Showing posts with label TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS. Show all posts

Sunday, 17 September 2017

Pendaftaran santri baru Gontor (Pengalaman pribadi) - Part 4

Situasi saat pengumuman penerimaan santri Gontor


Assalamualaikum

Setelah jeda agak lama, terselip beberapa postingan lain, akhirnya saya melanjutkan lagi cerita tentang pengalaman saya ketika mendaftarkan di Gontor. Ini merupakan part 4, yang insyaAllah akan menceritakan momen pengumuman dan segala keriwehan penempatan santri. Cerita mengenai syarat dan proses pendaftaran serta ujiannya sudah saya tulis di bagian sebelumnya. Berikut linknya:

PART 1 - Kelengkapan, Waktu dan Biaya Pendaftaran

PART 2 - Proses Pendaftaran

PART 3 - Ujian masuk Gontor

Setelah ujian selesai, kini waktunya calon pelajar dan calon wali santri menunggu pengumuman. Kalau kayak gini ya banyakin berdoa dan persiapkan mental untuk menerima ketetapan terbaik yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Pada waktu itu agak simpang siur kapan pengumuman, tidak ada pemberitahuan resmi juga dari panitia. Tapi yang jelas itu gak lama, saya lupa selang berapa hari tapi yang jelas gak sampai seminggu. Mungkin sekitar 3-4 hari dari tes tulis.

Hari demi hari, tenda mulai terpasang, kursi mulai berjajar pertanda hari pengumuman kian dekat. Sampai akhirnya suatu malam ada pemberitahuan kepada calon santri bahwa besok adalah hari H pengumuman dan santri sudah harus berkumpul jam 06.00 untuk ikut pengarahan. Antusias calon pelajar dan wali santri tentu sangat tinggi untuk segera tau pengumumana. Sebelum shubuh, banyak calon pelajar termasuk adik saya yang sudah bersiap. Sebagian dari mereka sengaja mandi di luar (kamar mandi masjid dan bapenta) karena menghindari antrian di kamar mandi dalam. Mandi, sholat shubuh dan langsung kembali masuk ke asrama lagi.

Calon wali santri juga gak kalah antusias, parkiran mobil itu penuh sepenuh-penuhnya sampai tepi jalan raya. Dari pendaftaran ke pengumuman itu gak sebentar, jadi banyak calon wali santri yang pulang dulu dan kembali lagi saat hari pengumuman tiba. Saran saya sebaiknya jangan datang paginya, karena mulai habis magrib itu sudah mulai berdatangan.

Jam 6 pagi wali santri mulai berduyun-duyun masuk ke dalam, merapat ke tenda tempat dimana pengumuman dibacakan. Tenda itu terpasang di depan gedung oren, memanjang ke barat, yang kira-kira akan menampung 2.400 calon santri. Tenda itu memang dikhususkan untuk calon santri saja. Sementara calon wali santri ya memadati sekitar tenda, mencari tempat ternyaman masing-masing untuk mendengar kenyataan. hehe.

Suasana pengumuman

Pengumuman di Gontor berbeda dengan tempat lain, yang cukup di tempel di papan pengumuman atau bahkan diumumkan online. Di sini, pengumuman dibacakan bergantian oleh pimpinan pondok. Nomor yang diterima maupun yang tidak diterima akan dibacakan semua. Itu sama sekali tidak ada jeda dan semuanya diharapkan tertib, menyimak sampai semua selesai dibacakan. Pimpinan, Kyai Hasan, mulai memberikan sambutan pukul 07.00 dan selesai tepat pukul 08.00. Setelah itu mulailah dibacakan nomor-nomor yang diterima di Gontor putri 1, 2, 3, 5 sampai nomor yang belum bisa menjadi santri Gontor tahun ini.

Bagi yang punya nomor awal, begitu kepanggil rasanya langsung lega gitu ya. Tapi kalau yang nomornya ribuan, ya harus agak sabar, tenang dan keep praying. Adik saya daftarnya belakangan jadi dia dapat nomor 2.000 sekian. Ya itu agak lumayan juga dag dig dug nya pas mulai dibacakan, nomor awal-awal. Pas dengan Kyai Hasan membacakan, "Di terima di Gontor Putri 1, nomor x, x, x, ........" air mata saya langsung netes. Antara terharu, cemas, berharap, semua campur aduk. Apalagi lihat orang tua yang nomor anaknya sudah terpanggil, masyaAllah. Melihat ibu bapaknya berpelukan sambil menangis terharu, MasyaAllah ikut terharu banget rasanya.

Lama kelamaan saya mulai tenang, sampai akhirnya mulai dag dig dug dan sangat gak karuan pas udah mulai dekat 2000. Saya dan Mama nyimak bener-bener sampai pindah tempat, dari yang awalnya dibelakang. Pindah merapat ke dekat tenda calon santri. Semakin harap- harap cemas, ketika Ustadz sudah membacakan 19XX, 19XX, ....... 2.050, 205X, 20XX. Jeng jeng nomor adik saya terloncanti. saya speechless sejadi-jadinya. Astagfirullah, saya dan mama seketika itu pula saling melihat dan menetes air mata. Posisi kita agak kepisah jadi kita gak bisa berinteraksi lebih. Rasanya badan saya lemes langsung, sedikit hopeless karena Gontor putri 1 ini menerima paling banyak. Bahkan sepengetahuan saya hampir setengah dari keseluruhan total santri yang diterima ditempatkan di GP 1. Sisanya baru GP2, GP3, dan GP5 yang paling sedikit. Jadi ya gimana ya, kayak yang punya peluang terbesar ya di GP 1. Terlebih lagi ini pengalaman pertama, semua serba baru dan hanya mengandalkan insting sok tahu. haha.

Pengumuman terus berlanjut, penempatan Gontor Putri 1 selesai dan mulailah dibacakan Gontor Putri 2. Kita semua gak henti-hentinya berdoa, meminta yang terbaik padaNya. Dari yang awalnya berdoa dapat di GP 1, sampai akhirnya pasrah dan berdoa minta yang terbaik. Tapi ya tetep harapannya bisa ketrima, mau di GP 2, 3 bahkan di GP 5 sekalipun. Oke, GP 2 Mulai dibacakan satu persatu mulai dari nomor terkecil. Ini agak cepat nunggunya karena kan gak sebanyak GP 1.  Kalau dilihat dari whats app saya, nomor 2000an sudah terpanggil kurang dari setengah jam. Alhamdulillah adik saya diterima dan ditempatkan di Gontor Putri kampus 2. Alhamdulillah, Alhamdulillah 'ala kulli hal.

Begitu nomor dia dipanggil, saya dan mama lansung mundur untuk mengabari yang perlu dikabari dan mengurus keperluan adik. Sementara anaknya masih harus tetap stay di tempat sampai rangkaian pengumuman selesai dan sujud syukur di masjid. Alhamdulillah, Alhamdulillah. Prosesnya juga tidak berhenti sampai disini, bagi yang diterima di GP 2, GP 3 dan GP 5 langsung diberangkatkan saat itu juga. Alhamdulillah GP 2 sebelahan dengan GP 1, jadi kita tinggal jalan lewat jembatan yang menghubungkan GP 1 dan GP 2. Alhamdulillah lagi kita berempat plus adik saya, jadi sekali jalan barangnya sudah kebawa semuanya. Dia bilang sebelum setengah 12 harus sudah sampai GP 2 karena ada pengarahan, jadi ya emang bener-bener langsung jalan saat itu juga. Begitupun yang ke GP 3, bis bis sudah stay disana. Orang tua tidak perlu khawatir karena pondok sudah menyiapkan bis untuk santri dan truk untuk mengangkut barangnya.

Berita penerimaan Gontor Putri di Majalah Gontor

Saat itu lalu lalang manusia bawa-bawa koper, kasur, ember, dll bener-bener banyak sekali. Begitupun lalu lalang kendaraan, gak kalah riwehnya. Semuanya campur aduk, sama kayak perasaan orang-orang saat itu. Ada yang nangis terharu, ada yang nangis sedih. Pokoknya ini momen terhactic menurut saya, gak bisa dideskripsikan. Dari 2.400 sekian calon santri, akhirnya yang diterima adalah 1.900 sekian. Sehingga ada sekitar 500 calon pelajar yang belum bisa belajar di Gontor tahun ini. Lalu kira-kira mereka harus sekolah dimana? sebab sekolah umum juga sudah tutup. Tunggu ceritanya di part selanjutnya ya, terima kasih. :)


---------------------------------------------------------------------Bersambung ke PART 5 :)







Share:

Saturday, 16 September 2017

REVIEW EDU HOSTEL YOGYAKARTA (English version)

Yogyakarta is one of the most populer tourist destination in Indonesia. That's why Adi Sucipto International airport is nominated as the most crowded airport. Along with the increasing of tourist population, hotel industry in Jogja also developes significantly. Edu Hostel is an example of a newcomer hotel, it kind of hostel exactly.

I will try to review this hostel based on my own experience. I have stayed there three times along this year. The hostel is recommended enough, thats why i do repeat booking and write this review for sharing with you all.  Hope it will help u to choose a low budget hostel on ur Yogyakarta's itinerary :)


Rate

The rate of edu hostel, on September 2017, is only
IDR 80.000/night/bed/person for dormitory room
IDR 460.000/night/room for private room

Hostel Facilities

  • 2 room types (dorm and private) 
  • Big Locker (for each person in bed room)
  • Air Conditioning
  • Bath room inside (hot water)
  • Rooftop swimming pool
  • Rooftop terrace
  • Common tv area
  • Free wi-fi access (Lobby area only)
  • Breakfast include (For all room type)
  • Water Refill
  • Bicycle (for rent)
  • Mushola (in first floor)

I really enjoy this hostel, the facilities are more than enough for IDR 80.000. Even i can get lower price by getting a promo from traveloka. I payed about IDR 105.000 for 2 night on my first coming and IDR 140.000 for my last trip. When i was coming it's ramadhan, the front office offer me to change the breakfast into "sahur". I got really nice impression because the menu serve completely. There are rice, soup, fried chicken, tempe, cracker, water melon and hot tea. Like so wow, for a hostel IDR 50.000/night. But the special package is only served in ramadhan, because they has already had daily menu in regular day, like i share below. If u can't find ur own food, it's also possible to upgrade ur breakfast menu. Please inform the front office a day before.

Roof top
Image source http://www.eduhostels.com/photo


Breakfast schedule 

Fried rice and hot tea for breakfast


Room Type 

Edu Hostel has 5 floors, the first floor for lobby and meeting venue, the second and third are dormitory, fourth is private room and the last one is roof top for public area with some fasilities. There are 2 room's type here, which is dorm and private. Dorm type is devided in to female and male dorm. So make sure that u has already booked the right dorm type for ur own. The dorm is consist of 3 bunk beds (6 single bed) for each room, both of male or female dorm. It has a bath room with 2 showers inside and a dry toilet in another side. Besides the private room is design for family (max 4 person), the room is consist of 1 big bunk bed. We will get a king size bed and 2 single bed above. I dont know inside the room because i never booked it yet. But i think the whole fasilities are almost same, except a television in private room.

I personally really enjoy here, i'm glad to meet a new friend from another city, even another country. Some people maybe little bit getting worry about the privacy of the shared room. But it is not as bad as u though before. Everyone has a locker, just put ur personal belongings there. If u bring a pricey thing (like laptop, camera, etc), it's better to put your own padlock because there is no key on the locker. We can bring our own padlock or buy it in front office about IDR 12.000. Oh ya, dont forget to write on the special request form if u prefer to choose the lower bed rather than the upper bed.

We have to give deposite about IDR 50.000 when we are check in. It's like a bail, perhaps we broke or lose the electric key card. If you stay in private room, you will get 1 key card only. So if you wanna have more key card, u should pay the bail as much as the key you want (IDR 50.000/ key). We need the key to open the door of our bed room and the door in front of the lift in each floor.

dormitory room  (6 beds)
Image source http://www.eduhostels.com/photo
Private room
Image source http://www.eduhostels.com/photo

Hostel Location

Edu hostel is located in Letjen Suprapto street number 17, Ngampilan, Yogyakarta. I think it is strategic enough because of the easily access. If u wanna stay near Malioboro street, the hotel can be ur choice. It's neither far nor near, but still very accessible to the Malioboro street, Beringharjo market, Yogyakarta station, Sultan palace or any others place in the downtown.

Hotel Access

Edu hostel can be accessed using any kind of transportation, even by foot. Wherever your arriving point is, there are public transportation to go to Edu hostel. The detail below:

From Yogyakarta Train Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Malioboro bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  • By Pedicab
    About IDR 15.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 3.000 for motorbike
  • By foot 
From Adi Sucipto Airport
  • By Trans Jogja
    (get on: Bandara bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
From Giwangan Bus Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Giwangan Trans Jogja bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 25.000 for online taxi


Share:

Wednesday, 30 August 2017

Pendaftaran santri baru Gontor (Pengalaman pribadi) - Part 3

Alhamdulillah tulisan ini sudah masuk part 3, entah akan selesai di part berapa. Gontor terlalu menarik untuk tidak di ceritakan. :)
Bagi yang belum membaca part sebelumnya, mungkin berkenan untuk membaca melalui link sebagai berikut :

PART 1 - Kelengkapan, Waktu dan Biaya Pendaftaran
PART 2 - Proses Pendaftaran

Di part ini saya akan menulis tentang ujian masuk Gontor, yakni seputar ujian lisan dan ujian tulis. Namun sebelumnya perlu saya informasikan bahwa saya bukan santri/alumni gontor, jadi tidak pernah mengikuti ujian masuk Gontor. Sehingga apa yang saya tulisakan disini merupakan hasil rangkuman dari apa yang saya lihat (semasa mendaftarkan), saya dengar (dari adik, alumni dan orang disana) dan saya baca dari web tentunya. :)




  • UJIAN LISAN MASUK GONTOR
 Ujian lisan dilaksanakan satu rangkaian dengan proses pendaftaran yang sudah saya ceritakan di bagian sebelumnya. Disini, setiap calon pelajar akan berhadapan (face to face) dengan penguji, yang merupakan seorang Ustadz senior. Ujian lisan biasanya fleksibel, dalam artian pertanyaan untuk masing-masing orang berbeda. Namun pastinya tetap dalam satu koridor yang sama, yakni seputar ibadah qauliyah (seperti membaca Al-Quran) dan ibadah amaliyah (Seperti praktik sholat).

InsyaAllah anak lancar di ujian lisan jika memang dalam kesehariannya dia selalu melaksanakan shalat dan rutin membaca Al-Quran. Syukur-syukur jika sudah paham tajwid dengan benar, itu lebih bagus lagi. Sebaiknya memang memperlajari tajwid, menghafal doa sehari-hari dan menghafal surat-surat pendek untuk mendukung dua hal utama yang diujikan. Meskipun tidak tahu dengan pasti komponen-komponen apa yang menjadi penilaian, tapi tidak ada salahnya mempersiapkan hal itu sejak dini. Sebab tentu akan lebih bagus jika hal itu memang sudah menjadi kebiasaan, bukan dihafal tiba-tiba ketika mau masuk Gontor.

Selain kedua materi tersebut, calon pelajar juga ditanya beberapa hal layaknya sebuah psikotes namun sederhana. Seperti tentang latar belakang dan motivasi masuk gontor. Kayak sepertinya sebagian besar calon pelajar ditanya, "kenapa ingin masuk Gontor?". Pertanyaan itu sebenarnya tidak asing, ada di map hijau yang berisi formulir pendaftaran dan bahkan terpampang besar di dinding salah satu gedung di Gontor Pusat, Ponorogo. Jadi sebaiknya direnungkan kembali, apa sebenarnya niat nyantri di Gontor. Lillah atau di suruh orang tua? hehe. Terakhir jangan lupa untuk selalu memperhatikan adab ketika berhadapan dengan penguji, bahkan mulai dari masuk ruangan.




  • UJIAN TULIS MASUK GONTOR
Ujian tulis materinya meliputi imla' (dikte bahasa arab), Bahasa Indonesia, berhitung soal dan angka. Tidak ada berbedaan materi ujian yang diujikan kepada calon pelajar lulusan SD, dengan calon pelajar dari SMP yang nantinya akan masuk kelas intensif. Tapi kalau dari cerita adik saya (Lulusan SMP) dan rekannya (Lukusan SD), sepertinya hal itu tidak terlalu menjadi masalah untuk pelajaran umumnya.

Masing-masing kelompok soal jumlahnya dibawah 10 nomor dengan waktu 60 menit. Kalau kata mereka soalnya itu materi mendasar. Bahasa Indonesia misalnya susunan kata, jenis kalimat, sinonim antonim, peribahasa, dan singkatan. Kalau berhitung angka ya intinya penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dan beberapa satuan hitung. Sedangkan berhitung soal adalah soal cerita sederhana, setara dengan pelajaran kelas 6 SD. Sementara, untuk imla' saya gak mengerti sama sekali gambaran soal dan teknisnya bagaimana. Kapan-kapan kalau ingat coba saya tanya ke adik saya ya, nanti saya update lagi. InsyaAllah. :)





Ada beberapa saran dan tips dari saya, terutama untuk teman-teman yang awam sekali dengan Gontor seperti saya dan keluarga.
  • Sebelum mempersiapkan diri belajar materi ujian masuk Gontor, sebaiknya kuatkan niat dan tekad, ya orang tuanya ya anaknya. Banyak-banyak cari informasi mengenai Gontor misal tentang kehidupan pesantrennya, sistem pendidikannya, dll. Tidak sedikit yang sudah berhasil diterima namun harus mengundurkan diri karena kaget, tidak kuat, tidak sesuai bayangan, dll.
  • Coba cari link info alumni Gontor di kota anda tinggal, beberapa (tidak semua) konsulat mengadakan bimbingan persiapan masuk Gontor. Jika konsulat tidak mengadakan, mungkin bisa juga minta bantuan personal ke seorang alumni. Syukur-syukur kalau tetangganya, kakaknya, papanya, mamanya atau siapapun sudah ada yang pernah nyantri di Gontor. hehe :) 
  • Tidak ada salahnya survey dulu ke Gontor. Kalau kemarin saya dan Adik survey ke Gontor Putri 1 di Ngawi sekalian cari informasi. Tapi jauh sebelum ini, pernah ke Gontor pusat di Ponorogo meskipun gak turun dari mobil karena cuma pengen tau Gontor. 
  • Beli buku panduan. Kemarin saya sempat lihat online, ada di tokopedia kalau gak salah. Namun saya baru lihat aja, belum jadi beli. 
  • Persiapkan apapun sebaik mungkin, saingan kamu ribuan. Namun harus selalu optimis juga, terlebih bagi yang dari sekolah umum, banyak kok dan bisa juga buktinya. Kemarin waktu sambutan Kyai Hasan mengatakan, "Gontor tidak bisa menerima anak yang belum bisa membaca dan menulis arab sama sekali. Kalau dipaksakan seperti memberikan kacang pada bayi". Jadi yang dari sekolah umum perbanyak latihan imla' ya. Kapan-kapan coba saya tanya ke yang lebih paham gimana caranya belajar imla' secara otodidak ya, semoga ingat :) 
  • Pengumuman ruang ujian tulis itu ditempel sehari sebelumnya, jadi sempatkan untuk survey lokasi ruangnnya dulu. Supaya gak nyasar besok paginya pas mau ujian, apalagi pas ujian bagian wilayah pondok steril dari calon wali santri. Maksudnya wali santri hanya bisa mengantar sampai gerbang aja.
Setelah ujian selesai, maka beberapa hari selanjutnya adalah menunggu pengumuman. Pengumuman di Gontor itu unik, bukan ditempel namun dibacakan satu persatu nomor ujiannya. Kira-kira kebayang gak gimana tegangnya nyimak pengumuman?. Cerita lengkapnya akan ada di part selanjutnya :)


......................................................................................................Berlanjut ke PART 4









Share:

Thursday, 17 August 2017

Pendaftaran santri baru Gontor (Pengalaman pribadi) - Part 2

Ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya tentang pendaftaran gontor (khususnya putri), bagi yang belum membaca part 1 silakan klik link berikut PENDAFTARAN GONTOR - PART 1 :)


4. Bagaimana alur pendaftarannya? 
Alur pendaftarannya sangat panjang sekali karena ada 9 pos. Dari pos 1 sampai 9 tersebut semua berpusat di sekitar gedung oren, jadi walaupun harus lari-larian tapi tetap dalam satu area. Saya agak lupa urutannya, jadi saya minta maaf  kalau beberapa kebalik-balik gak berurutan dan hanya bisa menceritakan secara garis besar yang saya ingat ya.


Map berisi formulir, dll.


  • Pos 1 - Pengarahan

Tahap pertama atau disana disebut pos 1, yang harus diikuti oleh calon pelajar dan calon wali santri adalah ikut pengarahan. Pengarahan diadakan 3 kali sehari, yakni pagi, siang dan dan habis isya, jadwal detailnya perhari biasanya ditempel di gerbang depan yang penjagaan santri. Pengarahan tidak lama, seingat saya gak sampai 1 jam. Inti dari pengarahan ini sendiri adalah mengenalkan Gontor. Di akhir pengarahan tersebut akan diberikan map yang isinya formulir, surat pernyataan dan lain-lain. Oleh sebab itu, pengarahan ini bersifat wajib karena kalau gak ikut pengarahan ya gak dapat formulir.

Saran saya, cari tempat duduk yang aksesnya mudah. Terutama untuk anaknya, karena saat akan di bagikan formulir anak akan di kumpulkan di kursi barisan depan dan orang tua harus berpindah. Semakin depan posisi anak, maka semakin duluan juga menerima formulir dan bisa langsung mengisi untuk dibawa ke pos berikutnya. Sebab sekali pengarahan itu orangnya tidak sedikit, jadi kalau gak cepat-cepat jelas antriannya ke pos-pos berikutnya akan sangat panjang sekali. Jelas habis banyak waktu untuk mengantri, padahal pos nya ada 9. Resikonya adalah proses tersebut gak bisa selesai dalam 1 hari, padahal kalau cepat proses itu bisa selesai gak sampai 2 jam.

Oh ya, kemarin saya kesana pas tanggal 10 syawal dimana itu batas absensi santri lama. Jadi paginya ada acara apa gitu, yang mengharuskan pendaftaran santri baru off dulu. Sehingga pengarahan pada hari itu hanya ada sekali yakni pada malam hari (jam 8 malam)
  • Pos 2 - Pengisian formulir
Jadi tulisan pos 2 ini sebenarnya ada di teras gedung oren, di situ tersedia meja dan kursi yang cukup banyak untuk menulis. Tapi pada faktanya orang-orang gak banyak yang nulis disitu, termasuk saya juga. Sebab kita harus memburu waktu untuk menghindari antrian tadi. 

Saran: isi formulir lebih cepat lebih baik. Kalau mau cepat, begitu anaknya sudah pegang formulir langsung suruh mundur dan langsung isi di dalam gedung oren saja gak perlu di meja. Bagian sisi belakang itu kan gak ada kursinya, jadi kemarin kita mengisi dengan lesahan disitu, itu lebih PW dan cepat daripada di meja. Sebenarnya tulisan supaya diisi oleh calon santriwati sendiri, tapi lagi-lagi karena kejar-kejaran dengan waktu jadi sebaiknya dibantu apalagi yang baru lulusan SD. Oh ya, siapkan 2 buah materai 6000 karena ada surat pernyataan yang harus bermaterai.


  • Pos 3 - Pengecekan berkas

Saya sampai pos ini paling cepat, benar-benar orang pertama. Disini sebenarnya prosesnya cepat, hanya cek kelengkapan berkas, centang-centang dan stempel. Tapi ya namanya orang ratusan jadi pasti tetap antri kalau keburu ramai. Sampai pos ini di map nya baru centang-centang aja, sedangkan untuk foto dan kamar asrama itu nanti di pos selanjutnya. Kalau nomor peserta saya lupa itu dapatnya di pos berapa. hehe.

Formulir yang sudah melewati semua pos dan siap dibawa ujian tulis

  • Pos 4 - Input berkas
Sejujurnya mulai pos ini saya lupa urutannya, yang jelas tahapannya kurang lebih begitu tapi mungkin kebalik-balik saja, maaf sekali. Jadi di post ini kita cuma perlu ngasih berkasnya ke panitia untuk di input ke komputer. Beberapa ada yang di konfirmasi ulang untuk memastikan aja mungkin.


  • Pos 5 - Bayar 
Di post ini tinggal menyerahkan uang pendaftaran sesuai dengan yang tertulis di web. Setelah membayar nanti akan diberi kiitansi yang nanti di serahkan lagi ke pos selanjutnya.


  •  Pos 6 - Pos kesehatan 
Pos kesehatan disini dilakukan oleh dokter dari BKSM. Jadi di dalam map hijau yang dari pengarahan tadi ada surat pernyataan sehat yang akan di tanda tangani oleh dokter di pos ini. Disini calon pelajar harus membayar Rp 30.000, mungkin untuk biaya beli alat karena itu sekali pakai. Tes kesehatannya seperti tes kesehatan di sekolah umum, tidak rumit dan tidak makan waktu lama. Tenang aja gak perlu dikhawatirkan selama kita hidupnya bener, gak konsumsi obat terlarang, gak macem-macem juga. hehe :)

Tapi di pos ini agak panjang prosesnya, karena ada beberapa tahap yang harus di lalui. Pertama naruh map dulu, di panggil lalu seinget saya dikasih kertas (tapi lupa kertas apa). Lalu ke pengarahan, dikasih alat dan dijelasin cara penggunaannya. Sudah sampai situ anaknya harus masuk sendiri ke ruangan, orang tua nunggu di luar. Beres dari ruangan itu, harus ke ruangan sebelahnya. Tenang aja ada petunjukknya selalu. 

  • Pos 7 - Dapat kartu capel dan asrama 
Saya benar-benar lupa sesungguhnya dapat kartu capel itu di post mana, tapi kalau asrama insyaAllah di post ini. Jangan lupa bawa foto sesuai dengan syarat pendaftaran, karena salah satunya untuk di tempel di kartu ini. :)



  • Pos 8 - Beli buku dan parabot 
Jadi bagi yang belum beli parabot, kayak kasur, gayung dan ember bisa beli disini. Begitupun untuk beberapa buku, seperti buku doa, pelajaran bahasa arab 1, tuntunan sholat, dll. Tapi gak banyak yang bisa dibeli disini, mungkin hanya yang dipakai kedua-duanya baik kelas intensif maupun reguler. Bahkan kemarin (lagi-lagi saya kurang ingat angka pastinya) untuk buku gak sampai 100rb. Kalau  parabot ya hampir sama seperti diluar, tapi lupa berapanya. Disini gak wajib, kalau misal sudah punya ya gak apa-apa gak usah beli. Karena saya gak cek daftarnya, ternyata kebeli buku yang adik saya sudah punya. Kalau parabot adik saya cuma beli gayung, karena hanya itu yang belum kebeli. Sebelum daftar kita udah beli parabot di latansa, beberapa juga beli di toko-toko depan pondok. 

  • Tes Lisan
Rangkaian terakhir dari proses pendaftaran ini adalah tes lisan. Kalau ikut pengarahan pagi mungkin tes lisan bisa hari itu juga. Saat itu karena kita ikut pengarahan malam hari, jadi keesokan harinya baru ujian lisan. Setelah beres semua proses pendaftaran, nanti akan dijadwalkan untuk ujian lisan. Mengenai waktu dan ruangannya akan ditempel di papan pengumuman depan gedung oren. Pagi setelah shubuh sudah ada pengumuman dan adik saya dapat kloter pertama yaitu pukul 07.00 WIb. 

Saran saya datang jauh sebelum jam 7, karena GP 1 ini kan luas jadi jalannya aja juga butuh waktu. Jangan lupa untuk membawa berkas karena seingat saya map yang hijau itu akhirnya diberikan disini, diserahkan kepada Ustadz yang menjadi penguji. Mengenai materi yang diujikan akan saya ceritakan di postingan selanjutnya :)


------------------------------------------------------------------- Berlanjut di PART 3 :) 
Share:

Tuesday, 15 August 2017

Pendaftaran santri baru Gontor (Pengalaman pribadi) - Part 1

Assalamualaikum wr. wb.

Apa kabar? semoga kita semua senantiasa terjaga dalam lindungan Allah. Aamiin ya robbal alamin



Dalam postingan ini, saya ingin berbagi pengalaman ketika mendaftarkan adik saya untuk nyantri di Gontor Putri (mungkin bisa ada perbedaan di Gontor Putra). Ini adalah pengalaman pertama saya dan keluarga mendaftarkan ke Gontor, Alhamdulillah. Sebelum kesana saya banyak cari info di internet dan tanya sana sini, tapi mungkin karena pengalaman pertama jadi tetap ada saja hal yang bikin surprise. :). Semoga saya bisa berbagi secara menyeluruh supaya memberi gambaran ke calon santri maupun wali calon santri Gontor. Supaya lebih sistematis mungkin akan saya bikin semacam FAQ (Pertanyaan dan jawaban).

1) Persyaratan pendaftaran Gontor apa saja? 

  1. Menyerahkan 2 lembar fotokopi STTB terakhir atau Surat Keterangan Lulus yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
  2. Berbadan sehat dengan Surat Keterangan dokter dari Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) Pondok Modern Darussalam Gontor.
  3. Menyerahkan pasfoto berwarna dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar dan 3 x 4 sebanyak 2 lembar (putra); dan pasfoto berjilbab putih, berlatar belakang biru, berukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar dan 3 x 4 sebanyak 8 lembar (putri).
  4. Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran.
  5. Menyerahkan 1 lembar fotokopi Akta Kelahiran (putra); dan 3 lembar fotokopi Akta Kelahiran (putri).
  6. Menyerahkan 1 lembar fotokopi KTP wali santri/yang mewakilinya (khusus putra).
  7. Menyerahkan 1 lembar fotokopi Kartu Keluarga (khusus putri).
  8. Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan.
Informasi mengenai persyaratan yang saya tulis diatas dan segala hal mengenai pendaftaran lebih jelasnya dapat dilihat di web resmi gontor dengan link berikut info pendaftaran gontor.

2) Waktu pendaftarannya kapan?


Pendaftaran calon pelajar (capel) Pondok Modern Darussalam Gontor dilaksanakan pada:
  1. Putra: Tahap Pertama: Tanggal 23-28 Ramadhan 1438/18 Juni-23 Juni 2017; dan Tahap Kedua: 5-10 Syawwal 1438/29 Juni-4 Juli 2017, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo;
  2. Putri: Tanggal 5-14 Syawwal 1438/29 Juni-8 Juli 2017, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi.
Jadi pendaftaran untuk putri hanya dibuka 1 gelombang, yakni tanggal 5-14 Syawal. Meskipun demikian banyak calon santri dan santriwati yang sudah disana sebelum pendaftaran dibuka. Namun saran saya tidak perlu buru-buru mendaftar di hari pertama. Ada beberapa alasan kenapa saya pribadi menyarankan demikian, antara lain:

  1. Pertama, dari cerita orang-orang yang saya temui, hari pertama pendaftaran sangat penuh. Bahkan nomor calon pelajar di hari pertama sudah mencapai 500 lebih (saya lupa angka pastinya, kalau tidak 600 ya 800 sekian). 
  2. Kedua, ketika sudah mendaftar dan mendapat asrama, calon pelajar harus tinggal di asrama hingga ujian dan pengumuman. Jika pengumuman biasanya h+ 3-4 ujian tulis, jadi seandainya mendaftar di hari pertama maka setidaknya anak harus tinggal disitu paling sedikit 18 hari. Dengan kegiatan yang masih santai, 18 hari itu sangat rawan membuat anak jadi bosan dan goyah (galau). 
  3. Ketiga, tidak sedikit calon pelajar yang belum mau ditinggal oleh orang tuanya, jadi mau tidak mau orang tuanya menemani disitu. Tentu 18 hari bukan waktu yang sebentar untuk orang tua meninggalkan pekerjaan. Kalau dekat mungkin masih bisa pulang dulu, nanti pengumuman balik lagi. Tapi kalau jauh kemungkinan ya harus menemani dari awal sampai akhir. Di Gontornya sendiri juga cukup PR, lebih-lebih bagi kita yang baru pertama jadi persiapan seadanya. Nanti saya ceritakan di bagian selanjutnya mengenai tempat tinggal saya selama menemani disana.

3. Biaya untuk santri baru Gontor berapa? 

Kemungkinan biaya ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga sebaiknya terus mengikuti informasi dari web site resmi gontor saja. Namun untuk tahun ini biaya yang harus dibayarkan calon santri baru adalah sebagai berikut:


Biaya tersebut harus dibayarkan lunas ketika proses pendaftaran. Jadi itu satu rangkaian dalam proses pendaftaran, nanti saya ceritakan di bagian selanjutnya. Kalau seandainya anak belum lolos maka uang tersebut akan dikembalikan, kecuali uang makan yang telah terpakai, uang kepanitiaan bulan syawal, dan uang sumbangan pembangunan. Kira-kira nominalnya sekitar satu juta sekian, sehingga uang yang berhak diambil kembali sekitar 4 juta. Pengembalian tersebut ada batas waktu tertentu, bukan sepanjang waktu.

--------------------------------------------------------------------------------Bersambung di PART 2 
Share:

Wednesday, 1 February 2017

SKRIPSI, done! (Tips)

Pada postingan sebelumnya mengenai skripsi, saya sempat mengatakan untuk memberikan tips. Jadi pada tulisan ini, khusus akan saya bahas mengenai 2 tips yang saya janjikan itu. Tips ini versi saya, jadi belum tentu bisa berlaku untuk semua ya :)

TIPS MENGERJAKAN SKRIPSI DENGAN CEPAT

  • Semua dimulai dari niat dan tujuan kita di awal, ini yang harus kita rumuskan di awal. Sebab kalau tidak, skripsi itu sangat melenakan. Kalau niatnya sudah bulat, setidaknya akan lebih terjaga. Kalau mau selesai dalam 1 semester ya selalu tanamkan, satu semester satu semester. 
  • Be realistis! ingin berkontribusi dengan meneliti sesuatu yang belum pernah ada itu boleh-boleh saja. Tapi sebaiknya pertimbangkan perjalanan ke depannya, apakah ada akses ke sumber data dan sejauh apa data itu bisa kita peroleh. Saran saya, pilih topik yang sederhana yang sesuai dengan minat dan kapasitas kita saja. Mengangkat masalah mikro tapi dengan data yang mumpuni dan analisa tajam tentu akan menjadi karya yang sangat menarik. 
  • Pilih topik yang kira-kira bisa diteliti dengan metode yang lebih kamu sukai. Metode kuantitatif dan kualitatif itu sangat berbeda, masing-masing tentu punya tantangan sendiri. Kalau kamu suka kebebasan berpikir dan tantangan ya pilih kuali, Kalau suka membuktikan dengan perhitungan angka, ya pilih kuantitatif. Bagi saya pribadi kuantitatif lebih cocok untuk saya, sebab adanya perhitungan angka membuat penelitian saya hasilnya lebih pasti, bukan sebatas asumsi yang masih bisa di debat sana-sini. Secara pengumpulan data juga lebih mudah, karena saya bisa pakai kuesioner online. Pengolahannya dibantu aplikasi SPSS jadi tugas peneliti menjelaskan angka itu dengan fakta dan teori. 
  • Pilih topik yang sudah pernah diteliti, namun lihat dari sudut pandang berbeda. Ini agak tricky sebenarnya, tapi dari pengalaman saya cukup membantu. Skripsi saya tentang media dan reputasi, tentu sudah ada yang membahas yang bisa jadi referensi. Tapi harus ada pembaruan yang membedakan penelitian kita dengan sebelumnya, pembaruan itu misalnya ya dari objeknya, sudut pandangnya atau dari studi kasusnya. 
  • Keep Contact! kontak dengan dosen pembimbing dan dengan skripsi kamu sendiri. Kalau tidak bertemu setidaknya kirim email atau apa yang intinya mengabarkan kalau kita terus berjalan dan berprogres. jangan sampai, kita datang pas sudah mau deadline. Karena bagaimanapu kita juga butuh arahan dan persetujuan dosen. Kemudian, selalu usahakan juga membuka skripsi kalau bisa setiap hari, walaupun cuma nambah satu paragraf, edit halaman, bahkan benerin typo sekalipun. Ini akan menjaga kita agar tidak menunda-nunda, karena sekali menunda bisa tau-tau sudah mau deadline.  
  • Rajin-rajin kontak dengan teman yang lagi skripsi juga, biar bisa saling mengingatkan, menguatkan dan mendoakan. haha. 

TIPS MENGOLAH DATA PAKAI SPSS DENGAN CEPAT
  • Langkah pertama, lihat-lihat aja dulu spss itu ada apa. Browsing-browsing dulu cara input di spss. 
  • Kalau sudah tulis variabel view, selanjutnya tinggal input data. Nah kalau mau cepat, kita tulis datanya dulu di excel rubah jadi angka semua, lalu tinggal paste ke spss. Kalau pakai kuesioner online akan lebih cepat lagi, karena sudah ada rekapnya, tinggal kita rubah jadi angka dengan rumus IF di excel. 
  • Kalau sudah selesai input, segera tampilkan output pengujian yang dibutuhkan. Rajin-rajin browsing cara pengujian dengan spss, karena biasanya suka beda cara. Kalau bisa pahami betul kenapa harus menggunakan cara itu dan rujukannya siapa. 
  • Pada spss itu hanya alat yang hanya mengikuti instruksi kita. SPSS akan selalu menampilkan mau benar atau salah pengujian kita, jadi tugas kita adalah memastikan bahwa pengujian yang kita lakukan sudah benar dan bisa diterima secara metode. Misalnya tidak semua penelitian bisa di regresi secara metode, namun spss tugasnya hanya menghitung kan, jadi kalaupun kita klik regresi juga tetap bisa keluar hasilnya. 
  • Cukup uji dan baca yang kita butuhkan, fokus saja. Bagaimana cara membacanya? rajin-rajin browsing dan baca buku.
Share:

Thursday, 15 September 2016

(TIPS) Liburan Hemat ke Jogja

Jogja telah menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Bahkan Bandara Adi Sucipto Jogjakarta juga dinobatkan sebagai alah satu bandara tersibuk di Indonesia. Keberadaan Jogjakarta memang tergolong strategis karena bisa dijangkau dengan semua moda transportasi. Selain itu, harga-harga di Jogja juga masih tergolong murah untuk kategori tempat wisata. Sehingga tak heran jika Jogja dengan sejuta pesona wisatanya selalu menjadi pilihan para wisatawan. Jogja sangat ramah untuk semua kalangan, termasuk kita-kita yang berkantong pas-pasan. Berikut tips liburan hemat di Jogja

1. Naik Kereta Ekonomi
KA PROGO
source : http://i1306.photobucket.com/albums/s569/Ryco_raiCo/00015_zpsb6e357bc.jpg

Jika anda datang dari luar kota Jogja namun masih di pulau jawa, entah itu dari arah Jakarta maupun dari arah Banyuwangi, untuk menghemat ongkos kita bisa memilih moda transportasi merakyat seperti kereta ekonomi. Dengan biaya seratus ribuan, anda sudah bisa sampai di kota Yogyakarta. Jika ingin menggunakan kereta ekonomi, pilihlah relasi dengan tujuan stasiun lempuyangan. Beberapa kereta ekonomi Jakarta - Lempuyangan tersebut antara lain: Progo (125.000), Bengawan (74.000), dan gaya baru malam (104.000). Jika anda ingin berhenti dengan stasiun tugu yang lebih dekat dengan malioboro, anda bisa menggunakan kereta bogowonto (150.000) dan Gajahwong (145.000).

2. Pilih penginapan low budget favorit backpacker

The Packer Lodge Jogja
Sumber: http://ucd.hwstatic.com/propertyimages/2/268652/9.jpg
Di Jogja sebenarnya cukup banyak penginapan murah. Hanya saja memang untuk mendapatkan cukup perlu usaha karena yang membutuhkannya juga banyak, terlebih lagi jika musim liburan atau weekend, sebaiknya sudah booking penginapan paling lambat satu bulan sebelumnya. Di sekitar malioboro sendiri banyak hotel ramah kantong yang banyak direkomendasikan backpacker, seperti: Indonesia Hotel, Munajat backpaker, Hotel puri, the packer lodge, dll. Jika mau ditempat lain banyak penginapan murah, seperti di kawasan prawirotaman. Carilah penginapan dengan jenis guest house atau homestay, biasanya harganya sedikit murah. Selain itu jika anda tidak terlalu mempermasahkan privacy, mungkin menginap di penginapan dengan konsep dorm juga bisa dicoba, seperti edu hostel, the packer lodge, wayang homestay, dll. Bahkan kalau dateng rame-rame, bisa sewa homestay dengan kapasitas mencapai 15 orang dengan harga sewa dibawah satu jutaan permalam. Ulasan lebih lengkap tentang mencari penginapan di Jogja bisa diakses disini.


3. Jangan takut untuk jalan kaki
Jalan Malioboro
Sumber: http://bakpiakinanthi.com/wp-content/uploads/2015/01/belanja-di-maliobor.jpg

Jogja cukup ramah untuk pejalan kaki, terlebih lagi jika aktivitas anda hanya diseputar pusat kota saja. Misalnya dari stasiun tugu ke penginapan anda di daerah sosrowijayan tentu itu sangat mungkin dijangkau dengan jalan kaki. Selain hemat ongkos becak/ojek, anda juga bisa sembari menikmati suasana malioboro dengan segala lalu lalangnya. Tidak perlu takut karena disana banyak orang berjalan kaki, termasuk bule-bule dengan carrier-carrier besarnya. Dari stasiun tugu ke malioboro, dari stasiun tugu ke tugu Jogja, dari Maliboro ke nol KM, dari nol KM ke alun-alun Lor bisa dijangkau dengan jalan kaki saja. Apalagi sekarang malioboro mengalami penataan, trotoarnya jadi lebar dan bebas dari parkir liar. Jadi, masih enggan jalan kaki? :)

4. Naik TransJogja, RP 3500 sudah bisa keliling Jogja
sumber: https://lailatulisnaini.files.wordpress.com/2015/12/tj.jpg
Tidak perlu khawatir jika anda bosan dengan wisata yang ada di pusat kota namun tidak punya kendaraan. Di Jogja ada bus kecil warna hijau (dulu) dan biru (baru) bernama transjogja yang siap membawa anda menjelajahi sudut-sudut kota jogja. Misalnya, kebetulan penginapan anda di sekiar malioboro lalu anda ingin ke candi prambanan. Jika naik taxi tentu biayanya bisa lebih dari seratus ribu, tapi dengan transjogja cukup dengan 3.500 saja. Anda bebas kemana saja, mau dari malioboro, ke terminal giwangan, lalu ke prambanan, lalu ke condong catur, dll selama anda tidak keluar dari shelter maka biaya yang harus dibayarkan cukup 3.500 saja. Salah satu keuntungan naik transjogja, secara tidak langsung akan jadi tau banyak tempat di Jogja yang dilewati transJogja, seperti terminal, bandara, JEC, Amplaz, UGM, dll.

5. Pilih tempat wisata rakyat 


Bukit parang endog (paralayang parangtritis)
Sumber: http://www.larisahomestay.com/image-product/img1443-1441680004.jpg

Jogja punya banyak pilihan wisata yang hemat namun tetap istimewa dan tidak ada duanya. Jika anda suka dengan suasana Jogja yang sendu dan damai, maka menghabiskan malam di angkringan alun-alun dan juga kopi joss tugu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan sekedar duduk-duduk santai di nol kilometer juga memberikan kesan Jogja yang istimewa. Bagi teman-teman yang ingin menambah pengetahuan, museum bisa menjadi pilihan. Seperti museum gunung merapi hanya mengharuskan kita membayar 3.500 untuk mengenang letusan gunung merapi yang dasyat. Banyak juga wisata-wisata alam yang ramah di kantong, seperti menikmati keindahan panorama pantai selatan dari bukit paralayang akan membawa kita seperti bukan di Jogja. Kita juga bisa menikmati surga tersembunyi gunung kidul dengan segala pesona keindahan pantainya.
Share:

Tuesday, 23 August 2016

(TIPS) Berdamai dengan keadaan

Selamat malam, apa kabar? :)

Saya, kamu, dan kita semua pasti pernah berada dalam keadaan yang membuat kita seperti hilang haluan. Seperti ombak dilaut yang datang silih berganti, begitupun masalah hidup ini yang terasa datang bertubi-tubi. Tapi untuk posting ini saya mau menulis tentang percintaan. Kita semua sepakat bahwa pengkhianatan, pengabaian dan semacamnya itu menyakitkan. Tapi apakah dengan bermusuhan menjadikan hidup kita tenang? tentu tidak. Pilihan terbaik menurut saya adalah berdamai dengan keadaan, lalu mulailah lagi menjalani kehidupan. Berdamai dengan keadaan bukan berarti melupakan, bisa jadi juga berteman. Apapun itu yang pasti bagaimana membuat kita nyaman.

Berikut beberapa Tips sederhana untuk berdamai dengan keadaan

1. Maafkan
Memaafkan sebenarnya adalah cara untuk menenangkan diri sendiri. Cobalah untuk memaafkan apapun yang telah terjadi. Cukup ini menjadi pembelajaran, lalu buang semua kenangan manis yang pernah tersimpan. Jangan lagi sisakan harapan, sebab kita sulit berdamai dengan keadaan ketika masih ada rasa membutuhkan.

2. Positif thinking
Percayalah bahwa Tuhan tidak mungkin salah dalam menuliskan takdir hambaNya. Jangan terlalu cepat untuk menyimpulkan dari kehidupan yang baru kita jalani sebagian. Sama seperti ke pantai, kebanyakan pantai mengharuskan kita melewati jalanan yang cukup berliku dahulu. Jika anda menyerah dan menyimpulkan dini, maka kesimpulannya yang anda temui hanya sebatas jalanan perbukitan yang berliku. Padahal setelah itu, Tuhan telah menciptakan seindah-indahnya alam untuk kita nikmati. Teruslah berjalan, ikuti saja skenario Tuhan.


3. Mulai (Paksa)
Saya tahu dikhinati itu menyakitkan, tetapi bukankah akan lebih menyakitkan jika kita menghabiskan sepanjang usia kita dengan seorang penghianat. Cobalah paksa diri Anda untuk menerima kenyataan, lalu berlakulah seolah-olah anda baik-baik saja. Jika anda terbiasa diantar-jemput oleh dia, sekarang paksa diri Anda untuk jalan sendiri. Jangan terlalu diratapi, cobalah untuk membuatnya lebih menyenangkan dengan pikiran dan perilaku positif. Misal, dengan pulang pergi sendiri anda bebas mau mampir kemana saja, tanpa takut ada yang marah karena menghabiskan waktu terlalu lama. Kebahagiaan itu pilihan Anda, tergantung dari bagaimana Anda menyikapi sebuah peristiwa. Awalnya mungkin susah, tapi tau-tau anda akan bangga dengan diri Anda sendiri karena ternyata bisa semandiri itu. Lalu berbanggalah, kini Anda telah tumbuh menjadi jiwa yang lebih hebat dan kuat. :D
Share:

Saturday, 20 August 2016

Tanda bukan jodoh

Salah satu trending topic remaja usia 20an keatas adalah masalah jodoh. Ya ini penting, tapi memang ada orang yang sudah serius berikhtiar sejak dini namun ada pula yang menempatkan hal lain sebagai prioritasnya saat ini. Bagi saya pribadi tidak ada yang salah antara menikah dini atau menikah nanti, yang terpenting adalah kesiapan Lillahi ta'ala. Apa yang saya tulis adalah dari apa yang saya baca, dengar dan lihat. Jadi semoga ini tidak menjadi curahan hari semata, tapi bisa memberi insight untuk teman-teman yang mungkin sedang ragu.

Sampai sejauh ini saya belum berencana untuk menikah muda, bahkan ketika adik saya yang umurnya satu tahun dibawah saya sudah menikah ya saya tetap dengan apa yang saya yakini. Bukan bermaksud mendikte Tuhan, karena sepenuhnya saya yakin keputusan terbaik ada di tangan Tuhan. Sampai suatu ketika ada seorang laki-laki menarik hati yang cukup menyakinkan, sehingga membuat saya sempat akan berubah pikiran. Kami tidak mempunyai ikatan, karena bagi kami ikatan itu adalah pernikahan. Saya merasa waktu terlalu berharga untuk sebuah hubungan tanpa tujuan, terlebih lagi bagi dia. Jadi misal ada kata "ya" bagi saya berarti itu "ya" untuk menikah. Tidak ada istilah trial , pilihannya adalah ya atau tidak sama sekali.  Disinilah saya menghabiskan banyak malam untuk berdiam, sekedar berkontemplasi dengan hati nurani. Singkat cerita saya dilema dengan hati dan pikiran saya yang tidak sejalan. 

Ini adalah bagian paling menguras energi dan pikiran. Proses yang cukup panjang dan melelahkan hingga akhirnya sekarang hati dan pikiran saya seirama mengatakan, kita belum berjodoh. Jujur saya lebih banyak ngeyelnya ketika keluarga saya berpendapat, karena kadang itu terlalu subjektif mengikuti common sense (kepercayaan umum). Misal common sense yang ada di masyarakat kita, ibu tiri jahat. Ya hal-hal semacam itu yang sulit saya terima. Tapi saya menemukan motivasi dari Om Mario Teguh dan beberapa orang lain, kata-kata motivasi ini yang kemudian saya renungkan dalam lubuk hati. Izinkan saya merangkum itu semua.

Tanda seseorang bukan jodoh kita
Dari apa yang saya dapat bahwa sebenarnya tanda-tanda itu banyak sekali, hanya saja kita kadang terlalu abai. 

1. Keluarga kurang mendukung
Kalau ada kakak yang kurang setuju atau tante yang ngomel-ngomel, ya mungkin itu bisa jadi pertanda.

2. Segalanya terasa susah dan banyak halangan
Niat yang baik, InsyaAllah Tuhan akan selalu memudahkan. Tapi jika tiba-tiba banyak halangan, ada saja masalah yang muncul. Jangan-jangan itu pertanda jika kita harus kembali mempertimbangkan. 

3. Hati penuh keraguan
Jika jodoh itu biasanya segala terasa lebih mudah terlebih lagi jika sepenuhnya diniatkan ibadah, jikapun ada masalah selalu ada jalan. Kalau dari awal sudah banyak keraguan, lebih baik tidak diteruskan. Biasanya diawal itu cintanya masih menggebu-gebu yang menandakan besarnya cinta, tetapi jika diawal saja cinta itu tidak lebih besar dari keraguan kita, maka lebih baik hentikan. 

4. Bersamanya tidak membuat anda lebih baik
Jika karenanya anda menjadi jauh dengan keluarga, jauh dengan Tuhan atau mungkin melalaikan kewajiaban, mungkin itu juga pertanda. Sebab cinta itu menghebatkan, saling melengkapi kekurangan. 

5. Banyak keburukan yang anda maklumkan
Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi keburukan itu kan karakter, tidak mudah untuk merubahnya. Jika hubungan anda diawali dengan sebuah kebohongan, lalu apalagi yang ada nantikan selain hanya menyaksikan kebohongan yang ditutup dengan kebohongan. Wallahu a'lam


Jangan berlama-lama dalam keraguan, jodoh itu soal kecocokan, jadi sekiranya kurang cocok ya lepaskan. Tanamkan pada diri kita bahwa masing-masing dari kita adalah jiwa kesayangan Tuhan yang layak bagi sebaik-baiknya pasangan. Perjuangkan apa yang perlu kita perjuangan, jangan memperjuangkan hal yang hanya menjadi kesia-siaan. Tuhanpun juga sudah berjanji untuk memberikan lelaki yang baik bagi wanita yang baik, dan sebaliknya. Jangan putus harapan, dipertemukan nanti atau sekarang Tuhan sudah menyiapkan sebaik-baiknya jodoh pilihan. Aamiin.

 “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26) 




Share:

Saturday, 23 April 2016

Beburu penginapan di Jogja


Ini perjalanan pertama saya menginap di Jogja, biasaya saya selalu memilih untuk datang pagi lalu malam lanjut ke Kediri ataupun Jakarta. Tapi karena satu dan lain hal yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya makanya kali ini saya menginap. Well, saya menghabiskan banyak malam untuk mencari informasi penginapan secara online. Maklum, banyak maunya jadi susah. Haha.

What am i looking for?

Saya awalnya cari penginapan di sekitar malioboro, biar aksesnya kemana-mana gampang dan saya gak perlu bingung kalau pulang malem. Dengan kriteria penginapan, harga terjangkau, bangunan baru, dan ada kolam renang kalau bisa rooftop. Tapi sepertinya saya terlalu idealis, gak ada yang seperti itu. haha. Sebenarnya bisa aja saya numpang di kost temen saya, tapi kayak saya gak mau merepotkan orang apalagi mereka lagi minggu uts kan. Jadi apapun yang terjadi saya harus berburu penginapan. haha



Belajar dari prinsip seorang teman, kalau kita mau sesuatu dan merasa itu terlalu tinggi. Maka pilihannya ada 2, yaitu: Menurunkan standart kita atau berusaha lebih keras. Dalam hal ini saya pilih yang ke 2, saya benar-benar menghabiskan beberapa malam untuk mencari penginapan yang cocok. Saya coba cari semua lewat traveloka, pegipegi, tiket.com, agoda dan tripadvisor. Intinya lewat itu semua saya cari harga terendah karena masing-masing aplikasi itu punya penawaran dan sistem beda-beda.

Traveloka, dia banyak kasih diskon apalagi kalau weekend atau special event, member dan pakai aplikasi traveloka. Dia juga banyak kerjasama dengan hotel grup, jadi misal saat itu redplanet. Harga final untuk redplanet Solo hanya 180ribu, sayangnya gak ada redplanet Jogja. Sedangkan online travel agent lain tidak menampilkan harga final, jadi harga dasar nanti tambah pajak 15%, belum lagi pajak administrasi 10%. Tapi semua punya kelebihan masing-masing kan ya. Enaknya pegi-pegi dia kasih maps yang muncul harganya, jadi kamu gak perlu cari satu-satu. Langsung buka maps itu aja, nanti kelihatan penginapan lain sekitar situ plus harganya. Kemudian kalau agoda dia banyak kasih diskon hotel-hotel premium, bahkan pas saya cari kemarin grand aston ratenya hanya 570.000 tapi lupa untuk kamar apa. Tapi sayangnya itu belum pajak ya, pas sudah pajak ketemunya sekitar 700.000. Wah ini hampir sama kayak kosan saya sebulan. haha. Btw agoda hanya bisa bayar pakai kartu kredit ya. Terus yang terakhir trip advisor itu sebenarnya kan aplikasi panduan wisata gitu, jadi enaknya kita bisa tahu perbandingan harga dari semua online travel agent jadi gak perlu buka satu-satu. Selain itu, kita juga bisa baca review orang-orang yang menurutku cukup berguna juga. 


maps pegi-pegi


Setelah melakukan pencarian panjang tapi tak kunjung menemukan seperti yang saya cari di daerah malioboro. Akhirnya saya coba cari daerah lain, tentunya tetap mempertimbangkan akses. Sebenarnya saya juga gak mau kemana-mana sih, tapi kalau daerahnya asing dan terlalu di pinggir kota kan susah juga. Kalau di Jogja yang terkenal kampung turis itu sosrowijayan (Gg pertama jln malioboro) dan prawirotaman (jl Parangtritis). Dari segi harga di prawirotaman lebih murah, tapi dari segi akses lebih jauh dari pusat keramaian. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan perjalanan anda. Well, karena tak menemukan di malioboro, akhirnya saya coba cari darah prawirotaman. Pilihan sayapun jatuh pada pandanaran hotel, kenapa? alasannya jelas karena rooftop swimmingpoolnya dan harganya murah. hehe. Ulasan lengkapnya ada di postingan link ini  pandanaran hotel Yogyakarta :)

Sekedar berbagi aja dari hasil pencaharian saya, yang mungkin bisa menjadi sedikit referensi teman-teman kalau  cari penginapan di Jogja:

  • Hotel premium dekat malioboro: Inna garuda
  • Hotel premium diluar malioboro: Grand Aston Yogyakarta, Hyatt Regency
  • Hotel bintang 2,3, 4 di dekat malioboro, dengan kolam renang: Malioboro inn, Ibis, Istana batik ratna, Neo, Prima inn, Dafam fortune, hotel batik yogyakarta, Summer quest, Jambuluwuk malioboro, Abadi hotel, dll. 
  • Hotel bintang 2,3,4 di dekat malioboro, tanpa kolam renang: Hotel Pyreness, Malioboro palace, malioboro garden, hotel dagen, summer season, Pop hotel,  Whiz hotel, hotel mataram, Amaris hotel. (Hotel kategori ini banyak sekali, tinggal menyesuaikan budget anda)
  • Hotel dengan Rooftop swimming pool di Jogja: Indoluxe hotel, Pandanaran hotel, Dafam fortune, The cube Hotel, Ibis Styles, Edu Hostel.  
  • Hotel dengan view kolam renang bagus: Hotel berbabu merapi, Queen of the south beach resort parangtritis, Inessya resort and swimmingpool pantai kukup. 
  • Hotel backpacker dekat malioboro : Munajat Backpacker, Merbabu hotel, cabin hotel.


Sekian dulu ya, nanti kalau ada informasi segera saya tambahkan disini.  Jika berkenan silakan membaca review saya mengenai Queen of the south beach resort dan Rooftop swimmingpool Indoluxe hotel. Terimakasih :)



Share: