Monday, 25 August 2014

write more about my tutor :)

Ternyata bukan hanya saya yang tertarik, tapi pembaca blog juga cukup antusias dengan postingan tentang My good looking tutor. Thats why, saya ingin berbagi cerita lagi tentang Mr. Niko. 

How many times do i have to tell you, i really love how the way he teach. Jika pre elementary 2 adalah kelas yang paling hidup , di speak first B inilah kelas yang paling hangat. Saya benar - benar dibuat merasa telah menjadi bagian dari kelas ini. Bagaimana rasa kekeluargaan itu di bangun membuat kami dekat satu sama lain. Mr Niko said :" Ketika kalian melempar bola ke dinding maka bolanya akan balik ke kalian, begitu juga ketika kalian hanya say hello dengan orang maka dia juga akan cuma say hello tapi jika kalian melakukan lebih maka dia juga kan membalas lebih.". Saya rasa beliau sudah berhasil menerapkan itu di kelas kami, itu terlihat dari bagaimana pedulinya dia ke kita atupun sebaliknya. Ada satu waktu saat selesai kelas dia bicara personal dengan salah satu teman kami, terlepas dari apa isinya tapi yang jelas itu menunjukkan sebuah kepedulian. Begitu juga saya dengar hal senda dari cerita teman - teman, meskipun hanya tanya tentang kursusan tapi ketika dia memilih bertanya ke Mr. Niko itu artinya sudah ada ikatan baik yang menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang tepat untuk diminta pendapat. 

Di kelas selalu ada sesuatu yang baru, bukan hanya vocab baru tapi juga intermezzo baru. Pas hari keberapa saya lupa tapi yang jelas materinya tentang sifat. Kita disuruh menyebutkan 3 sifat positif dan 1 negatif, disitulah telihat kepedulian yang terbungkus dalam kata - kata yang bijak. Misalnya ada dari kami yang menyebutkan sifat negatifnya adalah unconfident. Feedback yang di berikan Mr. Niko adalah memotivasi bagaimana cara kita mengalahkan sifat itu. Semua di beri Feedback satu-satu sesuai dengan sifat negatifnya. Ini bukan tentang seberapa panjang nasihat yang diberikan , tapi seberapa ia peduli untuk kebaikanmu. Kemudian ada intermezzo lain , kita disuruh menggambar dengan komponen gunung, matahari, sungai, ular, rumah , pohon, dan sawah. Saya gambarnya di sela-sela jam istirahat , pas ada temen yang lihat dia bilang saya kurang kerjaan. Tapi pas saya jelaskan untuk apa gambar ini , malah besoknya dia nanya lagi tentang hasil dari gambar saya. Dari gambar itu, katanya bisa ditebak bagaimana emosi pembuatnya saat itu. He said :"Ima orangnya sangat terbuka dengan orang - orang baru , tapi sangat selektif untuk lebih dekat.". Ya kurang lebih itu benar, saya memang sangat senang kenal dengan orang - orang baru. Tapi tidak unruk lebih dekat karena saya cenderung introvert untuk urusan pribadi. Terakhir Intermezzo terseru ada semacam speak first award , jadi ada nominasi - nominasi mulai dari yang konyol sampai yang serius. Contohnya kayak nominasi aktor dan aktris terbaik pas drama, tapi ada juga award untuk juara kelas. Alhamdulillah walaupun bukan juara kelas tapi setidaknya menyabet best topic dan masuk nominasi lain. Hadiahnya bukan piala apalagi duit , tapi lembaran - lembaran kertas yang isinya idiom :D

Ada satu ucapan Mr. Niko yang paling ngena di saya, :"Belajarlah seperti air, dia tidak akan pernah membekas bahkan ketika ditusuk pedang." Jujur saya terlalu tertarik dengan kepribadiannya sampai kadang saya lupa dengan pelajarannya, ya itu terbukti dari betapa saya ingat apa yang dia katakan soal motivasi tapi pas suruh hapalan idiom saya cuma bisa 7 dari 20. Saya suka dengan orang yang dewasa, bijak, dan care. I mean suka dalam arti comfortable bukan suka yang terlalu jauh. Pas hari terakhir selesai foto - foto saya juga terkesan ketika Mr. Niko tanya apa saya tidak ingin ambil program yang lebih tinggi. Mungkin ini pertanyaan sederhana yang wajar ditanyakan, tapi nyatanya hanya beliau tutor yang tanya begitu dari kelas speaking yang saya ambil. Itulah yang namanya kepedulian, untuk peduli itu sederhana tapi bisa mengena. 

Terimakasih sudah meninggalkan kesan baik di hidup saya, see u on top Mr. Niko :D
Share:

saat hanya angin yang memisahkan kita

Rasa ini tentu menuntutku untuk ingin tahu bagaimana kabarmu sekarang. Tapi untuk bertanya itu tentu bukan tindakan yang tepat. Bukan aku mencoba tak peduli denganmu tapi justru ini caraku sangat peduli dengan kamu dan diriku sendiri. Biarkan aku memendam rinduku mengalir bermuara dalam doa - doa yang ku rangkai. Aku tidak ingin merusak apa yang sedang kau perjuangkan , maka dari itulah aku hanya berusaha mendokan kesuksesanmu tanpa harus mengirim sms menyemangatimu bahkan sampai mengingatkanmu sudah makan atau belum. 

Terkadang pertemuan memang sangat indah, tapi tidak bagi orang yang sedang menikam hatinya sendiri. Jauh sebelum kita dipertemukan dalam satu forum, aku terlebih dulu harus memenjarakan perasaanku dan juga memangkas habis kerinduan yang selama itu tumbuh subur. Bagaimana mungkin aku sanggup melakukan 2 hal yang tak bisa dipersatukan, satu sisi perasaan ini memenuhi beranda hatiku tapi disaat itu juga aku harus mengunci rapat hatiku supaya perasaan itu tak menjalar mengganggu ritme pikiranku. Ternyata aku tak sanggup mengusai hatiku ketika aku sedang dekat denganmu. Berada di dekatmu membuatku kesusahan untuk tidak menatap matamu. Bagaimana pula aku tidak mendengar setiap kata yang kau ucapkan ketika hanya angin yang memisahkan kita. Itulah kenapa saat jarak mulai hilang , justru aku berusaha memangilnya. Kamu tidak tahu bagaimana susahnya aku mengalihkan pembicaraan ketika kamu mulai bertanya hal personal. Mungkin keberhasilanku kabar baik bagimu, tapi aku justru takut itu menjadi ranjau. Ketika aku bercerita satu hal, itu seperti memancingmu untuk bertanya lebih banyak dan itu berarti aku harus berusaha menikam hatiku lebih lama lagi.

Untuk saat ini , aku lebih senang berada jauh darimu supaya aku lebih fokus mengusahakan kebaikan diriku dan begitu juga dengan kamu. Itu sebabnya aku menghindari komunikasi dengan kamu, jika satu waktu kita bertemu itu tandanya memang Allah yang merencakan. Saat ini aku tak perlu menghubungimu , biar saja doa yang menjadi penghubung kita. Itulah kenapa bahkan saat kamu berikan handphonemu padaku, sama sekali tidak ada niatku untuk menyimpan kontakmu. Biarkan semua berjalan apa adanya tanpa perlu aku dan kamu membuat sandiwara baru yang bukan Tuhan skenariokan.


Share:

Kost GPH 1 - kampung inggris

Periode kali ini saya memutuskan untuk full stay di kampung inggris, selain karena banyaknya program juga supaya saya lebih dekat dengan teman-teman. Pas daftar ke kresna dan lihat broaur di daffodil saya juga diantar muter-muter pare sama Kak Wul. Ya, dia aski surowono pare jadi sedikit banyak sudah diluar kepala soal pare. Dia paham banget tipe orang seperti apa saya , jadi dia benar-benar nunjukin semua wilayah kosan yang ada di pare dengan standar yang sudah saya tentukan. Tapi kayaknya standart aku terlalu susah dan terlalu easy judging dari out looking kos yang saya lihat. Akhirnya setelah lama muter-muter kqmpung inggris, aku memutuskan pulang karena belum ada yang memikat.

Besoknya aku balik lagi ke pare buat nyari kosan. Tapi saya sudah kontak temen saya yang disana, saya minta tolong cariin kosan yang sesuai dengan keinginan saya. Dia cerita soal satu kosan dan saya rasa itu paling mendekati yang saya mau. Sebenarnya tidak susah kok yang saya mau, kosan dekat peradaban , dekat mushola dan ada wifi. Akhirnya pagi-pagi jam 7 saya ke pare menuju kosan bernama Girl Peace House. Gph ada 4 cabang dengan lokasi beda-beda juga. Tapi saya cuma lihat GPH 1 dan 4. Dan akhirnya saya pilih GPH 1.

GPH 1 kosnya bareng sama rumah ibu kost, tepatnya ada di belakang rumah ibu kost. Jika bawa motor dimasukkan rumah tapi kalau sepeda parkir di depan rumah. Kita masuk lewat pintu samping jadi tidak keluar masuk lewat rumah ibu kost. Menurut saya kostnya nyaman, kamarnya ada 8 yang diberi nama jenis bunga-bunga. Dengan rekomendasi temen, saya pilih kamar nomer 4 yang ada di pojok.

Fasilitas dalam kamar ada spring bed atas bawah sesuai dengan kapasitas kamar untuk 2 orang. Disini sudah dilengkapi lemari kayu besar yang ada kacanya , wall fan , meja kecil , lampu tidur dan lampu utama. Kalau luasnya mungkin sekitar 2,5 × 3m , tapi ada kamar yang lebih kecil. Sedangkan fasilitas umum ada 2 kamar mandi , dapur dengan perabot lengkap meskipun ala kadarnya , galon minum , ember kecil tempat sabun, gantungan baju (hanger) , tempat cuci baju , tempat jemur , tempat wudhu , tempat sholat , setrika , tv bersama dan juga ada tempat duduk di teras kamar untuk menemui tamu.

GPH 1 dengan fasilitas sedemikian rupa setiap bulannya dipatok dengan harga 210 ribu atau 180 per 2 minggu dengan kapasitas 2 orang perkamar. Jika mau sendiri harganya tinggal dikalikan 2 , tapi ada tipe kamar lebih kecil dengan harga 380 ribu per bulan. Sepertinya semua harga di GPH 1 atau yang lain sama. Bagi saya pribadi dengan harga segitu cukup sepadan dengan yang saya dapat. Meskipun mungkin untuk ukuran kost (bukan camp) ini terbilang diatas rata-rata. Teman saya ada yang kostnya 2 minggu 60 ribu atau 120 ribu per bulan. Tapi kurang tau fasilitasnya seperti apa. Namun yang jelas ada harga pasti ada rupa, dari kapasitas kamarnya saja beda karena di temen saya itu diisi 3 orang. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget anda.

Saya cerita sedikit GPH 4, fasilitas kamarnya saya kira sama. Namun karena ini benar-benar di desain untuk kosan jadi sedikit berbeda penempatan fasilitas dan beberapa fasilitasnya saja. Jadi disini dalam bangunan sebut saja persegi , kamarnya ada dipinggir - pinggir yang tengahnya digunakan untuk parkiran. Sedangkan kamar mandi ada di pojokan dan tempat jemur ada di lantai 2. Pada bagian tengah atau atap parkiran terbuat dari kanopi. Sedangakan fasilitas yang lain seperti tv bersama saya kurang tau ada atau tidaknya. Disini yang mengunci pintu adalah penghuni kost sendiri , beda dengan GPH 1 yang dikunci ibu kost.

Lokasi GPH 1 terletak di jalan mawar, rumah pagar hijau sebelah utara mahesa institut. Disitu ada papan namanya dan di dekat pintu ada brosur yang boleh diambil. Jika mau lihat GPH yang lain, silakan datang kesitu dulu supaya nanti lihatnya bisa diantar sama ibu kost. Sedangkan untuk kursusan yang dekat dengan GPH 1 ini adalah Mahesa , aladin dan access. Tapi sebenarnya tidak masalah sejauh-sejauhnya tempat kursus kamu masih terjangkau dengan ontel kok. Setiap hari saya GPH 1 - Kresna - daffodils juga enjoy aja. Saya bisa aja sih kost dekat kresna atau daffodils tapi tidak sesuai dengan yang saya cari yaitu dekat peradaban dan dekat mushola.

Share:

Sunday, 24 August 2014

The most cheerful class

Ini kelas yang paling saya sayang dari 5 program yang saya ambil. Pre elementary speaking 2 adalah satu dari 4 kelas yang saya ambil di kresna. Sesuai dengan namanya , disini adalah kelas untuk pemula yang akan menuju elementary dan intermediate. Materinya sederhana, seperti daily activity , navigation , environment. dll. Saya mengambil jam 14.00 , tutornya adalah Mr. Ali yang asli dari pare. kesan pertama yang saya suka dari orang ini adalah warna bajunya yang sangat eye catching. Orangnya masih muda mungkin kisaran 25 tahun dan murah tersenyum. Caranya mengajar cukup santai yaitu dengan membiasakan kami mengulang semua vocab setiap hari. 

Ini kelas yang paling saya sukai dari semua kelas yang ada karena cuma dikelas ini saya bisa tertawa seolah - olah speaking tidak butuh grammar. Materi yang dipelajari tidak menuntut kami untuk berpikir keras dan tutornya pun juga mengikuti joke kami sehingga kelasnya selalu hidup. Ternyata ada faktor pendukung lain yang membuat kelas secepat itu klop. Ternyata sebagian besar cowok yang ada di kelas ini adalah komplotan dari Ayu Clean, ya meskipun pakai sandiwara untuk ngaku - ngaku camp di paman sam , albana , dll. Selain itu ada sandiwara lain yang mereka buat, mereka mengganti nama panggilan mereka. Misalnya, namanya Naufal Ramzy tapi dipanggilnya Agus. ya cuma itu saja yang paling parah, yang lain cuma penggantian ringan misalnya dari nama depan jadi nama belakang. Dari komplotan mereka ada satu orang yang berasal dari Kediri juga, namanya Wildan. Pada first meeting dia panggil saya mbak dan saya pikir juga lebih tua saya, tapi kenyataan wajah itu menipu karena dia lahir di tahun yang sama dengan saya.

"What is your favorite food?" Wildan asked. Saya jawab meetball, kata dia itu terlalu bagus akhirnya dia memilihkan yang cocok untuk saya. So my favorite food is sego di pyur-pyuri uyah. Sedangkan wildan sendiri makanan favoritnya adalah kulup. Unluckyly, disini banyak orang luar jawa trus mereka tidak tahu apa itu kulup dan yang mengenaskan mereka nulis kulup seperti ini (CLUB). Ada satu lagi mas Adam dia favorite foodnya botokan. FYI, favorite food anak-anak yang lain seperti pizza, meatball, fried rice, dll. Jadi Agenda kita suruh mencari informasi dari temen-temen lalu kita memperkenalkan dia di depan kelas besoknya.

Hari ketiga suasana kelas sangat beda alias sepi. Ternyata sebagian besar dari komplotan ayu clean pindah kelas. Jadi puing - puing komplotan di kelas cuma tinggal mas Adam , Agus , Bro wira , Bli dui dan Dayat. Ya saya sih wajar kalau mereka pindah karena ternyata komplotan penghuni ayu clean adalah  member dari HEC 1. Saya bertahan di kelas ini karena saya suka suasana kelas yang selalu hidup,tapi ketika itu sudah tidak ada saya bingung bertahan atau pindah. For me, it is doesnt matter what the matterial is. As long as i'm happy, there is new knowledge although just how to spell or how to pronoun. Alasan itu membuat saya bertahan sampai selesai program. 

Exam pertama kita ujian vocab, caranya kita berpartner dengan temen kita lalu menyebutkan vocab yang kita hapal. Nah dari hari sebelumnya saya sudah kong kalikong sama Agus. Tapi ternyata yang masuk pas exam vocab jumlahnya ganjil, sehingga ada satu orang yang berpartner sama Tutor. Celakanya itu adalah saya, tapi karena materinya juga sederhana jadi sebagian besar vocab sudah tidak asing. Saya cuma miss satu vocab itupun saya bisa menyebutkan sinonimnya. Sedangkan ujian hari kedua adalah oral, kita cerita di depan kelas selama 10 menit dengan tema apa saja. ini cukup bikin saya stress karena hari itu ada 3 ujian speaking jadi saya bingung nyiapin yang mana. Alhamdulilah dengan persiapan seadanya saya puas dengan hasil yang saya dapat. Btw, pas ujian oral ini miris sekali. saya waktu itu datang sangat terlambat karena saya ikut makan siang bareng temen saya program lain. Ketika saya datang di kelas cuma ada 6 orang, sedangkan yang maju baru satu orang. Ternyata kelas baru aja di mulai karena dari tadi baru 3 member yang datang. 

Saya senang bisa kenal kalian semua temen-temen kelas pre elementary 2 , thanks Mr Ali , Thanks for all. See you on top guys :D
Share:

Saturday, 23 August 2014

My good looking Tutor

Speak first b the daffodils periode 10 agustus 2014. Dari sekian banyak tempat kursus saya memilih daffodils , lalu dari sekian banyak program saya pilih speak first dan dari sekian banyak jam saya pilih b jam 08.30 - 10.00. Memang tidak ada yang kebetulan , Tuhan punya rencana indah untuk saya. Saya senang bertemu teman - teman baru di kelas ini , tapi di posting yang ini special for my tutor only. 


Memang tidak banyak yang saya tahu tentang beliau karena cukup saya tau dia baik dan bagi saya cukup good looking. Saya ingin mendeskripsikan how handsome he is, tapi takutnya malah lebay. Jadi bisa langsung dilihat di foto yaa. Beliau sangat humble dan murah senyum. Terlebih lagi ketika dia senyum, ada 2 lesung pipi yang membaut kami merasakan aura positive sehingga ikut tersenyum. Seinget saya , beliau lebih sering pakai kemeja daripada kaos oblong. Ya entah itu aturan kantor atau memang his style, yang jelas dengan posturnya beliau selalu oke pakai apa saja.

Terlepas dari penampilan fisik yang sangat subjektif, I really love the way he teach , saya sangat suka orang yang bisa memperlakukan orang yang diajarnya seolah - oleh sebagai teman yang belajar sama-sama sehingga setidak bisanya saya tetap tidak pernah saya merasa i'm nothing. Kami di kelas bukan hanya belajar speaking , hapalin vocab , oh no it's so boring. Beliau sangat care dengan orang lain, itu terlihat dari bagaimana tutor saya selalu memberi motivasi tentang apa yang terasa menghambat kemajuan kami. Jika saya deskripsikan sifatnya yang saya tahu selama 2 minggu ini hampir tidak ada minusnya. Kalaupun ada , bagi saya sudah tertutup dengan kebaikannya.

Sebagai seorang tutor beliau bisa dikatakan cukup super sabar. Saya sadar benar orang-orang seperti saya mungkin cukup berisik dan kadang out of control. Unfortunately, di kelas ini bukan hanya saya yang super duper berkicau. Sampai ada satu waktu dimana kelas kami tidak bisa di kontrol tapi dia tidak emosi dan hanya berkata :" Saya kalau marah itu diam , tapi di kelas saya tidak mungkin diam. Saya bingung apa yang harus saya lakukan. Saya tidak pernah dendam pada orang lain, tapi hanya tidak suka kelakuannya."

Ada satu hal lagi yang menarik , good looking saja tidak cukup karena menurut saya pengetahuannya cukup luas. Beliau selalu bisa menghubungkan satu hal yang terjadi di kelas dengan kisah para tokoh ataupun juga kasih contoh penggunaan vocab dari lyric lagu. Saya senang sekali pernah berada di kelas ini , bukan hanya belajar bahasa inggris tapi juga belajar ilmu kehidupan.
Yesterday i'm nothing , now i'm something and tomorrow i'm everything.
Thank for all Mr Niko, keep inspiring and succes for you :D

Share: