Monday, 25 August 2014
saat hanya angin yang memisahkan kita
Kost GPH 1 - kampung inggris
Periode kali ini saya memutuskan untuk full stay di kampung inggris, selain karena banyaknya program juga supaya saya lebih dekat dengan teman-teman. Pas daftar ke kresna dan lihat broaur di daffodil saya juga diantar muter-muter pare sama Kak Wul. Ya, dia aski surowono pare jadi sedikit banyak sudah diluar kepala soal pare. Dia paham banget tipe orang seperti apa saya , jadi dia benar-benar nunjukin semua wilayah kosan yang ada di pare dengan standar yang sudah saya tentukan. Tapi kayaknya standart aku terlalu susah dan terlalu easy judging dari out looking kos yang saya lihat. Akhirnya setelah lama muter-muter kqmpung inggris, aku memutuskan pulang karena belum ada yang memikat.
Besoknya aku balik lagi ke pare buat nyari kosan. Tapi saya sudah kontak temen saya yang disana, saya minta tolong cariin kosan yang sesuai dengan keinginan saya. Dia cerita soal satu kosan dan saya rasa itu paling mendekati yang saya mau. Sebenarnya tidak susah kok yang saya mau, kosan dekat peradaban , dekat mushola dan ada wifi. Akhirnya pagi-pagi jam 7 saya ke pare menuju kosan bernama Girl Peace House. Gph ada 4 cabang dengan lokasi beda-beda juga. Tapi saya cuma lihat GPH 1 dan 4. Dan akhirnya saya pilih GPH 1.
GPH 1 kosnya bareng sama rumah ibu kost, tepatnya ada di belakang rumah ibu kost. Jika bawa motor dimasukkan rumah tapi kalau sepeda parkir di depan rumah. Kita masuk lewat pintu samping jadi tidak keluar masuk lewat rumah ibu kost. Menurut saya kostnya nyaman, kamarnya ada 8 yang diberi nama jenis bunga-bunga. Dengan rekomendasi temen, saya pilih kamar nomer 4 yang ada di pojok.
Fasilitas dalam kamar ada spring bed atas bawah sesuai dengan kapasitas kamar untuk 2 orang. Disini sudah dilengkapi lemari kayu besar yang ada kacanya , wall fan , meja kecil , lampu tidur dan lampu utama. Kalau luasnya mungkin sekitar 2,5 × 3m , tapi ada kamar yang lebih kecil. Sedangkan fasilitas umum ada 2 kamar mandi , dapur dengan perabot lengkap meskipun ala kadarnya , galon minum , ember kecil tempat sabun, gantungan baju (hanger) , tempat cuci baju , tempat jemur , tempat wudhu , tempat sholat , setrika , tv bersama dan juga ada tempat duduk di teras kamar untuk menemui tamu.
GPH 1 dengan fasilitas sedemikian rupa setiap bulannya dipatok dengan harga 210 ribu atau 180 per 2 minggu dengan kapasitas 2 orang perkamar. Jika mau sendiri harganya tinggal dikalikan 2 , tapi ada tipe kamar lebih kecil dengan harga 380 ribu per bulan. Sepertinya semua harga di GPH 1 atau yang lain sama. Bagi saya pribadi dengan harga segitu cukup sepadan dengan yang saya dapat. Meskipun mungkin untuk ukuran kost (bukan camp) ini terbilang diatas rata-rata. Teman saya ada yang kostnya 2 minggu 60 ribu atau 120 ribu per bulan. Tapi kurang tau fasilitasnya seperti apa. Namun yang jelas ada harga pasti ada rupa, dari kapasitas kamarnya saja beda karena di temen saya itu diisi 3 orang. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget anda.
Saya cerita sedikit GPH 4, fasilitas kamarnya saya kira sama. Namun karena ini benar-benar di desain untuk kosan jadi sedikit berbeda penempatan fasilitas dan beberapa fasilitasnya saja. Jadi disini dalam bangunan sebut saja persegi , kamarnya ada dipinggir - pinggir yang tengahnya digunakan untuk parkiran. Sedangkan kamar mandi ada di pojokan dan tempat jemur ada di lantai 2. Pada bagian tengah atau atap parkiran terbuat dari kanopi. Sedangakan fasilitas yang lain seperti tv bersama saya kurang tau ada atau tidaknya. Disini yang mengunci pintu adalah penghuni kost sendiri , beda dengan GPH 1 yang dikunci ibu kost.
Lokasi GPH 1 terletak di jalan mawar, rumah pagar hijau sebelah utara mahesa institut. Disitu ada papan namanya dan di dekat pintu ada brosur yang boleh diambil. Jika mau lihat GPH yang lain, silakan datang kesitu dulu supaya nanti lihatnya bisa diantar sama ibu kost. Sedangkan untuk kursusan yang dekat dengan GPH 1 ini adalah Mahesa , aladin dan access. Tapi sebenarnya tidak masalah sejauh-sejauhnya tempat kursus kamu masih terjangkau dengan ontel kok. Setiap hari saya GPH 1 - Kresna - daffodils juga enjoy aja. Saya bisa aja sih kost dekat kresna atau daffodils tapi tidak sesuai dengan yang saya cari yaitu dekat peradaban dan dekat mushola.
Sunday, 24 August 2014
The most cheerful class
Saturday, 23 August 2014
My good looking Tutor
Speak first b the daffodils periode 10 agustus 2014. Dari sekian banyak tempat kursus saya memilih daffodils , lalu dari sekian banyak program saya pilih speak first dan dari sekian banyak jam saya pilih b jam 08.30 - 10.00. Memang tidak ada yang kebetulan , Tuhan punya rencana indah untuk saya. Saya senang bertemu teman - teman baru di kelas ini , tapi di posting yang ini special for my tutor only.
Memang tidak banyak yang saya tahu tentang beliau karena cukup saya tau dia baik dan bagi saya cukup good looking. Saya ingin mendeskripsikan how handsome he is, tapi takutnya malah lebay. Jadi bisa langsung dilihat di foto yaa. Beliau sangat humble dan murah senyum. Terlebih lagi ketika dia senyum, ada 2 lesung pipi yang membaut kami merasakan aura positive sehingga ikut tersenyum. Seinget saya , beliau lebih sering pakai kemeja daripada kaos oblong. Ya entah itu aturan kantor atau memang his style, yang jelas dengan posturnya beliau selalu oke pakai apa saja.
Terlepas dari penampilan fisik yang sangat subjektif, I really love the way he teach , saya sangat suka orang yang bisa memperlakukan orang yang diajarnya seolah - oleh sebagai teman yang belajar sama-sama sehingga setidak bisanya saya tetap tidak pernah saya merasa i'm nothing. Kami di kelas bukan hanya belajar speaking , hapalin vocab , oh no it's so boring. Beliau sangat care dengan orang lain, itu terlihat dari bagaimana tutor saya selalu memberi motivasi tentang apa yang terasa menghambat kemajuan kami. Jika saya deskripsikan sifatnya yang saya tahu selama 2 minggu ini hampir tidak ada minusnya. Kalaupun ada , bagi saya sudah tertutup dengan kebaikannya.
Sebagai seorang tutor beliau bisa dikatakan cukup super sabar. Saya sadar benar orang-orang seperti saya mungkin cukup berisik dan kadang out of control. Unfortunately, di kelas ini bukan hanya saya yang super duper berkicau. Sampai ada satu waktu dimana kelas kami tidak bisa di kontrol tapi dia tidak emosi dan hanya berkata :" Saya kalau marah itu diam , tapi di kelas saya tidak mungkin diam. Saya bingung apa yang harus saya lakukan. Saya tidak pernah dendam pada orang lain, tapi hanya tidak suka kelakuannya."
Ada satu hal lagi yang menarik , good looking saja tidak cukup karena menurut saya pengetahuannya cukup luas. Beliau selalu bisa menghubungkan satu hal yang terjadi di kelas dengan kisah para tokoh ataupun juga kasih contoh penggunaan vocab dari lyric lagu. Saya senang sekali pernah berada di kelas ini , bukan hanya belajar bahasa inggris tapi juga belajar ilmu kehidupan.
Yesterday i'm nothing , now i'm something and tomorrow i'm everything.
Thank for all Mr Niko, keep inspiring and succes for you :D