Sunday, 10 January 2016

Review nonton bareng film tausiyah cinta




Kediri, 10 Januari 2016. Semoga belum telat membahas film tausiyah  cinta yang cukup membuat saya penasaran dari bulan lalu. Sebenarnya di Depok waktu itu sudah ada nonton bareng tanggal 6 Desember, tapi mau UAS saya pending dulu dan nunggu tayangnya saja. Sampai akhirnya saya pulang ke Kediri film ini belum tayang juga, ternyata baru tayang serentak 7 Desember. Meskipun begitu, kalau kamu mau nonton film ini di golden ya belum ada. Tayang serentak itu biasanya buat XXI dan blitz megaplex, ya beda kelas jadi golden jadi makmum ajah. haha. Kayak yang lain udah tayang serentak, disini baru masuk list coming soon. Tapi syukur setidaknya ada bioskoplah, gak kayak yang sering dipertanyakan teman-teman kuliah saya, "Di Kediri ada mall sama bioskop gak?". haha.


Film tausiyah adalah film religi yang sangat kental dengan unsur-unsur dakwah. Film yang disutradarai oleh Humar Hadi berkisah tentang kehidupan seorang  businessman muda sukses bernama Lefan Aurino (Diperankan oleh Rendy Herpy) yang dipertemukan dengan seorang arsitek muda dan sholeh bernama Azka (Hamas Syahid) dan kemudian jatuh cinta dengan mahasiswi sholehah nan cantik bernama Rein (Kareina Zahra). Sebenarnya Lefan juga berasal dari keluarga religius, namun sayang ia harus menjadi korban broken home ketika papanya meninggalkan mamanya dan memilih wanita lain. Bahkan ketika mama dan kakaknya meninggal, lalu ia tinggal hidup sendiripun tetap tidak bisa menerima papanya. Oleh sebab itu, ketika bertemu dengan Azka ia seperti melihat seorang yang penuh karisma dengan keteduhannya. Sementara itu, ia jatuh cinta kepada Rein yang mirip seperti kakaknya.


Lefan melihat Azka sebagai orang yang sangat baik, meskipun disibukkan dengan kegiatannya sebagai arsitek namun hafalannya tetap terjaga dan selalu menjumpai Allah dengan shalatnya. Lefan yang merasa hidupnya tidak terarah, tidak menemukan ketenangan hati dan hanya mengejar urusan dunia, menanyakan kepada Azka apakah ia tidak bosan dengan hidupnya yang terkesan sangat datar. Disisilain, ia meragukan keadilan Tuhan terhadap keluarganya. Mama dan kakaknya seorang wanita sholehah, bahkan kakaknya seorang pedakwah. Namun mamanya harus tersakiti oleh papanya, sementara kakanya harus menderita penyakit pencernaan kronis hingga merenggut nyawanya. Lefan terus menanyakan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada Azka yang selama ia pendam dalam hati.

Lefan dan Azka terlibat dalam suatu projek untuk menggarap usulan inovasi dari seorang mahasiswi (Rein) tentang daur ulang air wudhu. Saat mendengarkan presentasi Rein, lefan merasa ada yang tak biasa hingga kemudian ia terus terbayang-bayang. Lefan bermaksud untuk mengenal Rein lebih dekat  melalui murabinya. Sampai akhirnya ia benar-benar mantap dan menemui ayahnya Rein untuk menyampaikan niat baiknya untuk meminang Rein. Namun sayang, dengan istikharah dan segala pertimbangan Rein tidak menerima pinangan Lefan. Setelah kejadian itu, ayahnya yang bertindak untuk mencarikan Rein pedamping dengan mengunjungi masjid untuk mencari pemuda sholeh yang pernah ia lihat. Tidak lain pemuda itu adalah Azka, pemuda sholeh yang saat itu sedang menyetor hafalan  kepada seorang Ustadz di masjid tersebut. Namun sayang, Azka sudah lama tidak ke Masjid itu lagi dan menghilang dari kehidupannya.

Pada suatu ketika saat meninjau proyek, Azka tertimpa musibah. Lampu yang menjatuhinya membuat serpihan kaca masuk ke matanya dan membuat matanya menderita kebuataan total. Titik inilah yang kemudian membuat Azka seperti bukan Azka yang dulu. Azka yang selalu optimis kini sangat murung dan depresi. Pada saat yang sama, Ibu Azka sedang koma di rumah sakit. Ia merasa hidupnya sudah tidak berguna dengan kondisinya, bahkan ia memutuskan untuk pulang kampung ke Surabaya dan resign dari pekerjaannya sebagai arsitek. Lefan sebagai teman baiknyapun turut menyemangati Azka dengan mengunjunginya ke Surabaya, namun Azka justru menyuruhnya segera pulang. Azka belum bisa menerima musibah yang menerimanya.

Akhir ceritanya, Azka bertemu dengan sahabat lamanya bernama Fatih (Irwansyah) yang kemudian memberikan  semacam dorongan spiritual kepadanya dan juga menawarkannya berobat ke Jerman. Rein menikah dengan Afian, seorang pemuda sholeh yang juga penulis pilihan ayahnya. Sedangkan Lefan seperti melihat perubahan dari Papanya. Lefan belajar dari semua kejadian yang ada melalui Mamanya, Kakaknya, Azka, Rein dan Afian.


Menurut saya film ini memang kental dengan unsur-unsur dakwah namun tidak memaksa. Artinya ceritanya mengalir, realistis dan masih bisa diterima logika. Memang ceritanya sederhana, tapi kayak setiap kata dalam film itu memiliki makna yang dalam meresap dalam jiwa penonton (khusunya saya). Misalnya saat Lefan bilang kepada Azka kurang lebih seperti ini"  "Apa karena lo merasa terlalu sholeh lalu Tuhan tidak berhak menguji lo? sombong lo ya". Banyak banget sih, apalagi pas Lefan kayak nulis dalam buku diary gitu. Kata-katanya sangat dalam dan puitis, jleb jleb jleb. haha. Intinya filmnya bagus, tapi kok saya merasa durasinya pendek banget dan endingnya kayak kurang jelas. Kayak tiba-tiba udah muncul credit titlenya. haha.



Share:

Thursday, 12 November 2015

Terlena diperjuangkan dan menunggu

 

"Gak usahlah sok-sok merasa diperjuangkan, gak usah juga mau nunggu. Hidup ini dinamis, 2/3/5 tahun lagi kalau dia sukses seleranya bukan kamu lagi"


Beberapa waktu yang lalu saya membuat status bbm tulisan itu, dengan keterbatasan jumlah karakter tentu tulisan itu akan menimbulkan banyak spekulasi. Oleh sebab itu, saya ingin memperjelas lagi maksud dari status saya itu. Ini bukan sekedar curahan hati yang berserakan di timeline, tapi ada pesan yang ingin saya sampaikan ke teman-teman semua. Terutama yang sering membuat status curhat di timeline. Anyway kita berbicara dalam konteks hubungan sebelum menikah ya, apapun istilah yang kalian gunakan. Terlepas itu pihak lelaki atau wanita, tapi saya selalu menjungjung tinggi kesamaan hak dan kebebasan berekpresi. Dengan demikian, sudah sepantasnya bahwa dalam sebuah hubungan itu seimbang. Tidak ada yang mendominasi dan dinominasi, berjuang sama-sama, saling mengerti dan bagaimana selayaknya hubungan yang saling menjadikan masing-masing individu lebih hebat.

Sayangnya banyak orang yang terlalu egois untuk memaknai sebuah hubungan. Maunya diberi tanpa memberi, maunya diperjuangkan sampai lupa pasangannya juga punya batas kesanggupan. Dia begitu terlena ketika sedang dipuja, terus hanyut dalam posisi sedang diperjuangkan. Padahal hidup ini dinamis sekali, apalagi isi hati orang siapa yang tahu. Sekarang kamu boleh merasa dipuja, boleh juga merasa menjadi segalanya untuknya, seolah-oleh ditanganmulah kebahagiaannya. Tapi kamu tidak tahu sudah betapa kritisnya kesabaran pasanganmu ketika kamu masih terus saja merasa diperjuangkan tanpa melakukan perjuangan yang sama untuknya.

Ketika suatu saat dia merasa lelah berjuang sendirian, lalu memilih berhenti tanpa pernah peduli lagi. Kamu boleh tertawa saat dia menulis status betapa sedihnya dia, betapa sakitnya dia, dll. Tapi sebenarnya kamu yang seharusnya pantas merasa sedih. Bagaimana tidak sedih, jelas-jelas kamu kehilangan orang tulus berjuang untuk kamu. Berapa banyak waktunya  yang dia lewatkan untuk memikirkanmu, berapa banyak uangnya yang dikorbankan demi dekat denganmu, dan mungkin berapa banyak doa yang dia panjatkan untukmu. Mungkin dia menyadari semuanya hanya sia-sia, lalu dia memilih berhenti dan tak menganggap kamu sebagai orang yang layak diperjuangan lagi.

Hidup ini dimanis, 2/3/5 kemudian mungkin kamu melihat dia sebagai orang yang berbeda. Pasca melepasmu, waktunya tidak lagi habis untuk memikirkanmu, tapi lebih banyak dia habiskan untuk meningkatkan kualitas diri. Jika dulu kamu hanya melihatnya sebagai gadis/lelaki biasa yang tak lebih menarik dari teman disebelahnya. Kini dia telah berada ditempat baru yang membuatnya kian bersahaja dengan pergaulan yang semakin meluas. Lalu tinggal menunggu waktu saja kamu akan melihatnya menjadi orang besar dimasa depan. Jika demikian, yaaaa selamat menikmati penyesalan, semoga kamu bisa belajar dari kesalahan.


Sama halnya dengan orang-orang yang dengan tulus mau menunggu, katanya ini bagian dari perjuangan. Cinta itu butuh kepastian, kecuali untuk orang-orang yang enggan berkomitmen. Lalu kepastian apa yang kamu dapat selama menunggu itu? Kalau memang dia juga segitu mencintaimu, tentu dia tidak akan membuatmu menunggu dalam ketidakpastian. Oke kamu bisa berdalih bahwa kalian sudah saling mengikrarkan janji, kalianpun sudah membuat rencana masa depan yang menjadikan kamu adalah bagian masadepannya, dan sebaliknya. Kamu juga bisa berdalih mengaca pada orang-orang yang memulai hubungan dari nol sampai akhirnya ke pelaminan, seperti Glen dan Chelsea misalnya. Baiklah, tidak ada yang salah dengan semua pendapatmu, tapi sekarang coba netralkan perasaan lalu kuatkan logika pikiran. Seberapa berkualitasnya orang yang sedang kamu tunggu hingga kamu telah berani menginvestasikan masa depanmu kepadanya sejak sekarang. Kalaupun dia sudah selayak itu, lalu kenapa ragu berkomitmen dan justru memintamu untuk menunggu?


Hidup ini dinamis, jaman, pikiran, kehidupan semua berkembang. 2/3/5 tahun lagi ketika sukses yang dijadikannya alasan menyuruhmu menunggumu telah tercapai, apakah mungkin dia masih tetap sebegitu menginginkanmu seperti dulu? Logikanya, kalau pas masih biasa aja dia sudah bisa mendapatkan kamu, sekarang ketika sudah lebih dari biasa ya dia bisa mendapatkan yang lebih dari kamu. Kalau dia sukses, seleranya sudah bukan kamu lagi. Dalam pergaulannya dia menemukan orang yang menurutnya lebih pantas atau mungkin dia memiliki pikiran baru tentang wanita/lelaki yang mampu mengimbanginya. Menyedihkan sekali ketika waktumu habis untuk menunggu, beberapa orang yang coba mendekatimu juga tak kau hiraukan, lalu semua sia-sia. Sudahlah, kalau memang tak bisa berkomitmen sekarang ya tidak usah menghabiskan waktu dalam hubungan yang sia-sia. Ada banyak hal lain yang perlu kamu prioritaskan untuk sekarang.

Kesimpulannya, saya mengutip kata-kata Mario Teguh
"Jangan menunggu orang yang tidak jelas, jangan menunggu orang yang janjinya juga tidak jelas. Kita membutuhkan banyak hal dalam kehidupan tapi soal cinta kita membutuhkan kepastian. Jangan meratap untuk orang-orang yang tidak pantas diratapi. Jangan perjuangkan orang tidak memperjuangkan anda, jangan menunggu orang yang santai membiarkan anda menunggu."

Share:

Monday, 26 October 2015

Rooftop swimmingpool Indoluxe hotel Jogjakarta

Img source : instagram @indoluxehotel

Ada tempat baru lagi di Jogja yang membuat saya teramat sangat ingin kembali ke Jogja, yaitu Indoluxe Hotel Yogyakarta. Hotel miliki aerotrans group ini baru sekitar satu tahunan. Saya sih kurang tau bagaimana dalamnya, karena yang memikat hati saya bukan kamarnya tapi rooftopnya. Ada beberapa hotel lain di Jogja yang punya rooftop swimming pool tapi Indoluxe tetap yang paling tinggi karena ada di lantai 19. Lokasi hotelnya berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman. Dari jarak setengah kilometer kayak udah kelihatan soalnya hotelnya emang tinggi banget dibanding bangunan sekitarnya. Jadi kalian tidak perlu takit nyasar, apalagi lokasinya dekat monjali, jadi gampanglah ya buat nanya ke orang kalau misal gak tau jalan palagan itu dimana. 
Img source : instagram @indoluxehotel

Kolam renangnya berada dilantai paling atas bersama dengan nirvana skylounge. Kedalaman kolamnya 1,3M sedangkan luasnya sekitar setengah dari luas bangunannya. Lumayan luas lah untuk kolam renang hotel. Selain kolam dewasa, ada juga kolam anak-anak disitu. Benar-benar sangat menggoda sih bagiku, bahkan sebenarnya saya gak bisa renang tapi karena saya suka banget sama rooftop makanya sampai bela-belain kesini. Dari atas kamu benar-benar bisa melihat Jogja, Gunung merapi jika langitnya cerah dan tidak berawan, tentunya Monjali juga kelihatan. Ini keren banget sih menurutku, gak rugi bayar mahal. Buat tiket masuk ke kolam renang Indoluxe Hotel kita harus bayar Rp. 100.000 buat pengunjung non hotel, kalau pengunjung hotel ya gratis dong. Seratus ribu itu udah termasuk minuman sama snack gitu, katanya. Harga kamarnya mulai sekitar Rp. 600.000. Bisa dilihat di webnya langsung ya di www.indoluxehotel.com

Img source : instagram @indoluxehotel
Sayang seribu sayang, saya pas kesana kata receptionistnya kolam renang masih maintenance. Padahal udah nanya di instagram katanya udah buka, ya sudah akhirnya aku santai-santai di Skylounge. Lumayan hemat 100ribu, bisa buat beli minuman ala anak-anak hits dan beli banana split yang es krimnya teramat sangat menggoda. haha. Sayang juga kan udah jauh-jauh dari Depok masak mau pulang lagi. Ya kalaupun gak bisa renang, setidaknya foto-foto depan kolamnya lah ya. haha. Nyesek sih pas tau ada tamu hotel yang nyemplung, akhirnya saya agak ngedumel gitu ke mas-mas lounge nya tapi saya tahu sebernarnya itu bukan kapasitas dia. Tapi salut juga sih pas dia malah inisiatif menyampaikan ke Bosnya, trus akhirnya dia bilang pengunjung non hotel boleh tapi hanya sampai jam 2. Tapi karena kita terlanjur males dan Jogja sudah teramat sangat panas, akhirnya kita memutuskan untuk gak jadi renang. Anyway thank mas-mas lounge atas inisiatifnya dan juga pelayanan yang sangat baik dan ramah, Good Job.
Next time aku balik lagi, mau sunset di Rooftop Indoluxe bersama yang terkasih tentunya. See u next time skypool indoluxe hoteL Jogja, give me ur best sunset. Senja, Jogja dan Cinta. Istimewa. :)  
Banana Split Nirvana Skylounge



Share:

An express trip : One day trip to Jogja and Solo (part 2)

Ini lanjutan dari cerita sebelumnya An Express trip part 1  part 2 ini berarti membahas waktu aku di Solo. Walaupun ini agenda tambahan tapi nyatanya gak kalah seru sama Jogja. haha. Cerita di mulai dari stasiun Balapan setelah kereta pramek tiba. Teman saya (Ogif) mau mengajak ke lapangan benteng karena katanya lagi ada acara pameran. Oke baiklah, namun karena dia gak punya kendaraan dan UNS stasiun Balapan agak jauh jadi kita memutuskan untuk bertemu langsung di Benteng. Katanya saya disuruh naik BST dari depan stasiun Balapan, oke baiklah dengan membawa semangat dan skill naik transJakarta ku naik BST. Anyway BST singkatan dari Batik Solo Trans ya, ada beberapa koridor yang saya juga tidak hapal, harganya 4.500. Saya beberapa kali nanya orang karena ternyata Solo Balapan dan Benteng beda koridor, jadi saya harus transit. Kesan saya naik BST biasa saja, tidak beda jauh dengan TJ. Tapi memang armada dan kepadatannya beda, sama kalau di Solo haltenya dekat-dekat banget. Jadi saya dari Balapan ke Panggung naik jalur koridor 2, pindah ke koridor 1 menuju Benteng. Masuk jalan protokol saya melihat ada keramaian gitu kayak pameran, feeling saya ini yang akan kita tuju. Tapi pas saya tanya kondekturnya katanya itu masih kantor pos, benteng masih 1 halte lagi. Pas udah sampai, saya nelpon Ogif dan ternyata benar yang dimaksud adalah acara yang tadi. Akhirnya kita jalan kaki balik ke Lapangan Benteng. Haha.




Malem minggu solo bener-bener rame sih, di depan Benteng Trade Center ada kayak life music gitu. Trus di Banteng ada pemeran ini, trus katanya ada lagi dimana-mana. Seru sih yang dipangan Banteng ini, pamerannya sih biasa aja tapi instalasinya yang lucu. Kayak ada payung-payung gitu diatas, ada velg roda-roda gitu, ada juga bambu yang berbentuk gurita raksasa gitu, dll. Saya yang awalnya mau satnight di indoluxe eh malah satnight di lapangan benteng. Awalnya mau satnight sama Dody eh malah sama Ogif. haha. Kita numpang sholat magrib di kantor pos Solo (depan benteng). Oh ya anyway disini kita bertiga, ada ogif dan temennya (Farhan). Walaupun aku juga baru kenal sama Farhan tapi ya udah kita mah ngakak-ngakak bareng aja. Bahkan dia yang hubungin temennya buat ngojek saya. haha. Pas di Benteng aku kontak temen aku lain, berharap nanti malam ada yang nganter ke stasiun.haha. Tapi ternyata doi sibuk banget, malah aku di suruh ke warungnya. setelah berdiskusi dengan tim (haha), akhirnya kita meluncur ke Arje's Kitchen. Ogif nebeng Farhan, dan saya naik ojek yang dicarikan Farhan. Haha. Lucunya abang ojek ini juga mahasiswa gitu, jadi pas sepanjang jalan kita ngobrol ya lumayan nyambunglah.

Sampai di Arje's saya malah gak lihat orang yang ku cari dan ku baru lihat what's app, ternyata dia bilang: "kalau mau diatas pilih meja 22". Tapi kita duduk aja di meja 7B. Saya nelpon dia terus dia nyamperin kita, akhirnya kita naik ke atas. Ternyata meja diatas udah dipasangin reserved gitu sama dia, uuuuh terharu. haha. Aku, Ogif, dan Farhan kayak bercandaan gitu pede banget kita duduk disini, emang kita reservasi? jangan-jangan habis ini yang punya tempat datang. haha. Akhirnya kita haha hihi sampai jam 9 disini, ngobrol panjang lebar ngakak bertiga. Warungnya lagi ramai banget, jadi Doi sibuk di bawah. Dia udah bilang sih, gak usah bayar. Tapi aku kan juga gak enak, soalnya aku bawa temen, temenku bawa temen lagi. haha. Akhirnya aku nyuruh Farhan buat bayar, dengan harapan dia gak hapal mukanya farhan jadi kita bisa bayar. haha. Tapi pas Farhan naik ke atas malah dia ketawa ngakak, dia udah mlipir-mlipir ke kasih dan pas dia gak lihat. Eh tau-tau dia nengok dan malah bilang kita suruh nambah makan. wkwk. Bahkan kita aja belum habis makan yang tadi, malah disuruh nambah. Jadi makan malam kemarin supported by Mas Bagus and His Arje's Kitchen, thank you so much. Akhirnya orang yang ku tunggu naik juga, tapi karena doi lagi sibuk banget ya sudah tak jadi ku minta nganter ke Stasiun. Awalnya dia kayak mau mesenin taxi gitu, tapi aku memilih naik ojek yang tadi anter ke Arje's. haha. Big Thanks to Mas Bagus and Arje's Kitchen atas gratisan makan malamnya ke kita bertiga, semoga warungnya ramai terus ya, sukses selalu. :) Anyway, warungnya recommended banget buat kalian yang di Solo terutama UNS dan sekitarnya. Murah, porsi besar dan nayman gitu tempanya. Aku tulis di post sebelum ini ya reviewnya Arje's Kitchen
Abang ojek datang, ku kembali ke Solo Balapan dan Malioboro Express datang. Bye Solo. Terimakasih Ogif, Farhan, dan Mas Bagus, kalian membuat liburan singkatku sangat berkesan. Sukses buat semuanya, sampai ketemu lain waktu. :D

Share:

An express trip : One day trip to Jogja and Solo (part 1)

Jogja masih menyimpan sejuta pesona, keindahan alam yang berpadu dengan budaya yang terjaga. Saya seperti tak kehilangan alasan untuk kembali lagi dan lagi ke Jogja. Kemarin, saya tidak terlalu mengagendakan banyak tempat di kunjungi karena memang waktu saya sangat singkat. Seperti yang saya ceritakan di post tentang rencana agenda perjalanan saya. Tapi ternyata semua  diluar dugaan sampai saya harus merombak total. Okay, lets go ;)

Pagi, sekitar jam 06.00 saya sampai di stasiun Tugu. Langsung deh saya nelpon temen yang ada di Jogja. Seperti yang sudah saya duga, dia belum bangun. haha. Akhirnya saya duduk-duduk sambil makan roti di stasiun tugu nunggu dia datang. Agenda pertama kira sarapan, Gudeg Yu Djum yang diagendakan untuk makan malam menjadi sarapan. haha. Gudeg Yu Djum ini cukup terkenal di Jogja, cabangnyapun ada dimana-mana jadi tidak susah untuk mencapainya. Karena setelah itu agenda kita ke jalan Palagan (dekat monjali) jadi kita pilih Gudeg Yu Djum yang di jalan kaliurang dekat UGM. Karena saya belum pernah coba gudeg lain, jadi saya tidak bisa memberikan perbandingan. Tapi overall cukup memuaskan, porsinya sebenarnya sedikit bahkan gudegnya paling hanya 2 sendok. tapi ditambah krecek dan lauk tambahan pilihan kita. Harganya standart menurut saya, tidak semahal yang saya kira. haha. Awalnya saya mau bungkus untuk orang rumah, tapi takut basi dan repot bawanya soalnya perjalanan saya masih panjang.

Harga Gudeg Yu Djum (img Source: jaymoylovesfood.com) 
Dari Gudeg Yu Djum, kita ke kontrakan dulu lalu lanjut ke Jalan tentara palagan menuju Indoluxe hotel. Awalnya saya mau kesini sore, seru aja sunset di rooftop. Tapi karena keadaan begitu, jadi saya prioritaskan ini dulu. Tidak susah mencari hotel ini, temen saya juga langsung tahu. Hotelnya teramat menonjol dan nampak mewah dari luar, begitupun dari dalam. Kita sempet agak bingung cari parkiran karena arahnya muter-muter. Begitupun untuk menemukan lobby receptionistnya juga bingung karena lift dari parkiran tidak langsung ke lobby tapi malah diluarnya. haha. Cerita detail tentang indoluxe akan ada di posting selanjutnya ya, biar gak terlalu panjang postingan yang ini. :) Ini cerita selengkapnnya tentang kolam renang indoluxe rooftop swimmingpool indoluxe hotel Jogja

Infinity pool Indoluxe Hotel (img source: indoluxehotel.com)

Setelah dari indoluce sebenarnya saya ingin ke taman sari, tapi karena suatu hal akhirnya kita ke naik ke museum gunung merapi. Lumayan jauh juga dari indoluxe, apalagi Jogja saat itu panas banget. Traffic? kalau weekend udah pasti padat. Museum merapi murah banget, parkir cuma 2ribu. Tiket masuk cuma 5ribu perorang. Kita disini lumayan lama, bahkan saya sempat mandi. haha. Menurut saya tempat ini sangat menarik untuk wisata edukasi. Ada informasi mengenai merapi, barang sisa erupsi, batu-batu, dan yang menarik ada kayak peraganya gitu. Pas kemarin banyak banget anak TK gitu disana, ada juga rombongan tourist asing. Anyway disini juga ada paket wisata merapi, kayak bisa tour ke lereng merapi naik JIP gitu. Tapi saya saya belum mencobanya, jadi kurang tau detail harga dan tujuannya.

Museum Gunung Merapi (Img source : yogyakarta.panduanwisata.id)
Setelah dhuhur kita lanjut ke agenda selanjutnya untuk makan siang. Dari sini kita sudah mulai dikejar waktu, karena teman saya ada acara jam 2. Sebenarnya ada beberapa teman lain, namun kayak semuanya sibuk. Jadi ya sudah, akhirnya saya kontak temen yang di Solo dan dia bisa. Saya langsung lihat jadwal pramek dan sebelum ke warung makan khas bali putra kita mampir dulu ke Stasiun tugu untuk beli tiket pramek. Tiket pramek jam 13.50 udah dapat, cuss kita ke dekat alun-alun kidul. Oh ya sebelumnya saya beli Bakpia dulu, rencana awalnya pengen beli Bakpia sama Dody. Karena dia tau Bakpia yang enak banget, sayangnya dia sibuk ada praktikum. :(. Akhirnya ku beli Bakpia 25 saja. 
Warung makan khas bali putra. Letaknya di jalan namburan, dari wijilan lurus saja sampai ketemu namburan. Nanti ada petunjuk papan namanya warung makan khas bali putra, ikuti panahnya saja nanti di kanan jalan ada bannernya. Tapi cermat ya, soalnya warungnya tidak terlalu besar. Soal harga standart, soal rasa bagiku juga standart. Ya meskipun saya belum pernah coba sate lilit dan nasi jinggo di bali langsung sih, jadi ku tak bisa membandingkan. Aku suka aja sama Bali, jadi pas nemu ada warung khas Bali di Jogja langsung itu masuk daftar agenda. 

img source : www.hungerranger.com
Karena kita terus berpacu dnegan waktu untuk mengejar prameks ke Solo, akhirnya aku memutuskan bungkus saja makannya. Setelah itu langsung balik lagi ke Stasiun Tugu, udah ngebut nyelip-nyelip soalnya tinggal 7 menit lagi. Pas sampai Tugu aku langsung lari-larian, keretanya udah ada tapi ternyata baru jalan 5 menit kemudian. Maklum ya gak penah naik prameks, aku bingung pas di tiket ada tulisan tidak dapat tempat duduk. Kirain emang udah full dan aku harus berdiri, jadi aku bingung juga keretanya masih kosong masak harus berdiri? akhirnya ku tanya bapak-bapak gitu, ternyata  maksudnya tidak ada nomor tempat duduk karena bebas mau duduk dimana aja. Kereta agak terlambat sedikit, harusnya sampai Solo Balapan jam 15.15 tapi ternyata baru sampai jam 15.30. Cerita di Solo akan ada di part 2 ya :) 

Anyway big thanks to Gilang Shock yang sudah dengan sabar menemaniku yang rewel selama di Jogja. haha. Dedikasimu sebagai mantan ketua kelas yang mengayomi tak terbantahkan lagi bro. Mau nganterin dari ujung ke ujung, padahal berpacu dengan waktu. haha. Kayak gak tau lagi kalau misal gak ada kamu mungkin perjalananku ke Jogja berantakan sepenuhnya. Maaf dadakan banget, makasih udah disempetin padahal ada makrab dan masih minggu uts juga. Pokoknya ku makasih banyak sama kamu. :D
Share: