibawahnya kayak hot chocolate cuma 13 ribu di idealist dan teh di pier88 juga cuma 10-12 ribuan. Kalau di kunokini, es teh harganya standar seinget saya gak ada 5 ribu. Beberapa waktu lalu saya baru ke pier 88 lagi, sepertinya harganya naik deh jadinya rata2 antara 20-25. Maaf gak bisa fotoin menunya, karena bentuknya binder. haha.

Oke guys jadi masing-masing cafe punya kelebihan dan kekurangan. Kayak kamu yang mau hits tapi tetep hemat, ya kuno kini jadi pilihan yang tepat. Apalagi kalau kamu suka nuansa classic gitu, udah sih fix kuno kini bakal cozy banget. Sementara buat kamu yang suka suasana semi alam dan outdoor terus datengnya rame-rame, mungkin idealist jadi pilihan yang cocok. Sementara buat yang suka suasana modern, soft and glamor, pier 88 bener-bener cocok banget. Apalagi kalau situ datengnya sama pasangan, kayak ini lebih recommended dibandingin yang lain. Suasana romantisnya bakal dapet dan tidak terlalu crowded juga. Ya kembali lagi ke kebutuhan dan selera. Tapi overall saya pribadi suka pier 88, sebenarnya kunokini juga cozy  tapi kalo cuma berdua kayak obrolan kita bakal kedengeran sama seluruh ruangan.

Field and river view from second floor cafe wow - img source ig habib_aminudin
Oke selanjutnya saya mau cerita sedikit tentang cafe favorite saya, tapi hanya cocok dikunjungi siang hari ya guys karena tempatnya jauh di lereng gunung wilis, tepatnya di Sumber podang, Semen, Kediri. Dulu awalnya hanya ada cafe wow, sekarang sejak dikembangakan jadi desa wisata malah nambah banyak cafenya. Disini yang jadi pioneer adalah cafe wow, dengan persaingan yang semakin ketat cafe ini juga terus berinovasi. Menunya semakin beragam dan harganya juga tetep murah sih menurutku. Suasanya juga makin enak banget, nyantai, damai, sejuk di pegunungan. Banyak pilihan tempat mulai yang semi outdoor di atas dengan view sungai dan gunung, atau mau yang di gubuk-gubuk gitu, atau ada juga yang bener-bener ngadep ke kali. Coba deh sekali-kali ajak doi kesini, bagi saya sih perfect. Kalaupun situ single, kesini bareng keluarga juga tetep menyenangkan. Sekalian bisa main-main ke sumber podangnya.

Updated: 6 Agustus 2016
Melihat antusias teman-teman mencari informasi tentang cafe yang ada di kediri membuat saya ingin mereview semua cafe yang ada di Kediri. Tapi rasanya tidak etis jika menilai sesuatu hanya berdasar apa kata orang atau dari gambar-gambar orang saja. Jadi mohon maaf saya hanya bisa menulis apa yang sudah saya kunjungi, semoga nanti kalau pas di Kediri saya bisa mencoba dan mereview lebih banyak cafe lagi ya. Update kali ini saya akan mereview tentang hidden cafe :)


Sumber : https://www.facebook.com/Hiddentoastandfloat/photos

Hidden Toast and Float - Mojoroto Gg II 12F Kediri (Belakang UNP - timur jalan).
Seperti pada review sebelumnya, jadi poinnya ada 3 yaitu desain, menu dan harga dengan sedikit pertimbangan kelebihan dan kekurangan dari sudut pandang subjektivitas saya.

Dari interior, nampak luar mungkin bisa dikatakan kurang eye catching. Bagi saya dan teman-teman yang belum tau daerah belakang UNP, perlu sedikit usaha untuk mencari-cari. Pertama ini bentuknya rumah, jadi kalau dari jalan tidak terlalu nampak sepeti cafe. Kedua, (pas saya kesana) tidak ada papan nama gede yang kelihatan dari jalan (seperti punya Pier 88, misalnya). Ketiga, parkir motor di cafe ini terpisah di rumah sebelahnya, jadi bagi teman-teman yang suka mencari tempat dengan arahan "yang ada motornya banyak", ya tidak akan menemui itu di Hidden Cafe. Itu kesan yang saya dapatkan ketika dari luar, tapi ketika masuk ya lumayan. Sebagaimana dengan cafe pada umumnya, banyak wall painting dan hiasan pernak-pernik lucu. Menurut saya, hidden cafe lebih menonjolkan kesan cheerful dengan warna-warna terang. Banyak hiasan bunga-bunga yang cukup instagramable buat kakak-kakak hits. Haha.

Hidden cafe tampak depan

Pas baru masuk gerbang, maka kita akan melihat tempat ini. Kalau saya lihat sebenarnya ini aslinya semacam garasi, jadi ya begitu tempatnya bener-bener lurus sama gerbang. Lalu halaman depannya ada semacam gazebo dan bangku kayu di teras. Jika suka tempat dengan dekorasi yang banyak wall paintingnya, teman-teman bisa memilih tempat di dalam rumah.

Hidden tampak dalam

Tempatnya tidak terlalu luas, ya seperti rumah di tengah kota pada umumnya. Mungkin kalau kalian datang rame-rame lebih dari 10 orang dan ingin disatu meja, akan sedikit susah ngaturnya. Kecuali kalau mau pisah meja ya itu bisa saja. Lalu untuk suasana ya seperti pada umumnya, tidak jauh beda dengan idealist. Ada ruang outdoor di teras dengan sedikit tanaman-tanaman hijau, lalu juga ada ruangan indoor yang lebih artistik. Satu kata yang cocok untuk mewakili Hidden Toast and Float adalah cheerful. Jika boleh menilai dari skala 1-10, untuk desain dan suasana nilainya 7,5. :D



Menu dan Harga Hidden Cafe
Kemudian menu dan harga, menurut saya menunya cukup variatif. Ada makanan berat (pas saya kesana ada menu nasi ayam) dan ringan, ada makanan western ada juga yang ketimur-timuran. Haha. Menu toast yang ditawarkan juga cukup variatif dan dari foto orang-orang itu cukup menarik. Ya pada dasarnya adalah roti yang diberi topping, nah toppingnya itu yang bikin menggoda. Pas saat itu saya dan teman-teman hanya memesan snack dan minuman saja. Dari segi kuantitas dan kualitas ya seperti pada umumnya. Misalnya nuggetnya seingat saya itu sekitar 5 atau 4 biji, kentang goreng juga dalam porsi yang normal. Tapi bagi saya pribadi semua itu termaafkan karena harganya juga cukup murah. Memang harganya juara, mungkin itu salah satu alasan cafe ini cukup populer di kalangan anak-anak sekolah. Strategi yang bagus mengingat letaknya juga di deket kampus dan gak jauh-jauh juga dari sekolah-sekolah di jalan veteran. Kalau pier 88 mungkin target marketnya lebih ke profesional muda atau mahasiswa borjuislah ya, sedangkan untuk hidden cafe ini lebih ke remaja usia belasan sampai awal 20an kali ya, mirip seperti kunokini. Jadi kesimpulannya menururt saya, Hidden menawarkan konsep cafe yang cheerful dan reachable untuk teman-teman yang ingin nongkrong tapi tetap aman di kantong. Kalau teman-teman mencari tempat hangout dengan peergroup hanya sekedar untuk ngobol-ngobrol ringan, rasanya hidden cukup nyaman. Bagi teman-teman yang merokok juga tidak perlu sungkan karena ada area outdoorOverall saya suka hidden, suka konsepnya, suka desainnya dan yang paling utama suka harganya. haha.

Informasi tambahan list cafe yang ada di Kediri:

- JW Cafe (pas di perempatan jl Kawi yg arah terminal kanan jalan)
  Beberapa waktu lalu saya sempat kesini, desain JW cafe yang disini jauh lebih bagus daripada dulu pas masih di penanggungan. Tapi kalau aku bilang ini lebih cocok untuk kalian yang emang bener-bener mau ngopi. Karena JW cafe tidak terlalu bermain dalam desain interiornya. Soal harga masih tergolong murah ya dibawah 15 ribuan. Soal menu juga cukup beragam, tapi aku hanya sempet coba kayak milkshake stawberry yang namanya kalau gak salah strawberry smooth. Harganya kalau gak 10rb ya 12 ribu, rasanya kayak wafer strawberry di jus. haha. Oh ya, ada balkon di lantai 2 tapi baru buka jam 5 sore.

- Mini Cafe (Jl Hayam Wuruk - depan plaza telkom) 
  Saya terakhir kesana 5 tahun lalu, jadi mau mereview takut sudah berubah. Tapi yang jelas ini lebih cocok untuk teman-teman yang literally suka ngopi tanpa nyari spot yg instagramable. Mungkin ini lebih banyak digunakan tempat kopdar, bukan hangout. Menunya saya lupa, tapi untuk harga mungkin sekarang standar tapi ya cukup lumayan untuk 5 tahun lalu.

- Larisso Cafe (Jalan Erlangga - Belakang toko tas impor)
 Saya pernah kesana 4 tahun lalu, jadi mau mereview takut sudah berubah. Pada dasarnya cafe ini cukup tenang dan sendu suasananya, tidak banyak ornamen, cenderung menggunakan lighting. Harga standar, menu juga standar, pada saat itu.

Fresco Cafe (Jalan Soekarno Hatta nomor 9 - depan SPBU Katang)
- Bunting Cafe (Jalan A. Yani - depan Yonif 521)
- De'Fresh Donut (Jalan A. Yani - depan yonif 521)
- Treepot cafe Kediri (Jalan MT Hariyono no 25 Kediri)
- De-philosophy (Jl Baloweti 2 no 36 - Barat terra komputer)
- Bengkel cafe kediri (Jalan Letjen Suparman no 56 Posaren)
- Chocolata cafe Kediri (Jalan Slamet Riyadi No 30 Banjaran)
- Teras Cafe and Coffe (Jalan Mastrip Selomangleng 143)
- Mozart Cafe (Jalan Semeru Gg 10 no 14 Campurejo, Mojoroto)
- Cafe Be and Me Kediri (Terusan wilis indah 2 campurejo Kediri)
- Es Cream Bli Putu (Jalan PK Bangsa)
- Sidewalk Coffee House  (Jalan Erlangga no 8)
- Sekar Cafe and Resto (Jalan Jaksa Agung Suprapto - depan hotel lotus)


UPDATE 18/09/2017

Ada cafe baru lagi yang baru saya coba, pengennya saya bikin postingan baru jadi disini saya cerita singkat aja ya, yaitu:

- Loji Cafe Kediri (samping hotel lotus)
Tempatnya enak dan sangat luas karena ada outdoor. Makanan dan minuman sangat bervariasi. Harga juga masih terjangkau. Spot instagramable, ya semua bisa indah kalau ditangan orang yan tepat. hehe.

- Blessing Castle cafe (Perum candra kirana, samping smast)
Saya jatuh cinta banget sama arsitektur bangunannya, like truly castle. Harganya makan dan minumannya sebanding dengan kepuasan tempat dan spot foto yang kita dapat. :)



*Bagi teman-teman yang punya rekomendasi/review cafe di Kediri silakan tulis di komentar atau hubungi saya by email nkhimayah@yahoo.com, insyaAllah akan saya tambahkan di list atau bisa juga bikin review khusus, seperti Arje's Kitchen dan Skylounge Indoluxe Hotel :D 









Share: