Wednesday, 27 August 2014

Someone who makes me laugh really loud (WIL&)

Hai, seneng ya ketemu temen baru. Rasanya kenal orang - orang baru itu selalu menarik apalagi kalau dia juga welcome dengan kedatangan kita. Beberapa hari yang lalu aku pergi kursus, disanalah banyak orang dari luar daerah bahkan ada yang dari thailand. Over all aku senang mereka semua dengan segala macam karakter. But in this post i will tell u about someone whose name is Wildan wuh (i'm forget  what does wuh stand for). 

Aku udah cerita sedikit di post sebelumnya, dia temen sekelas aku di program pre elementary 2. Ya emang dasarnya easy going jadi walau baru ketemu 3 hari di kelas tapi saya sih gak ragu ngobrol sama dia. Walaupun pare ada di Kediri tapi kayak jarang banget orang Kediri, itulah kenapa aku seneng kalau ada temen yang dari Kediri juga. Awalnya wildan sih jaim (banget) , makanya aku nyapa dia duluan. Kesannya dia orang serius , pakai kacamata terus gak banyak ngomong. 

Pas hari ke 3 kita bangkunya sebelahan , nah disitulah aku mulai kenal dia sesungguhnya. Dia serius? Aduh aku ralat deh , dia malah bercanda mulu. Walaupun ini kursusan bahasa inggris tapi kalau sama dia ya bahasa jawa aja gak perlu gaya-gayaan. Kita sih emang temen baru tapi dia sukses membuatku seperti sudah temen lama sama dia. Sudah gak ada tuh namanya jaim, ngomong ya ngomong aja , ngakak ya ngakak aja. Kalau udah ngobrol sama dia rasanya aku sudah tidak peduli pamorku sebagai anak UI turun sampai ke titik minus. Aku pikir dia juga pinter kok, tapi kita sih gak mau show off makanya kita sering berperan jadi manusia super oon kalau ngobrol. Pernah satu malam kita main bareng berempat , ada 1 temen kita dari luar jawa jadi otomatis dia gak ngerti joke kita. He said:" aku sih tertawa bukan karena obrolan kalian tapi ngelihat dia (aku) ketawa." kata dia ketawaku mengundang.... . Ya emang ngakak parah tapi aku sih udah gak peduli bagaimana ekspresiku. Sampai pernah fotoku jelek banget diambil trus di caption "kenyang habis makan kadal 2 kg". Kita waktu makan juga biasa aja, kadang suka ada cewek yang sok imut kalau makan di depan cowok. Lah ngapain, kita sih biasa aja dengan porter's style.

Meskipun aku sering ngobrol sama wildan tapi sebenarnya kita tidak pernah ngobrolin yang personal. Seperti yang udah aku bilang di post sebelumnya, aku senang berteman dekat dengan teman-temenku tanpa harus memasuki ruang pribadi. Ya cukup tahu dia darimana dan sekolahnya dimana, gak perlu tanya yang lebih detail emangnya mau sensus. Begitu juga sebaliknya, ya walau aku kadang curhatnya berceceran tapi ya udah just show my feeling at the moment without explanation and more question from him. Tapi bukan berarti juga tidak peduli , menurutku dia cukup peduli dan responsif. Apa yang aku katakan selalu di respon dengan tepat, thats why dia sampai kasih tips diet. Haha

Nice too meet u Wildan. You are cool man how the way you are. Keep funny and i'm glad be ur friend. Thank you Wildan and See u on top :D

Share:

Menjaga diri bukan berarti membatasi

Apakah setiap kedekatan selalu identik dengan pacaran? Jika saya tertarik pada kepribadian anda apakah secepat itu diartikan saya mencintai anda. Bagi saya pribadi tentu saja tidak , saya senang dekat dengan semua orang. Dekat bukan berarti hanya jarak tapi juga bagaimana kita bisa menemukan feeling untuk komunikasi dengan orang itu. Saya berusaha selalu terbuka untuk menjalin pertemanan baru, meskipun saya sangat selektif untuk ke taraf hubungan yang lebih intensif dalam arti teman dekat atau sahabat.

Kemarin saya ngobrol (chatting) dengan temen baru saya, bahasanya biasa dan sama sekali tidak ada modus. Tapi tiba-tiba dia bilang dengan nada bercanda , jangan ngira aku suka sama kamu lo ya. Jujur aku shock baca itu, kayaknya dia belum pernah baca blog ini kali ya jadi dia gak tau sekuat apa usahaku menjaga perasaanku. Saya jadi curiga dia punya temen dekat apa tidak. Saya takut dia terlalu membatasi hubungan pertemanan. Saya juga membatasi pertemanan tapi hanya untuk hal yang benar-benar pribadi, bukan sedini itu menutup diri.

Saya senang dengan orang yang tidak terlalu over membatasi  berteman. Menjaga diri bukan berarti kamu pilih-pilih dalam berteman. Saya berteman baik dengan teman-teman sekolah dan saya juga sangat senang berteman dengan anak pesantren, tapi bukan berarti saya tidak mau berteman dengan bikers ataupun smoker. Jangan memandang jelek kawanmu tapi kuatkanlah prinsipmu. Saya tidak suka dengan orang yang merokok tapi bukan berarti ini masalah untuk pertemanan kami. Saya tidak masalah dengan pilihan dia untuk menjadi perokok selama dia bisa respect dengan keberadaan saya, lagi pula mereka juga tidak akan memaksa kamu untuk merokok kan? Bahkan banyak dari teman saya yang sengaja tidak merokok ketika di dekat saya atqu setidaknya dia berusaha menjauhkan rokoknya. 

Saya baik-baik saja dengan semua teman-teman dan saya juga tidak pernah keberatan dengan kebiasaan mereka selama itu tidak merugikan saya. Sedekat apapun hubungan kita tetap saya tidak berhak mencampuri urusan pribadinya tanpa dia persilakan. Kita dekat , kita bersahabat tapi bukan kita kehilangan ruang pribadi. Saya jarang kepo tanya - tanya soal masalah pribadi orang kecuali dia sendiri cerita ke saya. Saya juga gak pernah ngurus-ngurus alias ngedikte hidupnya. Tanpa perlu saya kasih tahu perokok juga udah tahu kan kalau merokok itu merusak kesehatan?

Tujuan saya nulis ini, semoga orang lebih terbuka untuk berteman. Perlakukanlah temanmu seolah - olah dia satu-satunya sahabatmu , tapi ingat jangan memasuki ruang pribadinya tanpa izin. Kita bisa peduli dengan siapa saja tanpa kenal setatus. Peduli bukan berarti menaruh hati karena nyatanya tidak hanya padamu dia begitu, ya mungkin memang karakternya begitu.

Share:

Tuesday, 26 August 2014

Semua bahagia tapi aku berurai air mata di pernikahannya

Aku tak mengerti mengapa akhirnya aku memutuskan datang ke tempat dimana aku akan menangis sementara semua orang berbahagia. Setegar apa diriku hingga aku menyiapkan badanku untuk dihujam peluru bertubi - tubi hingga perasaanku luluh bersama setiap tetesan air mata yang mengalir.

Aku berada di tengah-tengah tamu undangan, di sebelah tangga dimana nanti kamu dan wanita yang memilikimu turun menyapa semua tamu undangan termasuk aku. Aku mencoba tegar tapi nyatanya bunyi sepatu yang menggores lantai tangga mampu membuat jantungku berdetak tak karuan hingga akhirnya aku tak mampu menguasai diriku sendiri. Namun hanya tangislah yang bisa ku lakukan atas keadaan ini. Seiring bunyi ketukan sepatu yang semakin keras , terlihatlah sepasang insan manusia menuruni tangga dengan wajah berbinar - binar yang disambut pula senyum bahagia dari tamu undangan, ya kecuali aku.

Mungkin aku bisa menutupi rasa sakit kehilangan ini melalui kata-kataku, tapi bagaimana cara menahan air mata yang menetes dengan sendirinya. Sesampainya kalian di lantai ditempat aku dan seluruh tamu undangan berada, aku semakin tak kuasa melihat ini semua. Aku ada tapi pikiranku entah kemana , aku bisa merasa tapi hampa , bahkan aku bisa tersenyum tapi itu dusta. Kamu menyalami undangan di sebelah kanan tangga dahulu , sedangkan wanitamu menyalami undangan di sebelah kiri tangga dahulu dimana aku berada disitu.

"dek, jaga dia ya." Aku cuma bisa ngucapin itu pada wanita yang akan ada disampingmu saat kau membuka dan menutup matamu.
Aku masih tetap menangis sepanjang prosesi sakral kalian , sampai tibalah akhirnya aku harus berjabat tangan denganmu. Aku bersalaman denganmu di pesta pernikahan , tapi sayangnya bukan di depan penghulu tapi hanya sebagai tamu. Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku hanya mampu menatap matamu berharap kamu bisa mengerti sakitnya aku.

"Ma , kamu gak apa-apa?" Aku tak mungkin menjawab baik-baik saja ,  sementara dipipiku berurai air mata. Aku tak sanggup berkata, tapi aku yakin kamu tau yang aku rasa. Aku memegang tanganmu sungguh erat, sekuat tetesan air mata yang kian pesat. Hingga aku semakin tak kuasa , ketika kulihat kaupun meneteskan air mata. Maafkan aku merusak hari bahagiamu, meski berat hatiku tapi aku selalu mendokan yang terbaik bagimu. Rasanya sudah cukup kesedihanku di tempat ini, aku harus pergi ke duniaku yang baru.

Ssst aku terbangun.... ini adalah cerita dari mimpiku tempo hari. :)
Semoga ini benar-benar hanya bunga tidur yang tidak pernah jadi kenyataan.

Share:

Monday, 25 August 2014

write more about my tutor :)

Ternyata bukan hanya saya yang tertarik, tapi pembaca blog juga cukup antusias dengan postingan tentang My good looking tutor. Thats why, saya ingin berbagi cerita lagi tentang Mr. Niko. 

How many times do i have to tell you, i really love how the way he teach. Jika pre elementary 2 adalah kelas yang paling hidup , di speak first B inilah kelas yang paling hangat. Saya benar - benar dibuat merasa telah menjadi bagian dari kelas ini. Bagaimana rasa kekeluargaan itu di bangun membuat kami dekat satu sama lain. Mr Niko said :" Ketika kalian melempar bola ke dinding maka bolanya akan balik ke kalian, begitu juga ketika kalian hanya say hello dengan orang maka dia juga akan cuma say hello tapi jika kalian melakukan lebih maka dia juga kan membalas lebih.". Saya rasa beliau sudah berhasil menerapkan itu di kelas kami, itu terlihat dari bagaimana pedulinya dia ke kita atupun sebaliknya. Ada satu waktu saat selesai kelas dia bicara personal dengan salah satu teman kami, terlepas dari apa isinya tapi yang jelas itu menunjukkan sebuah kepedulian. Begitu juga saya dengar hal senda dari cerita teman - teman, meskipun hanya tanya tentang kursusan tapi ketika dia memilih bertanya ke Mr. Niko itu artinya sudah ada ikatan baik yang menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang tepat untuk diminta pendapat. 

Di kelas selalu ada sesuatu yang baru, bukan hanya vocab baru tapi juga intermezzo baru. Pas hari keberapa saya lupa tapi yang jelas materinya tentang sifat. Kita disuruh menyebutkan 3 sifat positif dan 1 negatif, disitulah telihat kepedulian yang terbungkus dalam kata - kata yang bijak. Misalnya ada dari kami yang menyebutkan sifat negatifnya adalah unconfident. Feedback yang di berikan Mr. Niko adalah memotivasi bagaimana cara kita mengalahkan sifat itu. Semua di beri Feedback satu-satu sesuai dengan sifat negatifnya. Ini bukan tentang seberapa panjang nasihat yang diberikan , tapi seberapa ia peduli untuk kebaikanmu. Kemudian ada intermezzo lain , kita disuruh menggambar dengan komponen gunung, matahari, sungai, ular, rumah , pohon, dan sawah. Saya gambarnya di sela-sela jam istirahat , pas ada temen yang lihat dia bilang saya kurang kerjaan. Tapi pas saya jelaskan untuk apa gambar ini , malah besoknya dia nanya lagi tentang hasil dari gambar saya. Dari gambar itu, katanya bisa ditebak bagaimana emosi pembuatnya saat itu. He said :"Ima orangnya sangat terbuka dengan orang - orang baru , tapi sangat selektif untuk lebih dekat.". Ya kurang lebih itu benar, saya memang sangat senang kenal dengan orang - orang baru. Tapi tidak unruk lebih dekat karena saya cenderung introvert untuk urusan pribadi. Terakhir Intermezzo terseru ada semacam speak first award , jadi ada nominasi - nominasi mulai dari yang konyol sampai yang serius. Contohnya kayak nominasi aktor dan aktris terbaik pas drama, tapi ada juga award untuk juara kelas. Alhamdulillah walaupun bukan juara kelas tapi setidaknya menyabet best topic dan masuk nominasi lain. Hadiahnya bukan piala apalagi duit , tapi lembaran - lembaran kertas yang isinya idiom :D

Ada satu ucapan Mr. Niko yang paling ngena di saya, :"Belajarlah seperti air, dia tidak akan pernah membekas bahkan ketika ditusuk pedang." Jujur saya terlalu tertarik dengan kepribadiannya sampai kadang saya lupa dengan pelajarannya, ya itu terbukti dari betapa saya ingat apa yang dia katakan soal motivasi tapi pas suruh hapalan idiom saya cuma bisa 7 dari 20. Saya suka dengan orang yang dewasa, bijak, dan care. I mean suka dalam arti comfortable bukan suka yang terlalu jauh. Pas hari terakhir selesai foto - foto saya juga terkesan ketika Mr. Niko tanya apa saya tidak ingin ambil program yang lebih tinggi. Mungkin ini pertanyaan sederhana yang wajar ditanyakan, tapi nyatanya hanya beliau tutor yang tanya begitu dari kelas speaking yang saya ambil. Itulah yang namanya kepedulian, untuk peduli itu sederhana tapi bisa mengena. 

Terimakasih sudah meninggalkan kesan baik di hidup saya, see u on top Mr. Niko :D
Share:

saat hanya angin yang memisahkan kita

Rasa ini tentu menuntutku untuk ingin tahu bagaimana kabarmu sekarang. Tapi untuk bertanya itu tentu bukan tindakan yang tepat. Bukan aku mencoba tak peduli denganmu tapi justru ini caraku sangat peduli dengan kamu dan diriku sendiri. Biarkan aku memendam rinduku mengalir bermuara dalam doa - doa yang ku rangkai. Aku tidak ingin merusak apa yang sedang kau perjuangkan , maka dari itulah aku hanya berusaha mendokan kesuksesanmu tanpa harus mengirim sms menyemangatimu bahkan sampai mengingatkanmu sudah makan atau belum. 

Terkadang pertemuan memang sangat indah, tapi tidak bagi orang yang sedang menikam hatinya sendiri. Jauh sebelum kita dipertemukan dalam satu forum, aku terlebih dulu harus memenjarakan perasaanku dan juga memangkas habis kerinduan yang selama itu tumbuh subur. Bagaimana mungkin aku sanggup melakukan 2 hal yang tak bisa dipersatukan, satu sisi perasaan ini memenuhi beranda hatiku tapi disaat itu juga aku harus mengunci rapat hatiku supaya perasaan itu tak menjalar mengganggu ritme pikiranku. Ternyata aku tak sanggup mengusai hatiku ketika aku sedang dekat denganmu. Berada di dekatmu membuatku kesusahan untuk tidak menatap matamu. Bagaimana pula aku tidak mendengar setiap kata yang kau ucapkan ketika hanya angin yang memisahkan kita. Itulah kenapa saat jarak mulai hilang , justru aku berusaha memangilnya. Kamu tidak tahu bagaimana susahnya aku mengalihkan pembicaraan ketika kamu mulai bertanya hal personal. Mungkin keberhasilanku kabar baik bagimu, tapi aku justru takut itu menjadi ranjau. Ketika aku bercerita satu hal, itu seperti memancingmu untuk bertanya lebih banyak dan itu berarti aku harus berusaha menikam hatiku lebih lama lagi.

Untuk saat ini , aku lebih senang berada jauh darimu supaya aku lebih fokus mengusahakan kebaikan diriku dan begitu juga dengan kamu. Itu sebabnya aku menghindari komunikasi dengan kamu, jika satu waktu kita bertemu itu tandanya memang Allah yang merencakan. Saat ini aku tak perlu menghubungimu , biar saja doa yang menjadi penghubung kita. Itulah kenapa bahkan saat kamu berikan handphonemu padaku, sama sekali tidak ada niatku untuk menyimpan kontakmu. Biarkan semua berjalan apa adanya tanpa perlu aku dan kamu membuat sandiwara baru yang bukan Tuhan skenariokan.


Share: