Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Tuesday, 31 January 2017

Surat cinta untuk Jogja



Terimakasih telah melengkapi kenangan di setiap perjalanan
Terimakasih untuk segala keindahanmu yang tersuguhkan
Terimakasih telah memberi kenyamanan pada langkah yang tak bertuan
Terimakasih atas keramahan yang selalu menyapa di persinggahan
Banyak cerita yang mungkin tak akan terlupakan
Tentang cinta dan kerinduan
Tentang kebahagiaan dan kesedihan
Tentang pertemuan dan perpisahan
Tentang kebersamaan dan kesendirian
Tentang janji dan pengorbanan
Tentang kenangan dan pembelajaran


Selalu ada yang tertinggal di sudut kota ini
Hingga aku tak pernah pergi dengan hati yang utuh kembali
Bersama senja yang berlalu, ku benamkan masa lalu itu pergi
lantas aku kembali seiring sinar matahari yang kian meninggi
Bersama pagi yang memberi harapan baru, ku langkahkan kaki
Suatu ketika, aku berjanji mengajak serta orang2 yang ku cintai
Jogja bukan hanya lagi soal wisata, tapi ada ikatan hati disini
Aku akan kembali, mengenalkan kota ini pada teman hidupku nanti
Tetaplah istimewa, supaya dia merasakan ap yang ku rasakan kini
Hingga dia menemukan jawaban sendiri kenapa aku selalu kembali
Sampai bertemu lagi, entah kapan waktunya


Salam,
dari Depok untuk Jogja
4 Desember 2016

Share:

Monday, 7 November 2016

Hello from hundreds km away



Aku dan kamu hanya manusia biasa yang bisa tergoda
Hati kita bisa rapuh, kala cinta mulai menyapa
Mungkin kita tidak saling berkata, tapi mata yang bercerita
Lalu seketika dengan sengaja kita menghentikannya
Itulah cara kita saling menjaga, selain dengan doa
Sebab, cinta sebelum pernikahan adalah ujian dari-Nya

Terimakasih telah menjagaku dengan sangat baik
Teruslah berpura-pura, meski rindu selalu mengusik
Jangan biarkan rasa kita saling berbisik
Cukup doa yang menjadi temu atas rindu
Jaga dirimu, sebab itu juga akan menjagaku
Entah seminggu atau sewindu,
jika memang hakku, satu nama itu akan selalu kamu

Jangan berubah, jangan mau kalah
Teruslah jadi pemenang atas rindu yang membuncah
Kualitasmu tidak layak untuk menyerah
Tetap arahkan hatimu untuk meraih mardhatillah
Semoga Allah senantiasa memberimu berkah
pada setiap jengkal kakimu melangkah
pada setiap detik waktu usiamu bertambah
dan pada setiap sujud kamu menyembah


Sampai bertemu di kotaku dan kotamu

Depok, 07 November 2016








Share:

Friday, 1 July 2016

(PUISI) Aku kalah pada rindu

Aku kalah pada rindu
Burung mengepak, terbang ke singgasana
Membawa kembali rindu Tuannya
Ku pikir waktu telah menyelesaikan semua
Tentang segala rasaku untuknya
Ternyata aku salah,
Aku kalah,
Pada rindu yang tak pernah musnah
Pandangan mata yang tertuju pada satu arah
Lidah berucap dengan susah
Rona wajah yang memerah
Lalu, aku tak bisa berkilah
Atas rasa yang masih membuatku luluh lantah
Debarku masih sama, tidak berubah
02.45
Kediri, 1 Juli 2016 
Share: