Showing posts with label TRIP. Show all posts
Showing posts with label TRIP. Show all posts

Saturday, 16 September 2017

REVIEW EDU HOSTEL YOGYAKARTA (English version)

Yogyakarta is one of the most populer tourist destination in Indonesia. That's why Adi Sucipto International airport is nominated as the most crowded airport. Along with the increasing of tourist population, hotel industry in Jogja also developes significantly. Edu Hostel is an example of a newcomer hotel, it kind of hostel exactly.

I will try to review this hostel based on my own experience. I have stayed there three times along this year. The hostel is recommended enough, thats why i do repeat booking and write this review for sharing with you all.  Hope it will help u to choose a low budget hostel on ur Yogyakarta's itinerary :)


Rate

The rate of edu hostel, on September 2017, is only
IDR 80.000/night/bed/person for dormitory room
IDR 460.000/night/room for private room

Hostel Facilities

  • 2 room types (dorm and private) 
  • Big Locker (for each person in bed room)
  • Air Conditioning
  • Bath room inside (hot water)
  • Rooftop swimming pool
  • Rooftop terrace
  • Common tv area
  • Free wi-fi access (Lobby area only)
  • Breakfast include (For all room type)
  • Water Refill
  • Bicycle (for rent)
  • Mushola (in first floor)

I really enjoy this hostel, the facilities are more than enough for IDR 80.000. Even i can get lower price by getting a promo from traveloka. I payed about IDR 105.000 for 2 night on my first coming and IDR 140.000 for my last trip. When i was coming it's ramadhan, the front office offer me to change the breakfast into "sahur". I got really nice impression because the menu serve completely. There are rice, soup, fried chicken, tempe, cracker, water melon and hot tea. Like so wow, for a hostel IDR 50.000/night. But the special package is only served in ramadhan, because they has already had daily menu in regular day, like i share below. If u can't find ur own food, it's also possible to upgrade ur breakfast menu. Please inform the front office a day before.

Roof top
Image source http://www.eduhostels.com/photo


Breakfast schedule 

Fried rice and hot tea for breakfast


Room Type 

Edu Hostel has 5 floors, the first floor for lobby and meeting venue, the second and third are dormitory, fourth is private room and the last one is roof top for public area with some fasilities. There are 2 room's type here, which is dorm and private. Dorm type is devided in to female and male dorm. So make sure that u has already booked the right dorm type for ur own. The dorm is consist of 3 bunk beds (6 single bed) for each room, both of male or female dorm. It has a bath room with 2 showers inside and a dry toilet in another side. Besides the private room is design for family (max 4 person), the room is consist of 1 big bunk bed. We will get a king size bed and 2 single bed above. I dont know inside the room because i never booked it yet. But i think the whole fasilities are almost same, except a television in private room.

I personally really enjoy here, i'm glad to meet a new friend from another city, even another country. Some people maybe little bit getting worry about the privacy of the shared room. But it is not as bad as u though before. Everyone has a locker, just put ur personal belongings there. If u bring a pricey thing (like laptop, camera, etc), it's better to put your own padlock because there is no key on the locker. We can bring our own padlock or buy it in front office about IDR 12.000. Oh ya, dont forget to write on the special request form if u prefer to choose the lower bed rather than the upper bed.

We have to give deposite about IDR 50.000 when we are check in. It's like a bail, perhaps we broke or lose the electric key card. If you stay in private room, you will get 1 key card only. So if you wanna have more key card, u should pay the bail as much as the key you want (IDR 50.000/ key). We need the key to open the door of our bed room and the door in front of the lift in each floor.

dormitory room  (6 beds)
Image source http://www.eduhostels.com/photo
Private room
Image source http://www.eduhostels.com/photo

Hostel Location

Edu hostel is located in Letjen Suprapto street number 17, Ngampilan, Yogyakarta. I think it is strategic enough because of the easily access. If u wanna stay near Malioboro street, the hotel can be ur choice. It's neither far nor near, but still very accessible to the Malioboro street, Beringharjo market, Yogyakarta station, Sultan palace or any others place in the downtown.

Hotel Access

Edu hostel can be accessed using any kind of transportation, even by foot. Wherever your arriving point is, there are public transportation to go to Edu hostel. The detail below:

From Yogyakarta Train Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Malioboro bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  • By Pedicab
    About IDR 15.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 3.000 for motorbike
  • By foot 
From Adi Sucipto Airport
  • By Trans Jogja
    (get on: Bandara bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
From Giwangan Bus Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Giwangan Trans Jogja bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 25.000 for online taxi


Share:

Monday, 19 September 2016

Loker (penitipan barang) di stasiun Tugu Yogyakarta

Sebagai kota yang menjadi tujuan sejuta umat, banyak orang hilir mudik di kota ini. Bagi teman-teman yang mungkin hanya singgah ke Kota Jogja, mungkin adakalanya bingung harus menaruh mana barang bawaan. Mungkin juga banyak yang bingung naruh barang sebelum check in penginapan. Daripada jalan-jalan sambil nenteng carrier atau bahkan koper, mungkin barangnya bisa ditipkan loker. Ya, ada loker (penitipan barang) di stasiun tugu Yogyakarta.

Locker penitipan barang stasiun Tugu Yogya
Sumber: dok pribadi
LOKASI 
Lokasinya ada ditengah, jadi kalau teman-teman datang dari pintu selatan itu bener-bener lurus aja. Kalau datang dari pintu timur ya tinggal lurus ke barat (kearah toilet dan mushola), nah kita bisa menemukannya sebelum sampai di gazebo ruang tunggu. Jadi lokasinya ada diantara peron selatan dan peron utara, menghadap ke timur, bersebrangan dengan kios Gudeg. Tempatnya jadi satu dengan pejual pulsa, petugas lokernya ya penjual pulsa itu.

UKURAN
Ukuran lokernya cukup besar, mungkin kalau hanya ransel biasa bisa muat 3 tas. Bahkan mungkin koper ukuran medium bisa masuk juga. 

HARGA
Saya tidak tau harga pastinya, kata blog tetangga sebelah sih Rp 10ribu per loker. Tapi mungkin sudah berubah karena pas saya nitipin disana awal bulan agustus kemarin harganya beda, Jadi saya ditanya, sampai jam berapa? nah pada saat iitu saya menitipkan dari jam 12-jam 18.00 dan harga yang saya bayarkan adalah Rp 30.000. Saya gak ngerti sih perhitungannya bagaimana, tapi yang jelas itu di bukunya dicatat jam masuk dan keluar serta nominal uangnya. Nah saya sempet lihat ada orang yang menitipkan barang kira-kira 6 jam juga tapi kok uangnya beda dengan yang saya bayarkan. Sejujurnya saya kaget sih pas petugasnya menyodorkan saya nota dan bilang "jadi Rp 30.000 mbak". Ya itu jauh banget dari info tetangga sebelah, apalagi tas saya cuma satu. Mungkin nanti kalau teman-teman atau saya menitipkan lagi bisa diperjelas ke petugasnya. hehe. 

ATURAN
Menurut blog tetangga sebelah, syaratnya harus punya tiket hari itu juga. Sebenarnya petugasnya gak nanya sih kita punya tiket hari itu atau enggak. Tapi ini make sense aja, secara kalau gak punya tiket hari itu kan kita jadi gak bisa masuk stasiun lagi buat ambil barang yang dititipin. haha. Nah waktu itu case saya, jadi saya check out penginapan jam 12 siang dan kereta saya jam 6 sore. Karena masih ingin jalan-jalan dan males bawa barang, ya sebenarnya bisa dan boleh aja dititipin dulu di FO penginapan tapi ya males bolak balik lagi, ya mending sekalian check out dan barangnya titipin loker. Caranya, beli go show tiket prameks seharga 8.000 (beda-beda) dan langsung masuk stasiun buat nitipin barang. Lalu keluar lagi dan balik lagi ambil barang pas sekalian keberangkatan kereta kita yang sebenarnya. Kereta prameks keberangkatannya sehari sangat banyak sekali bahkan hampir setiap 2 jam sekali, jadi jangan khawatir kelewat jamnya.  


Share:

Thursday, 15 September 2016

(TIPS) Liburan Hemat ke Jogja

Jogja telah menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Bahkan Bandara Adi Sucipto Jogjakarta juga dinobatkan sebagai alah satu bandara tersibuk di Indonesia. Keberadaan Jogjakarta memang tergolong strategis karena bisa dijangkau dengan semua moda transportasi. Selain itu, harga-harga di Jogja juga masih tergolong murah untuk kategori tempat wisata. Sehingga tak heran jika Jogja dengan sejuta pesona wisatanya selalu menjadi pilihan para wisatawan. Jogja sangat ramah untuk semua kalangan, termasuk kita-kita yang berkantong pas-pasan. Berikut tips liburan hemat di Jogja

1. Naik Kereta Ekonomi
KA PROGO
source : http://i1306.photobucket.com/albums/s569/Ryco_raiCo/00015_zpsb6e357bc.jpg

Jika anda datang dari luar kota Jogja namun masih di pulau jawa, entah itu dari arah Jakarta maupun dari arah Banyuwangi, untuk menghemat ongkos kita bisa memilih moda transportasi merakyat seperti kereta ekonomi. Dengan biaya seratus ribuan, anda sudah bisa sampai di kota Yogyakarta. Jika ingin menggunakan kereta ekonomi, pilihlah relasi dengan tujuan stasiun lempuyangan. Beberapa kereta ekonomi Jakarta - Lempuyangan tersebut antara lain: Progo (125.000), Bengawan (74.000), dan gaya baru malam (104.000). Jika anda ingin berhenti dengan stasiun tugu yang lebih dekat dengan malioboro, anda bisa menggunakan kereta bogowonto (150.000) dan Gajahwong (145.000).

2. Pilih penginapan low budget favorit backpacker

The Packer Lodge Jogja
Sumber: http://ucd.hwstatic.com/propertyimages/2/268652/9.jpg
Di Jogja sebenarnya cukup banyak penginapan murah. Hanya saja memang untuk mendapatkan cukup perlu usaha karena yang membutuhkannya juga banyak, terlebih lagi jika musim liburan atau weekend, sebaiknya sudah booking penginapan paling lambat satu bulan sebelumnya. Di sekitar malioboro sendiri banyak hotel ramah kantong yang banyak direkomendasikan backpacker, seperti: Indonesia Hotel, Munajat backpaker, Hotel puri, the packer lodge, dll. Jika mau ditempat lain banyak penginapan murah, seperti di kawasan prawirotaman. Carilah penginapan dengan jenis guest house atau homestay, biasanya harganya sedikit murah. Selain itu jika anda tidak terlalu mempermasahkan privacy, mungkin menginap di penginapan dengan konsep dorm juga bisa dicoba, seperti edu hostel, the packer lodge, wayang homestay, dll. Bahkan kalau dateng rame-rame, bisa sewa homestay dengan kapasitas mencapai 15 orang dengan harga sewa dibawah satu jutaan permalam. Ulasan lebih lengkap tentang mencari penginapan di Jogja bisa diakses disini.


3. Jangan takut untuk jalan kaki
Jalan Malioboro
Sumber: http://bakpiakinanthi.com/wp-content/uploads/2015/01/belanja-di-maliobor.jpg

Jogja cukup ramah untuk pejalan kaki, terlebih lagi jika aktivitas anda hanya diseputar pusat kota saja. Misalnya dari stasiun tugu ke penginapan anda di daerah sosrowijayan tentu itu sangat mungkin dijangkau dengan jalan kaki. Selain hemat ongkos becak/ojek, anda juga bisa sembari menikmati suasana malioboro dengan segala lalu lalangnya. Tidak perlu takut karena disana banyak orang berjalan kaki, termasuk bule-bule dengan carrier-carrier besarnya. Dari stasiun tugu ke malioboro, dari stasiun tugu ke tugu Jogja, dari Maliboro ke nol KM, dari nol KM ke alun-alun Lor bisa dijangkau dengan jalan kaki saja. Apalagi sekarang malioboro mengalami penataan, trotoarnya jadi lebar dan bebas dari parkir liar. Jadi, masih enggan jalan kaki? :)

4. Naik TransJogja, RP 3500 sudah bisa keliling Jogja
sumber: https://lailatulisnaini.files.wordpress.com/2015/12/tj.jpg
Tidak perlu khawatir jika anda bosan dengan wisata yang ada di pusat kota namun tidak punya kendaraan. Di Jogja ada bus kecil warna hijau (dulu) dan biru (baru) bernama transjogja yang siap membawa anda menjelajahi sudut-sudut kota jogja. Misalnya, kebetulan penginapan anda di sekiar malioboro lalu anda ingin ke candi prambanan. Jika naik taxi tentu biayanya bisa lebih dari seratus ribu, tapi dengan transjogja cukup dengan 3.500 saja. Anda bebas kemana saja, mau dari malioboro, ke terminal giwangan, lalu ke prambanan, lalu ke condong catur, dll selama anda tidak keluar dari shelter maka biaya yang harus dibayarkan cukup 3.500 saja. Salah satu keuntungan naik transjogja, secara tidak langsung akan jadi tau banyak tempat di Jogja yang dilewati transJogja, seperti terminal, bandara, JEC, Amplaz, UGM, dll.

5. Pilih tempat wisata rakyat 


Bukit parang endog (paralayang parangtritis)
Sumber: http://www.larisahomestay.com/image-product/img1443-1441680004.jpg

Jogja punya banyak pilihan wisata yang hemat namun tetap istimewa dan tidak ada duanya. Jika anda suka dengan suasana Jogja yang sendu dan damai, maka menghabiskan malam di angkringan alun-alun dan juga kopi joss tugu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan sekedar duduk-duduk santai di nol kilometer juga memberikan kesan Jogja yang istimewa. Bagi teman-teman yang ingin menambah pengetahuan, museum bisa menjadi pilihan. Seperti museum gunung merapi hanya mengharuskan kita membayar 3.500 untuk mengenang letusan gunung merapi yang dasyat. Banyak juga wisata-wisata alam yang ramah di kantong, seperti menikmati keindahan panorama pantai selatan dari bukit paralayang akan membawa kita seperti bukan di Jogja. Kita juga bisa menikmati surga tersembunyi gunung kidul dengan segala pesona keindahan pantainya.
Share:

Sunday, 24 April 2016

Terimakasih telah menjadi bagian dari perjalananku





Cerita ini tentang orang-orang yang meluangkan waktu dan mau menjadi bagian dari perjalanan saya, hingga perjalan ini semakin bermakna. Waktu saya di Jogja singkat sekali, kadang saya dilema juga kalau mengabari pasti mereka menyempat-menyempatkan tapi kalau tidak dikabari kok memutus silaturahmi. Sayangnya pada akhirnya orang-orang yang saya repoti tetap sama. Saya sebenarnya berusaha merencanakan semuanya sendiri karena memang dari Jakarta saya juga berangkat sendiri. Ini juga antisipasi jika ternyata saya harus benar-benar jalan sendiri di Jogja.

Saya harus berterimakasih kepada Gilang, Nureka, Mas Agung dan Pak Dokter Dody. Walaupun pada akhirnya hanya ketemu Gilang karena yang lain berakhir wacana. Tapi gakpapa, setidaknya kalian sudah mau menyempatkan untuk mengagendakan, tapi memang kondisinya diluar dugaaan. toh niatpun sudah dicatat sebagai satu kebaikan kan? hehe.

Agung. Ini tetangga saya yang kuliah di Fakultas peternakan UGM. Ceritanya kita teman kecil karena dulu TK dan TPA selalu bareng. haha. Jadi saat itu saya line dia, sebelumnya saya pernah bilang kalau saya mau ke Jogja dan minta ketemu kalau ada waktu. Tapi ternyata minggu itu pas saya dateng, dia sudah mengagendakan pulang kampung. Ya kita belum berjodoh di Jogja. haha. Saya awalnya gak tau kalau dia kuliah di Jogja makanya sebelum-sebelumnya saya gak pernah kontak dia kalau pas lagi ke Jogja. Justru mama yang kasih tau kalau ternyata dia pindah ke Jogja. :D

Nureka. Ini teman saya SMA, satu kelas pas SMA dan teman les selama di GO. Ya kita cukup dekatlah, makanya saya selalu kontak dia kalau mau ke Jogja. Sayangnya memang sejauh ini kita belum berjodoh juga. Dulu dia tiba-tiba ada kelas pengganti sedangkan kemarin dia ketiduran. haha. Jadi sejak masih di kereta kita kontak terus by messanger. Sampai akhirnya terakhir kontak pas sore saya check in hotel. Saya mau santai dulu di penginapan dan dia bilang "Selamat istirahat Nona". Tapi sebelum mengucapkan itu, kami sudah sepakat untuk bertemu malam harinya. Tapi mulai habis magrib sampe jam 9 lebih saya nelpon di berkali-kali tidak ada jawaban. Whatsapp juga gak bisa, messanger juga gak bisa. Sampai akhirnya jam 10 dia membalas whatsapp saya bilang kalau dia ketiduran. haha. Ya mau bagaimana mana lagi, sudah terlalu malam untuk dia keluar. Jadi akhirnya kita terpaksa tidak jadi bertemu karena besoknya Nureka sudah ada agenda. Haha.

Gilang. Ini ketua kelas saya waktu kelas X dan XI. Jujur, saya hutang budi sama dia karena dia selalu menjadi orang yang paling bisa diandalkan. Sudah 2 kali saya hubungi dia dadakan dengan kondisi sedikit mendesak dan Alhamdulillah memang Tuhan menolong saya lewat dia. Seperti kemarin sebenarnya saya janjian duluan sama Nureka, baru sore saya chat Gilang kalau saya lagi di Jogja. Akhirnya malah malamnya saya ketemu Gilang aja karena Nureka ketiduran itu. Haha. Dulupun kasusnya sama, karena teman saya lainnya berhalangan akhirnya saya dadakan menghubungi Gilang dan benar-benar dia full nemenin saya. Mulai jemput dari stasiun jam 7 pagi yang mana posisi dia terima telpon saya kayak antara sadar dan tidak. haha.

Dody. Ini mahasiswa kedokteran hewan UGM. Dulu kita ketemu pas seleksi beasiswa di Surabaya dan sampai sekarang ya emang Dody ini aja yang masih sering kontak dengan saya. Lainnya paling cuma say hai di facebook aja. Gimana ya, sebenarnya Dody ini yang paling membuat saya dilema. Kalau yang lain itu kan orang Kediri, kalau gak ketemu di Jogja ya nanti di Kediri kita bisa ketemu. Sedangkan Dody bukan orang Kediri, kayak ya emang kemungkinan kita ketemu ya di Jogja aja. Makanya saya selalu berusaha untuk menghubungi dia kalau emang saya lagi di Jogja. Satu sisi saya pengen ketemu dia, disisi lain saya menyadari kesibukannya yang luar biasa. Ya secara Mahasiswa FKH dengan segala macam laporan dan praktikumnya, AsDos, dan dia juga cukup aktif di organisasi mahasiswa. Saya tahu ketika dia bilang "iya" ke saya, pasti itu sudah menyusun jadwal yang luar biasa. haha. Ya sedih aja pada akhirnya itu hanya wacana, sudah 2 kali gagal ketemu. Tapi gak apa-apa, namanya juga diluar rencana, bukan kemauan dia. Sedih aja, kayak aku berusaha terus hubungin dia karena dia responnya lambat luar biasa. Sampai detik terakhir di Jogja kebetulan pas makan di Jalan kaliurang, yang notabene itu deket banget sama UGM. Saya line dia how sad i'm and i hope miracle happened. :( Tapi ya sudahlah gpp, he's still my best friend.





 


Share:

Wednesday, 2 March 2016

First order grab car :)

Hai, apa kabar? Pagi ini aku mau cerita pengalaman memakai grab car dari stasiun jatinegara ke Depok. Sebenarnya saya sudah pernah coba pakai grab taxi, tapi sama drivernya malah di cancel. Jadi ini pengalaman pertama saya pakai grab sekawan. Haha. Kereta saya tiba di jatinegara sekitar jam 2, biasanya saya nunggu krl sampe jam 5. Tapi karena ada kuliah pagi dan hujan, jadi saya mau yang gak ribet. Setelah check, estimasi kalau naik gojek dan grab bike 38 ribu, grab taxi 120-148 ribu, grab car 98 ribu. Daripada naik taxi gelap kan pasti lebih mahal, apalagi saya sendirian jadi dengan alasan keamanan, kecepatan dan kehematan saya pilih grab car.
Setelah istirahat makan pop mie di jatinegara, akhirnya jam 4 saya order. Ini dilematis juga, mau order takut kepagian masih gelap, mau nunggu subuh takut kesiangan. Akhirnya saya putuskan order jam 4 dengan pertimbangan, jam segitu sudah mulai ramai tapi masih ada waktu juga buat istirahat di kosan. Setelah saya order, munculah driver yang menerima order saya bernama samsul dengan mobil all new avanza hitam. Dia sms saya memberitahukan posisinya di sebrang jalan. Akhirnya saya telepon untuk memastikan posisinya.
Namanya juga grab car, jadi ya ini pure mobil pribadi jadi berasa dijemput sopir. Haha. Perasaan was-was masih tetep ada, secara itu masih jam 4 pagi. Serem aja, pagi buta cewek sendirian dijalanan. Haha. Saya nanya sampe Depok kira2 jam berapa? Bapaknya bilang sekitar 45 menit. Ya aku bilang, aku diburu waktu makanya naik grab car kalau biasanya sih nunggu kereta. Karena jalanan sepi, drivernya bisa agak kenceng macu mobilnya. Perasaan saya juga mengatakan tadi sama drivernya di cariin jalan-jalan tikus gitu. Sempat takut juga, jalanan begitu kan sepi. Tapi pas udah sampe kalibata situ saya kan udah kenal daerahnya, jadi saya agak tenang. Alhamdulillah sekitar jam 4.40 saya udah sampe kost dengan selamat. Ini cepet banget karena tadi jalan dari jatinegara sekitar jam 4.15. Sampe kosan langsung aku kasih bintang 4 dan positive testimony. Hoho. Thanks.
Share:

Sunday, 25 October 2015

Arje's Kitchen ; Tempat nongkrong dekat UNS

I was doing an express travelling to Jogja and Solo. Here, i wanna tell u about a great cafe that really famous on UNS's students. Sebenarnya perjalanan saya kemarin tidak mengagendakan ke Solo, apalagi sampai ke Arje's. Tapi karena kondisi yang teramat sangat diluar dugaan, akhirnya naik pramek ke Solo. Nah, mumpung di Solo aku cuss ke Arje's. Okay, here we go. :)

Embedded image permalink
Sebagai pendatang, menurut Saya lokasinya Arje's cukup susah ditemukan karena bukan di pusat keramaian. Bahkan saya sempat ragu aja kemarin takutnya disasarin sama temen. Lokasinya tidak di jalan raya besar, tapi di sebuah gang. Namun, jangan khawatir karena udah sangat familiar di kalangan mahasiswa UNS jadi pasti banyak yang tau. Bangunannya cukup besar dan menonjol diantara bangunan di sekitarnya. Kayak sekitarnya wilayah kosan biasa, tiba-tiba di ujung ada bangunan besar yang ramai, ya itu Arje's. Anyway bisa check google maps untuk menuju lokasinya ya.

Embedded image permalink

Meskipun saya suka cafe outdoor dan cafe ini indoor, tapi cafe ini menurut aku konsep cafe indoor yang cozy bangetlah. Having a good desain with wall painting and architecture. Coba kamu googling deh, bagus kan wall paintingnya? atau lihat aja di instagramnya @arjeskitchen atau dengan #eatwithstyle. Dari arsitektur bangunannya juga bikin cafe ini tambah cozy, kayak ini bangunan 2 lantai dan yang di lantai 2 semacam semi outdoor gitu. Sebenarnya indoor, tapi ada bagian yang dibuat terbuka. Sehingga sirkulasi udaranya bagus, walapun tanpa AC tapi udara disini tetep adem. Meja disini lumayan banyak, tapi kalau malam minggu minggu kalian butuh usaha lebih buat cari kursi karena rame banget sampai malam. Jam oprasionalnya bisa dilihat atau ditanyakan ke Arje's kitchen langsung ya, @ArjesKitchen.


Menu. Wah kalian gak perlu ragu lagi sih, walaupun tempatnya agak pedalaman tapi soal menu bersaing banget lah. Kamu mau nyari yang tradisional kayak nasi goreng, bakmi, siomay gitu ada. Mau yang bergaya ala-ala anak hits gitu juga ada, dan yang penting harga dan rasa tetap istimewa. Harga di Arje's kitchen? wah jangan ditanya, kayak rice bowl hanya 9,5 ribu. Fix kan murah banget? minum pun juga begitu, walaupun di cafe tapi es teh tetap 3 ribu. Gak ngerti lagi dimana ada cafe di Depok yang jual es teh 3 ribu?. Anyway disini free wifi, jadi cocok banget sih buat kita mahasiswa bisa berlama-lama ngerjain tugas sambil makan disini. Modal 12,5K udah kenyang dan dapat wifi. Haha. Tenang aja, tempatnya kan luas jadi kayak kamu gak perlu sungkan bakal ada tamu lain yang udah nunggu meja kosong buat makan. hehe. Kemarin pas di kereta pramek, aku sempet ngobrol sama anak kimia UNS yang duduk sebelah aku. Awalnya kita ngomongin biaya hidup, terus lama-lama jadi tempat nongkrong gitu. Katanya dia sering ke Arjes, soalnya murah dan enak buat rapat. Wkwk mahasiswa banget. 


All pictures retrieved from twitter @ArjesKitchen


Cafe ini rame banget, apalagi kalau malem minggu. Jadi kalau kalian datang beramai-ramai mending reservasi dulu deh, sekalian kan bisa milih tempatnya. Soalnya mejanya emang di desain beda-beda gitu, ada meja untuk berdua, ada sofa yang untuk ramai-ramai, jadi sesuaikan dengan kebutuhan kita aja. Aku sih suka tempat yang diatas, semi outdoor gitu jadi bisa sambil lihat ke luar. Oh ya, anyway untuk parkir lumayanlah. bisa menampung mau motor atau mobil. Eh jangan salah, meskipun ini di daerah kost tapi yang kesini bukan cuma mahasiswa-mahasiswa aja. kemarin aku lihat ada juga keluarga yang makan disini. Jadi fix sih cafe ini recommended banget sebagai cafe murah dan nayman dekat UNS Solo, tempat luas dan nyaman, parkir luas, menu beragam, harga murah, dan free wifi.  :D



Share:

Saturday, 7 February 2015

Museum Angkut

This is the next story of my mini touring, yeah especially about the most important destination, Museum Angkut. :D

Sebuah wisata baru di Batu yang berlokasi di jalan terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Batu Jawa Timur, tempat ini bernama MUSEUM ANGKUT. Bangunan berwarna putih kalau saya bilang mirip pabrik, dengan tulisan MA+ diatasnya dan tulisan Museum Angkut di depannya. Orang seringkali salah bilang menjadi museum angkot, jadi bagi yang belum tau bisa mengira bahwa yang mereka lihat adalah jejeran angkot-angkot jaman dulu. Padahal, namanya adalah museum angkut. Sehingga, disini anda bisa melihat berbagai macam moda transportasi baik darat, laut maupun udara.
Gerbang pasar Apung

Pintu Masuk Museum Angkut
Jika anda berkunjung menggunakan mobil bisa parkir depan dekat pintu masuk diatas, tapi karena kemarin naik motor jadi parkirnya dibelakang. Lalu kita masuk dulu dari pintu belakang pasar apung baru kemudian tiba depan menuju loket dan pintu masuk. Museum angkit buka jam 12.00 - 20.00 WIB, sedangkan harga tiketnya Rp. 50.000 (weekdays) dan Rp. 75.000 (Weekend) serta tambahan Rp. 30.000 untuk kamera (kecuali handphone). Tetapi seingat saya dulu ada penawaran berupa potongan harga 50% (sudah termasuk biaya kamera) jika anda masuk jam 19.00. Anda akan diberi tiket berupa gelang yang akan dipasangkan di pintu masuk oleh mas-mas yang pakai batik itu. Disitu juga dilakukan pemeriksaan tas.





 Setelah pintu masuk, kita akan memasuki hall utama yang berisi berbagai macam angkutan dengan penataan yang rapi dan elegan. Contohnya seperti foto diatas, beberapa memang terpasang tali merah. Darisini kita akan naik ke lantai 2, konsepnya masih sama dengan menampilkan macam-macam transportasi. Tetapi disini kita bisa lebih banyak mengenal dan belajar, zona ini bernama zona edukasi yang di desain lebih informatif dibandingkan dengan hall utama tadi. Beberapa angkutan disertai dengan penjelasan singkat, serta ada semacam game tebak-tebakan.



Di pelataran lantai 2 ini ada sebuah menara pandang yang bisa kita naiki, wujudnya seperti gambar yag kita lampirka dibawah. Disini kita bisa melihat pemandangan kota batu dengan sepoi angin yang cukup kencang. Jika anda tidak menghendaki naik ke menaranya anda tetap bisa menikmati pemandangan kota batu dari atas balkon saja.
Foto pemandangan batu dari balkon
menara pandang di lantai dua dengan ketinggian 850 dpl
Selepas dari sini kita akan diajak berkeliling dunia melewati zona sunda kelapa dan batavia, zona gangster town dan broadway street, zona eropa, zona istana buckingham, zona las vegas, zona hollywood, dan terakhir balik lagi ke pasar apung. Disini lumayan seru, saya suka sekali ide perancangnya yang sangat kreatif. saya yakin pasti membosankan sekali kalau kita hanya lihat kendaraan berjajar, nah disinilah mereka membuat museum ini jadi berbeda. Zona-zona tersebut benar-benar di desain seperti miniatur yang dilengkapi dengan angkutan dari negaranya. Disini hobby narsis kita benar-benar tersalurkan, semua sudut menarik untuk foto yang ditunjang dengan beberapa properti yang bisa anda mainkan. Misalnya ada motor yang bisa dinaiki, ada atribut yang bisa kita pakai, ada kedai untuk duduk, dll. Intinya benda-benda disini bukan hanya bisa kita lihat tapi juga bisa kita mainkan sehingga semakin membuat anda merasa benar-benar sedang berada di lokasi yang sebenarnya.

Gangster town

zona batavia

Zona istana buckingham
Sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan di museum angkut, tapi sayangnya pas saya masuk zona gangster town sudah mulai gerimis jadi kita benar-benar dikejar waktu. Awan hitam juga sudah mulai terlihat meskipun disini masih aman, gerimis juga tidak menggangu aktivitas orang-orang disini. Sampai akhirnya masuk zona buckingham rintik hujan mulai membesar. kita mulai berjalan cepat tapi ternyata pas di pasar apung sudah hujan deras. Namun tak berapa lama akhirnya hujan reda dan kita pulang.  Oh ya, satu lagi yang seru pas di pintu keluar kita akan melewati lorong yang benar-benar mirip dengan gerbong kereta api. Interior, suara, bahkan getarannya pun dibuat sangat mirip aslinya. 

Perjalanan pulang dimulai sesuai rencana sekitar jam 2. Walaupun tadi hujan tapi sekarang sudah reda, meski awan semakin lama terus menghitam. Pulangnya kita harus lewat payung jadi sudah pasti akan lebih lama. Dari situ masih aman dan perjuangan dimulai di ngantang ketika hujan benar-benar lebat. Kendaraan mulai berjalan melambat, sisi jalan mulai penuh dengan genangan air bercampur tanah liat. Alhamdulillah aman sampai kasembon hujan reda tapi bodo amat tetap saya pakai mantel karena saya yakin pasti hujan lagi. ternyata benar sampai di Gurah hujan sangat lebat disertai gemuruh petir tanpa kilat. Yeah finally i'm home at 16.45 PM. See u in the next journey :D







Share:

Saturday, 31 January 2015

BATU'S TOURISM (MINI TOURING)

Batu City Tourism Map by nanunkcoro
Batu tourism maps
(source: http://nanunkcoro.deviantart.com/art/Batu-City-Tourism-Map-174125044)

Kota Batu (Malang Raya) Jawa timur merupakan salah satu kota wisata yang cukup terkenal. Baik potensi alamnya maupun wisata buatanya telah terkelola dengan baik sehingga menjadikan Batu sebagai tujuan wisata yang banyak diminati. Wisata itu diantaranya JATIM PARK, BATU SECRET ZOO, BNS, SELECTA, PARALAYANG, DLL. Jika anda lebih suka menikmati keindahan alam, mungkin wisata petik apel, songgoriti dan cangar bisa menjadi alternatif pilihan liburan anda. Pemerintah Kota Batupun turut mempersembahkan wisata hiburan rakyat yang didesain cukup menarik, yaitu alun-alun kota Batu. Anda bisa duduk santai ditemani gemiricik air mancur ditengahnya atau mungkin menikmati pemandangan Malang Raya dari giant wheel setinggi 35 meter. Sedikit perkenalan tentang kota Batu ini akan menjadi awal cerita saya tentang perjalanan kemarin. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang cukup spektakuler karena saya yakin Batu sudah cukup familiar bagi kita. Tapi ini merupakan perjalanan pertama saya ke Batu naik motor apalagi cuma berdua, bangga serasa lady bikers.  Awalnya mungkin sedikit canggung juga melihat medan Kediri-Malang seperti itu, biasanya kita tinggal duduk tahu-tahu sudah sampai tujuan.

IMA dan LIA

Estimasi perjalanan Kediri-Batu sekitar 3 jam, demi kelancaran perjalan saya berangkat jam 6 dengan persiapan google maps, bensin full, masker dan apapun safety reading hahaha. Perjalanan lancar jaya dari pare sampai Batu, meskipun sangat kabut tapi alhamdulillah matahari cukup bersahabat. Google maps tersimpan rapi dalam tas karena ternyata partner saya bisa diandalkan sampai pada destinasi. Awalnya saya langsung menuju museum angkut sebagai tujuan utama, tapi karena kepagian akhirnya kita hanya lewar dan memutuskan istirahat dulu di alun-alun Batu, sampai sana rasanya agak kaget juga pas tahu masih jam 8. Meskipun medan pegunungan ya seperti itu tapi jalanannya bagus, dalam artian aspal bagus, rambu-rambu bagus, plang jalan juga jelas. Mungkin kita agak bingung aja pas dipertigaan paralayang, biasanya kalau naik bis kita ambil yang arah kanan jika mengikuti plang jalan tulisannya arah air terjun coban rondo (jalan kelok-kelok lewat payung). Saya awalnya ngotot ambil kanan, tapi temen ngotot lurus. Pas saya lihat banyak motor plat AG juga yang ambil lurus, ya sudah saya ambil lurus. Agak shock juga pas tahu turunannya tajam banget dan panjang, tapi kita lebih shock lagi pas tahu ini ternyata jalan tembus ke Batu yang dekat sekali. Jadi kita memotong jalur tanpa melewati hutan pujon, langsung turunan dan setelah itu melewati permukiman langsung sampau di pusat kota Batu.

Teh tarik dan nasi pecel depan alun-alun Batu

Sampai di alun-alun batu lady bikernya kelaparan, jadi kita parkir langsung ke minimarket beli susu sama biskuit. Setelah tangan dan kaki mulai normal kita beli makan depan alun-alun sampai jam 9 lebih. Ini perjalanan benar-benar santai sesantai-santainya melakukan apapun yang ingin kita lakukan tanpa harus takut namamu dipanggil di pusat informasi karena ditunggu rombongan. Oke puas makan dan duduk-duduk kita pengen coba-coba naik delman keliling Batu. Delman-delmannya mangkal disebelah selatan alun-alun deket parkiran motor. Awalnya bapaknya minta 50ribu, itumah kemahalan kayak kereta Kediri-Jakarta aja. Akhirnya kita sepakat harga 30ribu paling muter tengah kota sekitar 2 Km. Cukup seru pas dijalan kita naik delman ditengah-tengah kendaraan bermotor. Abangnya juga sedikit ngasih tahu ini tempat apa. 

 Setelah naik delman saya masih mau main-main lagi. Akhirnya kita naik giant wheel, ternyata murah cuma Rp. 3.000 saja perorang/putaran. Pada hari itu sepi banget, pas saya naik saja itu benar-benar hanya kabin kita yang ada isinya tapi pas kita di tengah-tengah ada orang lagi naik. Disini ukurannya besar, besi-besi penopangnyapun juga besar jadi insyaAllah aman. Anda bisa melihat pemandangan kota Batu dan sekitarnya dari giant wheel yang tingginya sekitar 35m ini. Oh ya, disini ada merpati juga walaupun tidak sebanyak di Alun-alun Tulung agung. Iseng-iseng aja saya kasih biscuit, dimakan sama mereka. Seru aja jadi dikerubungin merpati, tapi sayangnya pas mau foto mereka pada kabur. Gara-gara orang sebelah ikutan ngasih makan pakai kerupuk. haha.
Giant wheel alun-alun batu



iseng kasih makan merpati pakai biscuit :D LOL
Setelah naik giant wheel kita memutuskan untuk ke selecta sambil nunggu museum angkut buka. Nampaknya stake holder kota Batu sangat bersinergi menjadikan ini sebagai kota wisata. Ditunjang dengan geografis kota ini yang tidak terlalu besar jadi mudah sekali untuk menjangkau satu wisata ke wisata lain. Cukup berbekal arahan tukang parkir (perempatan BCA ke kanan 6KM)  kita sudah sampai di selecta. Retribusi tiket masuk sebesar Rp. 20.000 per orang dan Rp. 5000 untuk parkir motor. Wisata ini didesain dengan memanfaatkan kontur alamnya, kita disuguhi dengan taman bunga yang indah dan pepohonan yang ditata rapi di lereng miring yang dilengkapi air mancur kecil. Bukan hanya itu, disini juga ada kolam renang anak dilengakapi permainannya, kolam dewasa dan juga permainan air lainnya. Selain itu kita juga bisa bermain flying fox dengan membayar Rp 20.000. Jikapun tidak main fly fox ataupun berenang anda susah cukup lelah berkeliling-keliling selecta.


Taman Bunga Selecta



Wahana permainan air selecta


Selepas dari selecta tepatnya setelah sholat dhuhur kita langsung meluncur ke museum angkut. Kita sengaja memburu waktu supaya nanti balik ke Kediri tidak keburu hujan lebat. Kita sampai museum angkut sudah lumayan ramai. Saya parkir motor dibelakang, lalu masuk lewat pasar apung, barulah pintu masuk museum angkut. Pasar apung ini konsepnya cukup menarik, meskipun kecil tapi makanan yang dijual cukup beragam. Saya tidak terlalu memperhatikan detail masing-masing kios, lagi-lagi karena waktu. Sebenarnya banyak yang bisa di eksplore disini, seperti kuliner, oleh-oleh, dan juga ada museum topeng. Kita bebas masuk kawasan ini, karena loket musium angkutnya masih di depan. Saya sempet mikir, kalau lagi gembel main kesini cuma main-main ke pasar apung berarti kita cuma butuh bayar parkir aja Rp. 2.000. haha.
Pasar apung dari depan (depan loket)


Pasar apung dari atas

Cerita musium angkut akan menyusul di posting selanjutnya yaa :)
Share: