When life give you a hundred reasons to cry, show life that you have a thousand reasons to smile.
Keep smiling, and one day life will get tired of upsetting you
When life give you a hundred reasons to cry, show life that you have a thousand reasons to smile.
Keep smiling, and one day life will get tired of upsetting you
Jauh sebelum saya membaca buku ini, kata-kata "daun yang jatuh tak pernah membenci angin" sudah saya kenal lewat status facebook Tere Liye yang seringkali memposting cuplikan kata-kata indah dari bukunya. Sudah bisa ditebak apa maksud kata tersebut, terima dan jalani saja apapun yang terjadi selayaknya daun yang membiarkan dirinya diterbangkan oleh angin.
Saya bingung bagaimana merangkai kalimat yang tepat supaya apa yang saya tulis tidak berujung curhatan (lagi). Hehe. Buku ini membahas tentang sebuah gadis kecil yang jatuh cinta pada seseorang lelaki berumur yang menjanjikan masa depan lebih baik untuknya dan keluarganya. Pembabakan pertama berisi perkenalan kehidupan gadis itu, selanjutnya bertemulah dia dengan lelaki dewasa yang ia sebut sebagai malaikat. Kemudian ceritanya berlanjut bagaimana lelaki itu memberikan banyak pengaruh bagi dia dan keluarganya. Semakin lama gadis itu menyadari bahwa perasaannya bukan sekedar kagum, bukan pula perasaan adik kakak. Sampai akhirnya dia mengerti bahwa dia telah jatuh cinta kepada lelaki bernama Kak Danar.
Menurut saya alur selanjutnya adalah bagian paling seru. Bagaimana mungkin gadis kecil berkepang 2 memiliki perasaan lebih kepada lelaki dewasa yang berbaik hati memberikan perubahan di hidupnya? Dia tak pernah tertarik dengan cowok lain di sekolahnya, justru sebaliknya dia sangat cemburu ketika melihat kak Danar dengan Pacarnya. Meskipun seharusnya dia bahagia melihat seseorang yang dia anggap kakak telah bertemu dengan wanita pilihannya. Benar saja, kak Danar memutuskan menikah dengan wanita yang bernama kak Ratna. Baik buruk itu relatif, kabar baik untuk orang lain tapi nyatanya begitu menyakitkan untuknya. Dia sibuk menata hatinya berusaha menghilangkan simpul harapan dan bersahabat dengan kenyataan. Hatinya masih bergejolak, sehingga dia memutuskan untuk tidak hadir di pernikahan mereka. Sampai berbulan-bulan ia tak menghubungi kak danar lagi begitupun sebaliknya, semakin jelas jarak diantara mereka.
Kak Ratna tiba-tiba memberikan kabar yang berbeda dari biasanya. Hubungannya dengan kak Danar memburuk, ia mencoba bicara tapi tak bisa. Ketika sudah bertanya, justru kak Danar bilang mereka baik-baik saja. Akhirnya kak Ratna memutuskan menenangkan diri ke rumah orang tuanya. Coba tebak bagaimana endingnya? Pada akhir cerita kita dibuat tegang ketika teka-teki perasaan Tania mulai terungkap. Kak danar menulis sebuah buka yang tidak pernah ada akhirnya, kamu tahu kenapa? Karena buku tersebut bercerita tentang perasaannya kepada Tania. Sekian lama Tania bungkam soal perasaannya, ternyata Kak Danar diam-diam juga memiliki perasaan yang sama kepada gadis kecil berkepang 2 yang kini tumbuh menjadi gadis cantik dan membanggakan. Meskipun mereka tetap tak bisa bersama tapi setidaknya mereka sudah saling tahu rasa yang selama ini mereka bungkus dalam hubungan kakak adik.
Bagi saya buku ini sangat menarik, tetapi lebih karena ada satu hal yang sangat saya jadikan pelajaran. Itulah mengapa saya takut terlalu banyak curhat menulisnya, tapi sepetinya tidak kan ya? ;).
![]() |
| Gerbang pasar Apung |
![]() |
| Pintu Masuk Museum Angkut |
![]() |
![]() |
| Foto pemandangan batu dari balkon |
![]() |
| menara pandang di lantai dua dengan ketinggian 850 dpl |
![]() |
| Gangster town |
![]() |
| zona batavia |
![]() |
| Zona istana buckingham |
Post ini adalah jeda dari post yang telah saya janjikan tentang mini touring ke museum angkut. Beberapa hari ini pikiran saya kemana-mana, galau (dikit) jadinya sedang tidak konsen nulis cerita perjalanan yang butuh konsentrasi lebih daripada apa yang sedang saya tulis ini.
Saya sedang dilematis oleh kata "good bye". Bagi saya ini menyakitkan sekali ketika saya harus mengucapkan itu kepada seseorang. Bagaimana mungkin kita mengucapkan selamat tinggal, padahal kebaikannya kan terus tumbuh mengikuti perjalanan hidup kita. Saya tak mungkin mengucapkan kata selamat tinggal kepadanya. Apakah mungkin saya bisa mengucapkan kata selamat tinggal kepada seseorang yang sekian lama telah menjadi pendengar yang sangat baik atas semua keluh kesahku. Orang mudah saja bilang:" ngapain kamu pikirin". Padahal mereka samasekali tidak tahu seberapa banyak semangat yang telah dia berikan, berapa banyak nasehat yang sudah dia berikan, terlebih lagi waktu yang sudah dia habiskan yang kadang hanya untuk mendengar cerita tidak pentingku. Kamu masih berpikir bilang "good bye" itu mudah?
Kamu mungkin berpikir saya sangat easy going, padahal sebenarnya saya sangat selektif dalam berteman. Oke memang saya sangat terbuka untuk mengenal orang baru, tapi tidak untuk lebih jauh. Ketika kita sudah ngobrol panjang lebar, ketawa ketiwi sampe ketemu tiap haripun belum tentu ada ikatan diantara kita. Itulah sebabnya saya takut sekali kehilangan seseorang ketika sudah merasakan ada kecocokan diantara kita. Mana mungkin kita bercerita masalah pribadi jika kita tidak benar-benar percaya pada seseorang. Percaya bukan hanya yakin dia tidak akan menyebarkannya, tapi dengan bercerita kepadanya kita juga yakin dia bisa memberikan solusi dan yang paling penting kita yakin bahwa dia cukup kuat untuk tidak merasa terbebani dengan cerita kita. Sering sekali terjadi orang yang dicurhati jadi ikut mikir masalah orang lain, padahal dia sendiri sedang ada masalah.
Terimakasih atas segalanya selama ini, meskipun kadang justru konflik yang merekatkan kita. Kesibukanmu membuatmu tak sempat menyapaku seperti biasa. Nyesek juga ketika kamu sudah menyempatkan menyapa orang duluan tapi dibalasnya lama dan hanya beberapa patah kata. Hingga aku terpikir untuk melakukan hal yang sama kepadamu. Tetapi aku berpikir untuk apa? Pada akhirnya itu hanya akan mempertegas jarak antara kita. Apakah adil aku mempermasalahkan itu? Sementara kamu sekalipun tidak pernah bertanya kenapa aku lama sekali membalas pesanmu. Keberadaan saya disini untuk mendukungmu, bukan memperlambat kesuksesanmu. Jika saya lupa akan hal itu, ingatkan aku :)
Intinya tulisan ini adalah aku dan kamu sahabat :D