Showing posts with label yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label yogyakarta. Show all posts

Saturday, 16 September 2017

REVIEW EDU HOSTEL YOGYAKARTA (English version)

Yogyakarta is one of the most populer tourist destination in Indonesia. That's why Adi Sucipto International airport is nominated as the most crowded airport. Along with the increasing of tourist population, hotel industry in Jogja also developes significantly. Edu Hostel is an example of a newcomer hotel, it kind of hostel exactly.

I will try to review this hostel based on my own experience. I have stayed there three times along this year. The hostel is recommended enough, thats why i do repeat booking and write this review for sharing with you all.  Hope it will help u to choose a low budget hostel on ur Yogyakarta's itinerary :)


Rate

The rate of edu hostel, on September 2017, is only
IDR 80.000/night/bed/person for dormitory room
IDR 460.000/night/room for private room

Hostel Facilities

  • 2 room types (dorm and private) 
  • Big Locker (for each person in bed room)
  • Air Conditioning
  • Bath room inside (hot water)
  • Rooftop swimming pool
  • Rooftop terrace
  • Common tv area
  • Free wi-fi access (Lobby area only)
  • Breakfast include (For all room type)
  • Water Refill
  • Bicycle (for rent)
  • Mushola (in first floor)

I really enjoy this hostel, the facilities are more than enough for IDR 80.000. Even i can get lower price by getting a promo from traveloka. I payed about IDR 105.000 for 2 night on my first coming and IDR 140.000 for my last trip. When i was coming it's ramadhan, the front office offer me to change the breakfast into "sahur". I got really nice impression because the menu serve completely. There are rice, soup, fried chicken, tempe, cracker, water melon and hot tea. Like so wow, for a hostel IDR 50.000/night. But the special package is only served in ramadhan, because they has already had daily menu in regular day, like i share below. If u can't find ur own food, it's also possible to upgrade ur breakfast menu. Please inform the front office a day before.

Roof top
Image source http://www.eduhostels.com/photo


Breakfast schedule 

Fried rice and hot tea for breakfast


Room Type 

Edu Hostel has 5 floors, the first floor for lobby and meeting venue, the second and third are dormitory, fourth is private room and the last one is roof top for public area with some fasilities. There are 2 room's type here, which is dorm and private. Dorm type is devided in to female and male dorm. So make sure that u has already booked the right dorm type for ur own. The dorm is consist of 3 bunk beds (6 single bed) for each room, both of male or female dorm. It has a bath room with 2 showers inside and a dry toilet in another side. Besides the private room is design for family (max 4 person), the room is consist of 1 big bunk bed. We will get a king size bed and 2 single bed above. I dont know inside the room because i never booked it yet. But i think the whole fasilities are almost same, except a television in private room.

I personally really enjoy here, i'm glad to meet a new friend from another city, even another country. Some people maybe little bit getting worry about the privacy of the shared room. But it is not as bad as u though before. Everyone has a locker, just put ur personal belongings there. If u bring a pricey thing (like laptop, camera, etc), it's better to put your own padlock because there is no key on the locker. We can bring our own padlock or buy it in front office about IDR 12.000. Oh ya, dont forget to write on the special request form if u prefer to choose the lower bed rather than the upper bed.

We have to give deposite about IDR 50.000 when we are check in. It's like a bail, perhaps we broke or lose the electric key card. If you stay in private room, you will get 1 key card only. So if you wanna have more key card, u should pay the bail as much as the key you want (IDR 50.000/ key). We need the key to open the door of our bed room and the door in front of the lift in each floor.

dormitory room  (6 beds)
Image source http://www.eduhostels.com/photo
Private room
Image source http://www.eduhostels.com/photo

Hostel Location

Edu hostel is located in Letjen Suprapto street number 17, Ngampilan, Yogyakarta. I think it is strategic enough because of the easily access. If u wanna stay near Malioboro street, the hotel can be ur choice. It's neither far nor near, but still very accessible to the Malioboro street, Beringharjo market, Yogyakarta station, Sultan palace or any others place in the downtown.

Hotel Access

Edu hostel can be accessed using any kind of transportation, even by foot. Wherever your arriving point is, there are public transportation to go to Edu hostel. The detail below:

From Yogyakarta Train Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Malioboro bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  • By Pedicab
    About IDR 15.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 3.000 for motorbike
  • By foot 
From Adi Sucipto Airport
  • By Trans Jogja
    (get on: Bandara bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
From Giwangan Bus Station
  • By Trans Jogja
    (get on: Giwangan Trans Jogja bus stop; get off: Ngabean bus stop)  Idr 3.000
  •  By Go-Jek/Uber/Grab (online taxi or motor bike ride)
    About IDR 25.000 for online taxi


Share:

Monday, 28 August 2017

Jogja: Jendela Indonesia


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Jogja, ibarat sebuah jendela bagi rumah yang bernama Indonesia. Layaknya sebuah jendela, memang tidak bisa memperlihatkan semua yang di dalamnya. Namun, dari yang terlihat melalui jendela sudah bisa mencerminkan bagaimana keseluruhan isinya. Tidak perlu masuk ke setiap ruangan yang ada, cukup tengok saja dari balik jendela maka kita sudah bisa menyimpulkan walau mungkin hanya satu kata. Jika indonesia terlalu luas, coba singgah dulu ke Jogja. Setiap sudut kota ini bisa menjadi cerminan panorama Indonesia yang sesungguhnya. Itulah mengapa, melihat Jogja ibarat menilik Indonesia dari jendela, sehingga tidak berlebihan ungkapan "menjadi Jogja menjadi Indonesia".

Bhineka Tunggal Ika, itulah semboyan bangsa Indonesia, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Begitupun Jogja, perbedaan itu begitu terasa disana. Dinobatkannya bandara adi sucipto menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia, menjadi bukti bahwa Jogja sangat terbuka untuk pendatang. Hilir mudik orang dengan latar belakang berbeda-beda tiada henti setiap harinya. Tapi Jogja tetaplah Jogja, tidak serta merta hilang jati dirinya tergerus budaya turis manca negara ataupun mahasiswa yang terus memadatinya. Namun sebaliknya, semua perbedaan itu justru menyatu dalam harmoni dengan semboyan yang diamini bersama, "Jogja Istimewa".

Ketika sedang berjalan menikmati suguhan budaya dan wisata Jogja, mungkin Malioboro ataupun wisata lainnya, coba sesekali perhatikan betapa berwarnanya pengunjung disana. Dari bahasa, karakter, warna kulit bahkan busananya, rasanya semua sewarna-warni batik di pasar beringharjo. Hal itu menunjukkan bahwa Jogja begitu terbuka untuk semua golongan. Kalau contoh itu terlalu sederhana, cobalah beranjak dari kota dan pergi ke Gunung Kidul, hidden paradise of Java. Sembari menikmati panorama pantai yang begitu memanjakan mata, kita bisa melihat nilai toleransi yang luar biasa di pantai ngobaran. Adanya pura yang bersanding dengan sebuah mushola, menjadi bukti nyata bahwa toleransi sudah membudaya di Jogja sejak dulu dan terus terjaga.

Budaya jawa begitu terasa di Jogja. Tidak hanya tercermin pada papan nama jalan yang menggunakan aksara jawa. Lebih dari itu, karakter ramah, sopan dan santun telah melekat dengan karakter orang-orang Jogja. Menjadi sebuah nilai yang agung ketika karakter itu terus bertahan, sekalipun gemerlap pembangunan industri pariwisata modern terus berjalan. Sesekali belajarlah menyatu dengan warga lokal, di pasar tradisional misalnya. Sehingga oleh-oleh kita bukan hanya bakpia, namun juga membawa pulang nilai-nilai yang njogjani

Bagiku, begitu menenangkan melihat senyum sumringah dibalik kehidupan yang nampak begitu sederhana. Guyub dan rukun, itulah kesan yang akan kita dapati melihat bagaimana mereka berinteraksi dan bertegur sapa. Bagaimana mungkin orang tidak betah, bahkan Jogja terlampau nyaman untuk disebut sebagai tempat singgah. Pantas saja, banyak mahasiswa yang awalnya hanya ingin kuliah tapi justru memilih menetap, menikah dengan orang lokal lalu dengan bangga memperkenalkan dirinya sebagai orang Jogja. 

Keistimewaan Yogyakarta tidak hanya tercermin dari budayanya yang masih kental dalam segala lini, namun Jogja juga sangat istimewa jika ditilik dari sejarah bangsa. Jogja menjadi bagian penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, salah satunya dengan dipilihnya Jogja menjadi Ibu Kota. Menyusuri jalanan Jogja seperti menyibak kembali perjuangan bangsa, monumen Jogja kembali, benteng vredeburg, monumen serangan umum 1 maret dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Bahkan siapa sangka hotel inna garuda juga menjadi bagian dalam sejarah kemerdekaan, sebab sempat dialih fungsikan menjadi komplek pemerintahan sementara. Jogja telah menjadi bagian dari sejarah, sehingga sudah sepantasnya jika jiwa nasionalisme itu juga selalu tercurah selamanya. Turun temurun menjadi indentitas orang-orang Jogja, bersanding dengan ramah dan berbudaya. 

Kini, 72 tahun sudah kemerdekaan Indonesia. Tetapi bukan berarti perjuangan selesai, sebab perpecahan tak ubahnya menjadi momok bangsa yang majemuk ini. Sehingga inilah saatnya, Jogja hadir kembali menjadi "penyelamat" bangsa, memberikan sirkulasi dan angin segar layaknya sebuah Jendela, menunjukkan eksistensi Jogja yang istimewa. Tidak perlu mengakat senjata seperti dahulu kala, namun cukup dengan menjaga dan menularkan budaya Jogja. Sebab, menjadi Jogja adalah menjadi Indonesia. 

"Sudah semestinya Keistimewaan Jogja adalah untuk Indonesia. Bahwa menjadi Jogja, adalah menjadi Indonesia" Sri Sultan HB X  

Indah sekali jika bangsa ini bisa tenang berdampingan dalam perbedaan, selayaknya pura dan mushola di pantai ngobaran. Jika keramahan, guyub, rukun, gotong royong terus menjadi karakter diri, mungkin berjalan di negeri ini akan senyaman berjalan di malioboro sembari menikmati melodi dari para musisi. Terlebih lagi jika semua itu dibarengi pula dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, itukah kemerdekaan yang hakiki?. Aku cinta Jogja dan aku cinta Indonesia.




Share:

Tuesday, 31 January 2017

Surat cinta untuk Jogja



Terimakasih telah melengkapi kenangan di setiap perjalanan
Terimakasih untuk segala keindahanmu yang tersuguhkan
Terimakasih telah memberi kenyamanan pada langkah yang tak bertuan
Terimakasih atas keramahan yang selalu menyapa di persinggahan
Banyak cerita yang mungkin tak akan terlupakan
Tentang cinta dan kerinduan
Tentang kebahagiaan dan kesedihan
Tentang pertemuan dan perpisahan
Tentang kebersamaan dan kesendirian
Tentang janji dan pengorbanan
Tentang kenangan dan pembelajaran


Selalu ada yang tertinggal di sudut kota ini
Hingga aku tak pernah pergi dengan hati yang utuh kembali
Bersama senja yang berlalu, ku benamkan masa lalu itu pergi
lantas aku kembali seiring sinar matahari yang kian meninggi
Bersama pagi yang memberi harapan baru, ku langkahkan kaki
Suatu ketika, aku berjanji mengajak serta orang2 yang ku cintai
Jogja bukan hanya lagi soal wisata, tapi ada ikatan hati disini
Aku akan kembali, mengenalkan kota ini pada teman hidupku nanti
Tetaplah istimewa, supaya dia merasakan ap yang ku rasakan kini
Hingga dia menemukan jawaban sendiri kenapa aku selalu kembali
Sampai bertemu lagi, entah kapan waktunya


Salam,
dari Depok untuk Jogja
4 Desember 2016

Share:

Monday, 19 September 2016

Loker (penitipan barang) di stasiun Tugu Yogyakarta

Sebagai kota yang menjadi tujuan sejuta umat, banyak orang hilir mudik di kota ini. Bagi teman-teman yang mungkin hanya singgah ke Kota Jogja, mungkin adakalanya bingung harus menaruh mana barang bawaan. Mungkin juga banyak yang bingung naruh barang sebelum check in penginapan. Daripada jalan-jalan sambil nenteng carrier atau bahkan koper, mungkin barangnya bisa ditipkan loker. Ya, ada loker (penitipan barang) di stasiun tugu Yogyakarta.

Locker penitipan barang stasiun Tugu Yogya
Sumber: dok pribadi
LOKASI 
Lokasinya ada ditengah, jadi kalau teman-teman datang dari pintu selatan itu bener-bener lurus aja. Kalau datang dari pintu timur ya tinggal lurus ke barat (kearah toilet dan mushola), nah kita bisa menemukannya sebelum sampai di gazebo ruang tunggu. Jadi lokasinya ada diantara peron selatan dan peron utara, menghadap ke timur, bersebrangan dengan kios Gudeg. Tempatnya jadi satu dengan pejual pulsa, petugas lokernya ya penjual pulsa itu.

UKURAN
Ukuran lokernya cukup besar, mungkin kalau hanya ransel biasa bisa muat 3 tas. Bahkan mungkin koper ukuran medium bisa masuk juga. 

HARGA
Saya tidak tau harga pastinya, kata blog tetangga sebelah sih Rp 10ribu per loker. Tapi mungkin sudah berubah karena pas saya nitipin disana awal bulan agustus kemarin harganya beda, Jadi saya ditanya, sampai jam berapa? nah pada saat iitu saya menitipkan dari jam 12-jam 18.00 dan harga yang saya bayarkan adalah Rp 30.000. Saya gak ngerti sih perhitungannya bagaimana, tapi yang jelas itu di bukunya dicatat jam masuk dan keluar serta nominal uangnya. Nah saya sempet lihat ada orang yang menitipkan barang kira-kira 6 jam juga tapi kok uangnya beda dengan yang saya bayarkan. Sejujurnya saya kaget sih pas petugasnya menyodorkan saya nota dan bilang "jadi Rp 30.000 mbak". Ya itu jauh banget dari info tetangga sebelah, apalagi tas saya cuma satu. Mungkin nanti kalau teman-teman atau saya menitipkan lagi bisa diperjelas ke petugasnya. hehe. 

ATURAN
Menurut blog tetangga sebelah, syaratnya harus punya tiket hari itu juga. Sebenarnya petugasnya gak nanya sih kita punya tiket hari itu atau enggak. Tapi ini make sense aja, secara kalau gak punya tiket hari itu kan kita jadi gak bisa masuk stasiun lagi buat ambil barang yang dititipin. haha. Nah waktu itu case saya, jadi saya check out penginapan jam 12 siang dan kereta saya jam 6 sore. Karena masih ingin jalan-jalan dan males bawa barang, ya sebenarnya bisa dan boleh aja dititipin dulu di FO penginapan tapi ya males bolak balik lagi, ya mending sekalian check out dan barangnya titipin loker. Caranya, beli go show tiket prameks seharga 8.000 (beda-beda) dan langsung masuk stasiun buat nitipin barang. Lalu keluar lagi dan balik lagi ambil barang pas sekalian keberangkatan kereta kita yang sebenarnya. Kereta prameks keberangkatannya sehari sangat banyak sekali bahkan hampir setiap 2 jam sekali, jadi jangan khawatir kelewat jamnya.  


Share:

Thursday, 15 September 2016

(TIPS) Liburan Hemat ke Jogja

Jogja telah menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Bahkan Bandara Adi Sucipto Jogjakarta juga dinobatkan sebagai alah satu bandara tersibuk di Indonesia. Keberadaan Jogjakarta memang tergolong strategis karena bisa dijangkau dengan semua moda transportasi. Selain itu, harga-harga di Jogja juga masih tergolong murah untuk kategori tempat wisata. Sehingga tak heran jika Jogja dengan sejuta pesona wisatanya selalu menjadi pilihan para wisatawan. Jogja sangat ramah untuk semua kalangan, termasuk kita-kita yang berkantong pas-pasan. Berikut tips liburan hemat di Jogja

1. Naik Kereta Ekonomi
KA PROGO
source : http://i1306.photobucket.com/albums/s569/Ryco_raiCo/00015_zpsb6e357bc.jpg

Jika anda datang dari luar kota Jogja namun masih di pulau jawa, entah itu dari arah Jakarta maupun dari arah Banyuwangi, untuk menghemat ongkos kita bisa memilih moda transportasi merakyat seperti kereta ekonomi. Dengan biaya seratus ribuan, anda sudah bisa sampai di kota Yogyakarta. Jika ingin menggunakan kereta ekonomi, pilihlah relasi dengan tujuan stasiun lempuyangan. Beberapa kereta ekonomi Jakarta - Lempuyangan tersebut antara lain: Progo (125.000), Bengawan (74.000), dan gaya baru malam (104.000). Jika anda ingin berhenti dengan stasiun tugu yang lebih dekat dengan malioboro, anda bisa menggunakan kereta bogowonto (150.000) dan Gajahwong (145.000).

2. Pilih penginapan low budget favorit backpacker

The Packer Lodge Jogja
Sumber: http://ucd.hwstatic.com/propertyimages/2/268652/9.jpg
Di Jogja sebenarnya cukup banyak penginapan murah. Hanya saja memang untuk mendapatkan cukup perlu usaha karena yang membutuhkannya juga banyak, terlebih lagi jika musim liburan atau weekend, sebaiknya sudah booking penginapan paling lambat satu bulan sebelumnya. Di sekitar malioboro sendiri banyak hotel ramah kantong yang banyak direkomendasikan backpacker, seperti: Indonesia Hotel, Munajat backpaker, Hotel puri, the packer lodge, dll. Jika mau ditempat lain banyak penginapan murah, seperti di kawasan prawirotaman. Carilah penginapan dengan jenis guest house atau homestay, biasanya harganya sedikit murah. Selain itu jika anda tidak terlalu mempermasahkan privacy, mungkin menginap di penginapan dengan konsep dorm juga bisa dicoba, seperti edu hostel, the packer lodge, wayang homestay, dll. Bahkan kalau dateng rame-rame, bisa sewa homestay dengan kapasitas mencapai 15 orang dengan harga sewa dibawah satu jutaan permalam. Ulasan lebih lengkap tentang mencari penginapan di Jogja bisa diakses disini.


3. Jangan takut untuk jalan kaki
Jalan Malioboro
Sumber: http://bakpiakinanthi.com/wp-content/uploads/2015/01/belanja-di-maliobor.jpg

Jogja cukup ramah untuk pejalan kaki, terlebih lagi jika aktivitas anda hanya diseputar pusat kota saja. Misalnya dari stasiun tugu ke penginapan anda di daerah sosrowijayan tentu itu sangat mungkin dijangkau dengan jalan kaki. Selain hemat ongkos becak/ojek, anda juga bisa sembari menikmati suasana malioboro dengan segala lalu lalangnya. Tidak perlu takut karena disana banyak orang berjalan kaki, termasuk bule-bule dengan carrier-carrier besarnya. Dari stasiun tugu ke malioboro, dari stasiun tugu ke tugu Jogja, dari Maliboro ke nol KM, dari nol KM ke alun-alun Lor bisa dijangkau dengan jalan kaki saja. Apalagi sekarang malioboro mengalami penataan, trotoarnya jadi lebar dan bebas dari parkir liar. Jadi, masih enggan jalan kaki? :)

4. Naik TransJogja, RP 3500 sudah bisa keliling Jogja
sumber: https://lailatulisnaini.files.wordpress.com/2015/12/tj.jpg
Tidak perlu khawatir jika anda bosan dengan wisata yang ada di pusat kota namun tidak punya kendaraan. Di Jogja ada bus kecil warna hijau (dulu) dan biru (baru) bernama transjogja yang siap membawa anda menjelajahi sudut-sudut kota jogja. Misalnya, kebetulan penginapan anda di sekiar malioboro lalu anda ingin ke candi prambanan. Jika naik taxi tentu biayanya bisa lebih dari seratus ribu, tapi dengan transjogja cukup dengan 3.500 saja. Anda bebas kemana saja, mau dari malioboro, ke terminal giwangan, lalu ke prambanan, lalu ke condong catur, dll selama anda tidak keluar dari shelter maka biaya yang harus dibayarkan cukup 3.500 saja. Salah satu keuntungan naik transjogja, secara tidak langsung akan jadi tau banyak tempat di Jogja yang dilewati transJogja, seperti terminal, bandara, JEC, Amplaz, UGM, dll.

5. Pilih tempat wisata rakyat 


Bukit parang endog (paralayang parangtritis)
Sumber: http://www.larisahomestay.com/image-product/img1443-1441680004.jpg

Jogja punya banyak pilihan wisata yang hemat namun tetap istimewa dan tidak ada duanya. Jika anda suka dengan suasana Jogja yang sendu dan damai, maka menghabiskan malam di angkringan alun-alun dan juga kopi joss tugu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan sekedar duduk-duduk santai di nol kilometer juga memberikan kesan Jogja yang istimewa. Bagi teman-teman yang ingin menambah pengetahuan, museum bisa menjadi pilihan. Seperti museum gunung merapi hanya mengharuskan kita membayar 3.500 untuk mengenang letusan gunung merapi yang dasyat. Banyak juga wisata-wisata alam yang ramah di kantong, seperti menikmati keindahan panorama pantai selatan dari bukit paralayang akan membawa kita seperti bukan di Jogja. Kita juga bisa menikmati surga tersembunyi gunung kidul dengan segala pesona keindahan pantainya.
Share:

Saturday, 23 April 2016

Pandanaran Hotel Yogyakarta


Pandanaran Hotel Yogyakarta merupakan grup dari Pandanaran Group yang berpusat di Semarang. Hotel ini berlokasi di Jalan Prawirotaman 1 no. 38 Jogjakarta , tepat di depan Gelato dan Aglioo. Lokasinya cukup mudah dijangkau, bisa naik TransJogja, taxi, becak atau transportasi lainnya. Pastikan Anda datang dari jalan parangtritis, karena mulai bulan april kemarin jalan prawirotaman diberlakukan satu arah dari barat ke timur (Dari jalan parangtritis ke jalan sisingamangaraja). Lurus ke arah timur mungkin sekitar 300m, anda akan menemukan hotel ini di sebelah kanan jalan. Sangat kelihatan karena ada tulisan hotel pandanaran cukup besar di depan hotel.

Sebelum bercerita lebih jauh saya mau bercerita tentang kenapa akhirnya saya memilih pandanaran hotel. Awalnya saya tetep berusaha mencari di sekitar malioboro, dengan kriteria hotel konsep modern, ada kolam renang kalau bisa rooftop dan low budget. Rata-rata dengan kriteria itu di sekitar malioboro harganya 400 keatas. Saya sempat kepikiran merapi merbabu, tapi ternyata aksesnya sulit. Saya juga kepikiran di queen of the south beach resort, tapi ini jauh banget dan saya gak punya kendaraan. Akhirnya saya coba cari daerah prawirotaman, ada galeri prawirotaman dan pandanaran yang cukup menarik hati saya. Pas saya lihat-lihat, akhirnya saya memutuskan booking pandanaran.

Saya menginap disini hanya semalam karena keesokan harinya saya langsung melanjutkan perjalanan ke Kediri. Pada saat itu saya booking via traveloka dengan tipe budget room without breakfast, refundable policy aplly. Menurut saya sesuai dengan motonya simply the smart choice, memang hotel ini adalah pilihan yang simpel. Di traveloka saat itu hanya tersedia 2 tipe kamar yaitu budget dan standart. Tapi jenisnya macam-macam, perbedaannya terletaka pada jenis bed, sarapan dan refund. Saat itu saya memilih Queen budget room only yang bisa di refund dengan rate RP 304.000. Kebetulan saat itu ada promo dari traveloka promo 15% dengan minimal transaksi 300ribu. Alhamdulillah saya akhirnya hanya bayar 250ribu sekian.

Apakah ini sepadan dengan yang saya dapat? menurut saya ya. Pas saya check in ternyata saya mendapat free upgrade dari budget room ke standart room. Tentu saja standart room lebih luas ukuran kamarnya, tapi kayaknya secara fasilitas sama aja. Pas booking saya request kamar lantai atas yang viewnya bagus dan sayapun mendapatkan itu. Kamar saya di lantai 5 (paling atas) satu lantai dengan bar dan kolam renang.

Standart room double
Source: www.yogyakartahotels.net
View kamar

Kamarnya standart kurang lebih seperti itu. Kalau yang budget itu lebih sempit, kaca cendelanya lebih sempit dan kamar mandinya juga lebih sempit. Bagi saya yang sendiri sih ini sudah cukup, tapi mungkin kalau bawa keluarga agak berasa sempit. Kamarnya bersih dan semua terawat. Fasilitas yang ada di kamar AC, TV LED, line telepon, heater dan minumannya, laci, gantungan baju, sandal, handuk dan peralatan mandi lainnya, cermin kamar, cermin kamar mandi, hot water, dan washtafel. Semua berfungsi dengan baik dan sangat nyaman sih bagi saya. Channel TV juga lumayan lengkap, oh ya wifinya juga lumayan. :) Saya senang dengan kamar ini, saya bisa melihat kehidupan prawirotaman dini hari. Ya sebenarnya gak ada apa-apa, cuma ada pedagang dadakan yang mau gelar dagangan karena kebetulan ada rombongan anak SMP menginap disini juga.


Rooftop swimming pool Pandanaran hotel Yogyakarta
Ini sebenernya bagian yang membuat saya terpesona pada pandangan pertama. Haha. Walaupun saya gak jago berenang bahkan gak bisa, tapi saya senang aja ke kolam renang. Kayak tujuan saya ke Jogja juga selalu ada agenda ke kolam renang. Well, kolam renang Pandanaran terletak di lantai 5 selantai dengan bar dan fitness center. Gak begitu luas tapi ya cukuplah untuk saya yang cuma mau renang-renang lucu. haha. Kolam anak dan dewasa jadi satu, untuk yang dewasa sekitar 1,2 kalau tidak salah. Pas saya main ke kolam sore hari, kolamnya yang bener-bener sepi disitu cuma ada 2 cewek (bukan tamu hotel). Saya merasa sangat bersyukur saat itu karena saya bisa menikmati senja dan jogja bersama-sama. Tidak lama kemudian, adzan magrib lalu saya menuliskannya senja, Jogja dan Dia. Sempurna. Saat duduk-duduk santai sunbathing, sambil menikmati pemandangan jogja dari atas. Suasanya sangat sendu karena memang saat itu mendung. Susah dideskripsikan, yang jelas saya bersyukur sekali dengan nikmat Tuhan saat itu. Walaupun saya sendiri, bagaimanapun saya harus bersyukur karena saat itu saya merasa hidup damai sedamai-damainya. Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan. :) . Oh ya kalau berenang aja sepertinya bisa juga, dengan membayar 50ribu rupiah. Mungkin lebih lengkapnya bisa dilihat di web pandanaran jogja.


Overall saya puas sekali dengan hotel ini. Harga terjangkau, fasilitas oke, ada rooftop swimmingpool, staff ramah, parkir basement cukup luas dan akses ke hotel juga gampang. Tapi ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan managemen hotel untuk perbaikan. Pertama, closet kamar mandi tercium bau yang sedikit gak enak. Kedua handuk kolam renang itu kan harusnya yang lebar, tapi pas saya minta dikasih yang ukuran standart kayak di kamar. Saya kurang paham juga apakah ini karena saya tidak mengenakan pakaian terbuka jadi gak perlu handuk yang gede atau bagaimana. Ketiga, itu kamarnya gak kedap suara ya? saya kayak denger suara tv kamar sebelah. Terakhir, saya kemarin coba booking pakai weebsite dengan memasukkan kode easybooking. Berhasil dan kode diterima tapi harganya malah lebih mahal. Sepertinya ini belum di update atau memang kodenya sudah expired. Itu saja masukan dari saya, maaf kemarin pas check out lupa mau ngomong karena buru-buru. Selebihnya saya puas sekali dengan service pandanaran hotel Jogjakarta. Kemarin saya dapat telpon dari sales hotel menawarkan kartu member. Kalau saya tinggal di Jogja mungkin bisa dipertimbangkan, sayangnya saya tinggal di Depok jadi paling ke Jogja jarang sekali. Tapi jika ke Jogja lagi, saya mungkin akan mempertimbangkan untuk menginap disini lagi. :)
Share:

Beburu penginapan di Jogja


Ini perjalanan pertama saya menginap di Jogja, biasaya saya selalu memilih untuk datang pagi lalu malam lanjut ke Kediri ataupun Jakarta. Tapi karena satu dan lain hal yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya makanya kali ini saya menginap. Well, saya menghabiskan banyak malam untuk mencari informasi penginapan secara online. Maklum, banyak maunya jadi susah. Haha.

What am i looking for?

Saya awalnya cari penginapan di sekitar malioboro, biar aksesnya kemana-mana gampang dan saya gak perlu bingung kalau pulang malem. Dengan kriteria penginapan, harga terjangkau, bangunan baru, dan ada kolam renang kalau bisa rooftop. Tapi sepertinya saya terlalu idealis, gak ada yang seperti itu. haha. Sebenarnya bisa aja saya numpang di kost temen saya, tapi kayak saya gak mau merepotkan orang apalagi mereka lagi minggu uts kan. Jadi apapun yang terjadi saya harus berburu penginapan. haha



Belajar dari prinsip seorang teman, kalau kita mau sesuatu dan merasa itu terlalu tinggi. Maka pilihannya ada 2, yaitu: Menurunkan standart kita atau berusaha lebih keras. Dalam hal ini saya pilih yang ke 2, saya benar-benar menghabiskan beberapa malam untuk mencari penginapan yang cocok. Saya coba cari semua lewat traveloka, pegipegi, tiket.com, agoda dan tripadvisor. Intinya lewat itu semua saya cari harga terendah karena masing-masing aplikasi itu punya penawaran dan sistem beda-beda.

Traveloka, dia banyak kasih diskon apalagi kalau weekend atau special event, member dan pakai aplikasi traveloka. Dia juga banyak kerjasama dengan hotel grup, jadi misal saat itu redplanet. Harga final untuk redplanet Solo hanya 180ribu, sayangnya gak ada redplanet Jogja. Sedangkan online travel agent lain tidak menampilkan harga final, jadi harga dasar nanti tambah pajak 15%, belum lagi pajak administrasi 10%. Tapi semua punya kelebihan masing-masing kan ya. Enaknya pegi-pegi dia kasih maps yang muncul harganya, jadi kamu gak perlu cari satu-satu. Langsung buka maps itu aja, nanti kelihatan penginapan lain sekitar situ plus harganya. Kemudian kalau agoda dia banyak kasih diskon hotel-hotel premium, bahkan pas saya cari kemarin grand aston ratenya hanya 570.000 tapi lupa untuk kamar apa. Tapi sayangnya itu belum pajak ya, pas sudah pajak ketemunya sekitar 700.000. Wah ini hampir sama kayak kosan saya sebulan. haha. Btw agoda hanya bisa bayar pakai kartu kredit ya. Terus yang terakhir trip advisor itu sebenarnya kan aplikasi panduan wisata gitu, jadi enaknya kita bisa tahu perbandingan harga dari semua online travel agent jadi gak perlu buka satu-satu. Selain itu, kita juga bisa baca review orang-orang yang menurutku cukup berguna juga. 


maps pegi-pegi


Setelah melakukan pencarian panjang tapi tak kunjung menemukan seperti yang saya cari di daerah malioboro. Akhirnya saya coba cari daerah lain, tentunya tetap mempertimbangkan akses. Sebenarnya saya juga gak mau kemana-mana sih, tapi kalau daerahnya asing dan terlalu di pinggir kota kan susah juga. Kalau di Jogja yang terkenal kampung turis itu sosrowijayan (Gg pertama jln malioboro) dan prawirotaman (jl Parangtritis). Dari segi harga di prawirotaman lebih murah, tapi dari segi akses lebih jauh dari pusat keramaian. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan perjalanan anda. Well, karena tak menemukan di malioboro, akhirnya saya coba cari darah prawirotaman. Pilihan sayapun jatuh pada pandanaran hotel, kenapa? alasannya jelas karena rooftop swimmingpoolnya dan harganya murah. hehe. Ulasan lengkapnya ada di postingan link ini  pandanaran hotel Yogyakarta :)

Sekedar berbagi aja dari hasil pencaharian saya, yang mungkin bisa menjadi sedikit referensi teman-teman kalau  cari penginapan di Jogja:

  • Hotel premium dekat malioboro: Inna garuda
  • Hotel premium diluar malioboro: Grand Aston Yogyakarta, Hyatt Regency
  • Hotel bintang 2,3, 4 di dekat malioboro, dengan kolam renang: Malioboro inn, Ibis, Istana batik ratna, Neo, Prima inn, Dafam fortune, hotel batik yogyakarta, Summer quest, Jambuluwuk malioboro, Abadi hotel, dll. 
  • Hotel bintang 2,3,4 di dekat malioboro, tanpa kolam renang: Hotel Pyreness, Malioboro palace, malioboro garden, hotel dagen, summer season, Pop hotel,  Whiz hotel, hotel mataram, Amaris hotel. (Hotel kategori ini banyak sekali, tinggal menyesuaikan budget anda)
  • Hotel dengan Rooftop swimming pool di Jogja: Indoluxe hotel, Pandanaran hotel, Dafam fortune, The cube Hotel, Ibis Styles, Edu Hostel.  
  • Hotel dengan view kolam renang bagus: Hotel berbabu merapi, Queen of the south beach resort parangtritis, Inessya resort and swimmingpool pantai kukup. 
  • Hotel backpacker dekat malioboro : Munajat Backpacker, Merbabu hotel, cabin hotel.


Sekian dulu ya, nanti kalau ada informasi segera saya tambahkan disini.  Jika berkenan silakan membaca review saya mengenai Queen of the south beach resort dan Rooftop swimmingpool Indoluxe hotel. Terimakasih :)



Share:

PECEL BAKMI PASAR BERINGHARJO

Source:
http://photo.liputan6.com/lifestyle/menikmati-kelezatan-bakmi-pecel-khas-pasar-beringharjo-2431923

Bagi yang pernah ke Jogja dan mampir ke pasar beringharjo pasti tau kuliner pecel bakmi. Tdak susah juga mencarinya karena penjualnya ada di sisi luar pasar. Begitu anda sampai di pasar beringharjo maka anda langsung bisa menemukan deretan penjual pecel ini disisi-sisi depan pintu masuk pasar. Penjualnya banyak banget, dengan menu yang sama, hanya saja mungkin komposisi sayur yang ditawarkan beda dan lauk pelengkapnya juga beda.

Well, seporsi pecel bakmi terdiri dari sayur mayur (biasanya selalu ada kembang turi), mie goreng kemudian disiram bumbu pecel. Sebenarnya menurut saya agak aneh sih kayak pecel ya pecel aja, mie ya mie aja jangan pecel campur mie. haha. Tapi ya itu justru uniknya kali ya. Kalau anda yang mau pakai nasi juga bisa, artinya sebenarnya anda bebas mau mie siram bumbu pecel aja, atau pecel sayur saja atau pakai nasi juga bisa. Harga untuk satu porsi lengkap (Nasi, pecel dan mie atau pecel dan mie) seharga 10ribu rupiah. Sedangkan untuk mie atau pecel aja seharga 5ribu. Terdapat pula berbagai macam lauk pelengkap yang bisa kita pilih, ada gorengan yang cuma seribu rupiah, ada sate telur puyuh, ati ampela, usus seharga 5 ribu rupiah pertusuk, ada ayam goreng juga cuma saya gak tau harganya. 

Source: http://nginepmana.com/yogyakarta/asli-kuliner-di-jogja-ini-emang-bikin-ngilerr

Is it recommended? 
Anda harus mencobanya, karena aksesnya mudah dan ini kuliner terkenal di Jogja selain gudeg. Sekedar untuk tau aja, biar kalau ada tetangga cerita anda udah tahu. haha. Tapi sejujurnya ada beberapa hal yang mungkin bisa teman-teman pertimbangkan.

Source: http://nginepmana.com/wp-content/uploads/2015/05/421.jpg
Pertama, porsinya tidak banyak. Ya sebagai orang yang sangat suka makan sayur, menurut saya ini sangat sedikit. Bahkan nasinya mungkin hanya beberapa sendok. Tapi semoga ini hanya penilaian subjektif saya sebagai wanita yang selalu makan sayurnya banyak. haha. Sayangnya saya sendirian saat itu, jadi saya gak bisa lihat porsi ini untuk orang lain, khususnya lelaki. Sebenarnya ada pembeli di kios lain, tapi agak jauh dan saya lagi fokus ngobrol sama ibunya. Biasa, kalau di tempat baru saya selalu sok ide ngajak ngobrol warga lokal. haha. 


source: http://photo.liputan6.com/lifestyle/
Kedua, tempatnya sempit. Lokasinya ada di depan pintu masuk pasar yang mana itu selalu penuh lalu lalang orang. Jadi sebisa mungkin cari tempat yang agak lapang atau tidak banyak dilalui orang. Saya waktu itu cari penjual yang sepi, ya karena saya sendiri bagaimanapun pasar itu tempat umum jadi takut aja digodain om-om jail atau brondong-brongdong labil. haha. Tapi ternyata sepanjang saya disitu, saya beberapa kali kesenggol orang yang lewat. Untung badan saya gede, jadi pertahanan kuat. haha. 


Ketiga, harganya gak murah. Ya untuk ukuran Jogja menurut saya ini mahal. Pecel di kediri harganya paling 4-5ribu satu porsi, sedangkan di Depok 8-9ribu sudah sama tahu tempe dan peyek. Di Beringharjo ini bener-bener polos, gak ada lauknya sama sekali. Sebelum menulis ini saya baca review orang, bahkan ada yang menyebut ini saudaranya lesehan malioboro. haha. Jadi buat temen-teman yang baru ke Jogja hati-hati, namanya juga tempat wisata, pedagang lesehan di malioboro terkenal suka banting harga gitu. Kalau pecel ini gak banting harga, tapi ya emang mahal sih. Pas itu saya makan pecel lengkap + 1 mendoan + setusuk sate tulur puyuh dan minum teh, yang harus saya bayarkan adalah 19 ribu. Satu tusuk sate telur puyuh isi 5 butir seharga 5 ribu itu juga mahal, paling kalau tempat lain 2-3 ribu. Oh ya pas itu ada mbak-mbak mau bungkus, dia bilang mau bungkus 2 lengkap dan dia bilang, "5ribuan kan buk?". Si penjualnya bilang kalau lengkap 10ribu, kalau mie atau pecel aja 5 ribu. Terus si mbaknya jadinya bungkus 1 aja. haha. Kalau saya saat itu sih biasanya aja, bayar 19 ribu juga gak berat hati karena memang saya niat mencoba kan jadi ya paling gak balik lagi. haha. Ya untuk sekedar tahu aja sih gak masalah, toh itu juga tempat wisata dan saya perginya sendiri. Beda kalau misalnya saya perginya satu keluarga, wah lain cerita misal 19X5=95 ribu. Belum lagi saya rasa lelaki pasti kurang 1 porsi. Wah itu lebih dari cukup buat saya makan sekeluarga di soto gobyos (soto daging dekat 521 - brawijaya Kediri). 




Share:

Friday, 22 April 2016

Malioboro "berhias"

source: http://simcardjepang.com/apa-uniknya-jogjakarta/

Malioboro. Sebuah nama jalan di Jogja yang begitu terkenal, bahkan mungkin orang yang belum pernah ke Jogjapun juga tahu jalan ini. Jalan yang katanya surga belanja dan surga kuliner, memang lokaisnya sendiri juga strategis sih. Kayak jalan dari stasiun bisa, mau ke tugu paling 1km aja, bringharjo juga disitu, nol kilometer juga. Sehingga gak heran memang kalau akhirnya kawasan maliboro menjadi ring pusat pariwisata Jogja. Teman-teman kalau mau cari penginapan itu banyak banget di sekitar situ, dari mulai yang murah seperti munajat backpacker  sampai yang sekelas inna garuda juga ada. Dengan demikian, gak heran kalau jalan maliobro ini padatnya luar biasa. Apalagi kalau malam minggu, saya juga bingung gitu sebenarnya mereka ngapain kayak mau jalan aja susah.

Pertanggal 4 April maret kemarin malioboro mulai "berhias", Sri Sultan melakukan penataan parkir sisi timur malioboro. Jadi kalau teman-teman jalan dari utara ke selatan (dari stasiun tugu ke beringharjo/nol km) itu kan terbagi ruas, jalan paling kanan/barat untuk mangkal andong dan becak, tengah buat kendaraan umum, lalu sisi timur/kiri buat parkir. Dulu suka susah gak sih kalau mau jalan, kalau jalan di trotoar barat takut tau-tau diserudug andong dari belakang. haha. Tapi kalau mau jalan di timur kayak banyak motor parkir. Nah sekarang parkir motor itu sudah gak ada, parkir motor malioboro direlokasi ke parkir abu bakar ali. Rencana jangka panjangnya maliobro akan seperti gambar dibawah ini.


Souce the last 3 images: https://www.brilio.net/
Kalau mau tahu lebih lengkap teman-teman bisa cari beritanya sendiri ya, itu sudah banyak banget di media online. Well, kalau saya pribadi sih sangat antusias dengan penataan ini. Sebagai turis luar daerah yang datang tanpa kendaraan ya ini bagus banget. Malioboro menjadi semakin nyaman untuk pejalan kaki, lebih rapi jug gak ada riuh parkir motor sana-sini. Saya sengaja jalan dari stasiun ke malioboro juga karena pengen tahu gimana penataannya yang baru. Pada saat itu saya kesaa tanggal 9, jadi baru selang 5 hari dari relokasi. Kondisinya ya sudah bersih, sisi timur itu diberi pagar-pagar pembatas kemudian juga dijaga banyak personil keamanan. Kursi taman juga sudah ada, tapi memang baru sedikit.

Saya senang aja, jalan di trotoar yang lebar, kemudian saya sangat menikmati suasananya. Gak sepi tapi juga gak padet, jadi ya rame aja. Banyak orang lalu lalang seperti biasa, ini pikiran saya kayaknya udah mulai penuh ya senenglah ya sampai ke Jogja lagi. Saya duduk di bangku taman disitu, dekat petugas keamanan dan mbak2 yang lagi sesi curhat. Ya saya waspada ada jangan sampai menerima cat calling, apalagi selebihnya. Kalau disitu kan aman, secara saya duduk samping 3 petugas keamanan, kayak orang berani ngapain gitu. Saya senang aja, duduk disitu sambil mengamati anak muda yang selfi sana-sini, pejalan kaki, musisi jalanan, riuhnya pertokoan dan jalan sekitar. Cuma satu yang bikin kurang lengkap, jalannya sendirian. hahahaha. 
  
Saya menyadari bahwa kebijakan tak mungkin menyenangkan semua pihak. Saya sebagai turis yang datang tanpa kendaraan sangat mendukung kebijakan ini. Tapi mungkin lain cerita dengan teman-teman yang datang bawa kendaraan, pegawai toko disana, dan terutama juru parkir disana. Relokasi parkirnyapun itu gak dekat sebenarnya, tapi pemerintah juga sudah berusaha mengakomodir kebutuhan masyarakat dengan menyediakan bus gratis dari parkiran abu bakar ali ke malioboro. 

Share: