Wednesday, 1 March 2017

Doakan yang terbaik saja dulu

Sekarang saya sedang dalam fase transisi di perjalanan kehidupan saya. Mungkin sama seperti yang lainnya, kehidupan paska wisuda tidak lagi sebatas selebrasi semata. Sebab, rencana kehidupan kita yang sesungguhnya harus dijalani pada momen ini. Pada usia ini, sering kali kita dianggap sudah siap untuk menjalani kehidupan sendiri. Setiap orang punya prioritas masing-masing jadi kalau berbeda ya boleh saja. Meskipun kadang realita tak selalu sama dengan rencana, sebab bagaimanapun semuanya kembali pada yang Maha Mengetahui.

Dalam momen seperti ini, kita butuh banyak berdamai dan kompromi dengan diri sendiri dan saya sedang melakukannya saat ini. Pikiran masih terus beradu dengan keinginan, sehingga belum ada satu keputusan yang begitu meyakinkan. Saya belum bisa ceritakan apa yang saya rencanakan, inginkan, atau bahkan yang sedang saya lakukan sekalipun. Bukan tidak ingin berdiskusi atau dinasehati, tapi izinkan saya mengabarkannya nanti ketika sudah pasti.

Jauh sebelum ini, saya sudah memutuskan untuk tidak posting mengenai skripsi saya di sosial media. Semua hanya saya lakukan pada mereka yang berkepentingan. Siapa yang berkepentingan? Ya nama-nama yang telah saya sebutkan di ucapan terima kasih skripsi saya. Sampai saya selesai sidang dan wisudapun semua masih seperti saya tutup-tutupi. Banyak alasan yang melatar belakangi dan tidak bisa saya ceritakan disini. Ketika orang bikin instastory, posting selebrasi, update setiap moment wisuda, saya memilih untuk mengurungkan. Meskipun pada akhirnya saya upload juga karena memang kebaya dan make up saya kontaknya dari IG, jadi ketika banyak yang bertanya hal itu langsung saya jelaskan semuanya di postingan tersebut.

Saya menangkap sekali kekagetan dari beberapa orang, yang memang seharusnya mereka saya beri tahu tapi saya memilih tidak melakukan itu. Tanpa bermaksud melupakan atau tidak mau berbagi kebahagaiaan, tapi izinkan saya memberi kejutan untuk kalian. Maafkan jika sampai hari ini, saya masih terus menutupi beberapa hal. Semuanya akan saya kabarkan pada waktu dan kesempatan yang tepat. Untuk sekarang doakan yang terbaik saja dulu ya. Saya juga sedang ingin belajar mengontrol diri untuk tidak publikasi masalah pribadi. Semoga Tuhan selalu melancarkan urusan kita semua. Aamiin ya Robbal alamin.

Tenang saja, pada akhirnya pertanyaan rencana selanjutnya apa, kapan nikah, kerja dimana, kegiatan sekarang ngapain aja, dll akan terjawab pada waktunya. Sekarang doakan yang terbaik dulu saja ya.

Share:

Saturday, 25 February 2017

Lelaki baik itu tidak datang dua kali, let's prepare

Tiba-tiba saya seperti mendapat aba-aba balik kanan alias putar haluan. Beberapa rencana sedikit saya rubah demi penyesuaian dengan "masa depan". Kenapa harus dirubah? ya hidup itu dinamis, kita belajar dan bertemu orang setiap waktu, sehingga sangat mungkin juga pola pikir kita bisa berubah setiap waktu. Lalu apa "masa depan" yang saya maksud?

Jauh sebelum ini, saya mungkin seperti kebanyakan orang pada umumnya, bercita-cita jadi eksekutif muda di gedung bertingkat dengan mobil mengkilat dan bergaul dengan para ekspatriat. Sampai akhirnya saya belajar banyak hal dari setiap kejadian yang saya alami di hidup saya. Bahkan mungkin ada tulisan terdahulu yang sedikit bertolak belakang dengan apa yang saya tuliskan hari ini. Ya biarlah itu menjadi bukti bahwa saya berkembang dari hari ke hari. Tapi ini terlalu rumit untuk saya jelaskan disini dan mungkin memang tidak perlu juga. Sebab sekeras apapun saya berusaha menjelaskan, bagaimanapun pengalaman dan latar belakang kita yang berbeda akan membuat kesan yang berbeda.

Tuntas tugas saya sebagai mahasiswa sarjana di UI, saya memutuskan kembali ke Kediri. Dari awal memang saya tidak ingin menetap di Depok atau Jakarta, tapi bukan berarti juga saya akan kembali secepat ini. Dulu saya berpikir untuk bertahan sebentar satu atau dua tahun berkarir di Ibu Kota. Tapi belakangan rencana itu saya urungkan dengan berbagai pertimbangan. Ada hal yang yang perlu saya persiapkan, prioritaskan dan perjuangkan. Itulah "masa depan" saya.

Mungkin akan menjadi sebuah pertanyaan tentang "masa depan" yang saya tuliskan. Sebagai seorang muslimah, salah satu kewajiban saya adalah menunaikan ibadah yang menjadi penyempurna separuh agama saya. Terlebih lagi saya terlalu rapuh untuk menghindari dosa dan maksiat. Di waktu bersamaan, perjalanan saya sejauh ini membawa saya pada seseorang yang bersamanya kini kenyakinan itu semakin tumbuh. Saya mengenalnya sudah sejak lama, jauh sebelum keyakinan itu ada. Tapi sejauh ini kami tidak perlu ada ikatan apa-apa. Cara saya menjaganya kini adalah dengan menjaga diri saya sendiri, dan saya harap sebaliknya. Jika nanti satu nama itu tetap dia, akan saya ceritakan di postingan selanjutnya bagaimana perjalanan yang membawa kami bersama dalam satu ikatan rasa.

Meskipun sekarang keyakinan itu belum berarti apa-apa, tapi entah dengan dia atau siapa, yang jelas segalanya perlu saya persiapkan jauh sebelum waktu itu tiba. Entah cepat atau lambat waktu itu pasti akan segera tiba, lalu apa yang membuat saya bisa menunda mempersiapkan segalanya. Termasuk menyiapkan diri saya untuk "dimilikinya" sepenuhnya.

Dari Aisyah r.a, ia berkata, saya berkata kepada Rasulullah SAW,"Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling besar haknya kepada seorang perempuan/istri? Beliau menjawab,"Suaminya". Aku berkata,"Dan siapakah manusia yang paling berhak terhadap seorang laki-laki/suami? Beliau menjawab,"Ibunya." (Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i, Al-Hakim, dan Imam Al-Bazzar)

 Jadi, sejak dini saya sudah mulai menyiapkan jika pada akhirnya ada orang yang lebih berhak atas diri saya. Keputusan yang saya ambil kini tidak mungkin jauh dari hal itu. Saya orang yang sangat terencana, terlebih lagi untuk urusan "sepanjang masa". Contohnya begini, bisa saja sekarang saya berkarir dulu di ibu kota sebagaimana yang saya rencanakan terdahulu. Tetapi pertanyaannya, apakah ada yang menjamin saya bisa dengan mudah meninggalkan posisi, gaji dan kenyamanan yang sudah punya ketika waktu itu benar-benar tiba?. Sementara, memulai segalanya dari awal lagi mencari pekerjaan sana-sini mungkin juga sedikit melelahkan. Jadi alangkah baiknya dari sekarang saya sudah menyiapkan bagaimana bisa seimbang antara "keinginan" saya sekarang dengan kewajiban saya nanti. Lelaki baik itu tidak datang dua kali, sudah sepantasnya saya bersiap menyambutnya sejak dini. Semoga kamu juga sedang melakukan hal yang sama ya :) 
Share:

Wednesday, 1 February 2017

SKRIPSI, done! (Tips)

Pada postingan sebelumnya mengenai skripsi, saya sempat mengatakan untuk memberikan tips. Jadi pada tulisan ini, khusus akan saya bahas mengenai 2 tips yang saya janjikan itu. Tips ini versi saya, jadi belum tentu bisa berlaku untuk semua ya :)

TIPS MENGERJAKAN SKRIPSI DENGAN CEPAT

  • Semua dimulai dari niat dan tujuan kita di awal, ini yang harus kita rumuskan di awal. Sebab kalau tidak, skripsi itu sangat melenakan. Kalau niatnya sudah bulat, setidaknya akan lebih terjaga. Kalau mau selesai dalam 1 semester ya selalu tanamkan, satu semester satu semester. 
  • Be realistis! ingin berkontribusi dengan meneliti sesuatu yang belum pernah ada itu boleh-boleh saja. Tapi sebaiknya pertimbangkan perjalanan ke depannya, apakah ada akses ke sumber data dan sejauh apa data itu bisa kita peroleh. Saran saya, pilih topik yang sederhana yang sesuai dengan minat dan kapasitas kita saja. Mengangkat masalah mikro tapi dengan data yang mumpuni dan analisa tajam tentu akan menjadi karya yang sangat menarik. 
  • Pilih topik yang kira-kira bisa diteliti dengan metode yang lebih kamu sukai. Metode kuantitatif dan kualitatif itu sangat berbeda, masing-masing tentu punya tantangan sendiri. Kalau kamu suka kebebasan berpikir dan tantangan ya pilih kuali, Kalau suka membuktikan dengan perhitungan angka, ya pilih kuantitatif. Bagi saya pribadi kuantitatif lebih cocok untuk saya, sebab adanya perhitungan angka membuat penelitian saya hasilnya lebih pasti, bukan sebatas asumsi yang masih bisa di debat sana-sini. Secara pengumpulan data juga lebih mudah, karena saya bisa pakai kuesioner online. Pengolahannya dibantu aplikasi SPSS jadi tugas peneliti menjelaskan angka itu dengan fakta dan teori. 
  • Pilih topik yang sudah pernah diteliti, namun lihat dari sudut pandang berbeda. Ini agak tricky sebenarnya, tapi dari pengalaman saya cukup membantu. Skripsi saya tentang media dan reputasi, tentu sudah ada yang membahas yang bisa jadi referensi. Tapi harus ada pembaruan yang membedakan penelitian kita dengan sebelumnya, pembaruan itu misalnya ya dari objeknya, sudut pandangnya atau dari studi kasusnya. 
  • Keep Contact! kontak dengan dosen pembimbing dan dengan skripsi kamu sendiri. Kalau tidak bertemu setidaknya kirim email atau apa yang intinya mengabarkan kalau kita terus berjalan dan berprogres. jangan sampai, kita datang pas sudah mau deadline. Karena bagaimanapu kita juga butuh arahan dan persetujuan dosen. Kemudian, selalu usahakan juga membuka skripsi kalau bisa setiap hari, walaupun cuma nambah satu paragraf, edit halaman, bahkan benerin typo sekalipun. Ini akan menjaga kita agar tidak menunda-nunda, karena sekali menunda bisa tau-tau sudah mau deadline.  
  • Rajin-rajin kontak dengan teman yang lagi skripsi juga, biar bisa saling mengingatkan, menguatkan dan mendoakan. haha. 

TIPS MENGOLAH DATA PAKAI SPSS DENGAN CEPAT
  • Langkah pertama, lihat-lihat aja dulu spss itu ada apa. Browsing-browsing dulu cara input di spss. 
  • Kalau sudah tulis variabel view, selanjutnya tinggal input data. Nah kalau mau cepat, kita tulis datanya dulu di excel rubah jadi angka semua, lalu tinggal paste ke spss. Kalau pakai kuesioner online akan lebih cepat lagi, karena sudah ada rekapnya, tinggal kita rubah jadi angka dengan rumus IF di excel. 
  • Kalau sudah selesai input, segera tampilkan output pengujian yang dibutuhkan. Rajin-rajin browsing cara pengujian dengan spss, karena biasanya suka beda cara. Kalau bisa pahami betul kenapa harus menggunakan cara itu dan rujukannya siapa. 
  • Pada spss itu hanya alat yang hanya mengikuti instruksi kita. SPSS akan selalu menampilkan mau benar atau salah pengujian kita, jadi tugas kita adalah memastikan bahwa pengujian yang kita lakukan sudah benar dan bisa diterima secara metode. Misalnya tidak semua penelitian bisa di regresi secara metode, namun spss tugasnya hanya menghitung kan, jadi kalaupun kita klik regresi juga tetap bisa keluar hasilnya. 
  • Cukup uji dan baca yang kita butuhkan, fokus saja. Bagaimana cara membacanya? rajin-rajin browsing dan baca buku.
Share:

Tuesday, 31 January 2017

Surat cinta untuk Jogja



Terimakasih telah melengkapi kenangan di setiap perjalanan
Terimakasih untuk segala keindahanmu yang tersuguhkan
Terimakasih telah memberi kenyamanan pada langkah yang tak bertuan
Terimakasih atas keramahan yang selalu menyapa di persinggahan
Banyak cerita yang mungkin tak akan terlupakan
Tentang cinta dan kerinduan
Tentang kebahagiaan dan kesedihan
Tentang pertemuan dan perpisahan
Tentang kebersamaan dan kesendirian
Tentang janji dan pengorbanan
Tentang kenangan dan pembelajaran


Selalu ada yang tertinggal di sudut kota ini
Hingga aku tak pernah pergi dengan hati yang utuh kembali
Bersama senja yang berlalu, ku benamkan masa lalu itu pergi
lantas aku kembali seiring sinar matahari yang kian meninggi
Bersama pagi yang memberi harapan baru, ku langkahkan kaki
Suatu ketika, aku berjanji mengajak serta orang2 yang ku cintai
Jogja bukan hanya lagi soal wisata, tapi ada ikatan hati disini
Aku akan kembali, mengenalkan kota ini pada teman hidupku nanti
Tetaplah istimewa, supaya dia merasakan ap yang ku rasakan kini
Hingga dia menemukan jawaban sendiri kenapa aku selalu kembali
Sampai bertemu lagi, entah kapan waktunya


Salam,
dari Depok untuk Jogja
4 Desember 2016

Share:

Monday, 30 January 2017

SKRIPSI, done! (Part 3)

Setelah part 2 membahas mengenai prosesnya, sekarang kita bahas pengumpulan SKRIPSI di UI ya :)
  • Apa saja yang dikumpulkan?
Pada deadline pengumpulan tugas akhir siap uji kita mengumpulkan 4 bendel hard copy karya akhir. Nantinya itu akan digunakan untuk keperluan sidang dan pada akhirnya dikembalikan lagi ke kita. Belum hard cover, jadi jilid biasa aja. Print juga biasa aja, gak usah bagus-bagus dulu.
  • Skripsi yang dikumpulkan bentuknya gimana? 
Sebenarnya saya tidak menemukan aturan mengenai pengumpulan skripsi siap uji di UI, jadi mungkin sebenarnya belum ada aturan detail formatnya. Tapi kalau saya kemarin sudah benar-benar lengkap mulai dari sampul, judul, kata pengantar, sampai lampiran. Format segala macamnya juga sudah saya sesuaikan dengan SK Rektor UI tahun 2008 mengenai tugas akhir. Sengaja seperti itu, nanti ketika revisi habis sidang biar gak pusing format lagi. Tapi sebenarnya tidak ada ketentuan seperti itu, boleh juga format disesuaikan belakangan.
  • Sidangnya bagaimana? 
Sidang ya begitu, serem-serem seneng. Setiap orang akan memaknai dengan berbeda, tapi karena saya orangnya positive thinking jadi saya sih bersyukur, alhamdulilah lancar semuanya. Baik-baik saja semuanya, Alhamdulillah Allah permudah dan lancarkan semuanya. Tim sidangnya juga baik, terimakasih mbak Hendri (ketua sidang), Mbak Vida Parady (penguji), dan Mas Teguh (dosen pembimbing).

  • Kalau di UI, skripsi yang dikumpulkan formatnya apa saja, kemana dan jumlahnya berapa?
Formatnya ada 2, yakni hard copy dan soft copy. Kemana dan berapa?
1. Ke Sekre Kom UI: 1 buah soft copy dalam bentuk CD 
2. Ke MBRC : 1 buah soft copy dalam bentuk CD dan 1 buah Hard copy
3. Ke Perpusat: Soft copy upload UIANA dan 1 buah hard copy. Di UIANA kita juga harus menyertakan naskah ringkas. Ketentuannya lengkapnya ada di prosedur pengumpulan dan pengunggahan dari perpusat ya. 
*Jangan lupa CD harus ditempel sticker berisi judul, nama dan ttd dosen pembimbing dan dimasukkan dalam mika ya. Ini ada aturan detailnya juga, nanti bisa dibaca sendiri ya di SK Rektor atau prosedur pengumpulan aku agak lupa. 
  • Proses atau alur pengumpulannya bagaimana? 
Jadi setelah sidang, kita juga harus siapkan beberapa berkas yang dikumpulkan bareng pengumpulan skripsi hard cover. Selengkapnya bisa dilihat di PSDK.UI.AC.ID aja itu sudah lumayan jelas. Mungkin yang perlu saya share justru alur pengumpulannya bair gak pada bingung, jadi pas ngumpulin tinggal naruh-naruh dan beres. hehe.
1. Pada deadline pengumpulan, kita harus mengumpulkan ke sekre kom dan MBRC. Perpus bisa belakangan, gak harus hari itu. Jadi yang harus dipersiapkan, berkas-berkas, 2 CD dan 1 hard cover. 
2. Pertama ke sekre kom dulu, menyerahkan semua berkas dan 1 buah CD. Kalau sudah lengkap berkas kita, maka sekre akan memberi cap dan tanda tangani form penerimaan. 
3. Lalu, ke MBRC bawa tugas akhir (CD dan Hard cover) serta form penerimaan dari sekre tadi. Sebaiknya sambil jalan bisa langsung foto copy form itu sebanyak 3x supaya gak bolak-balik pas sampai mbrc. 
4. Di MBRC pertama di cek dulu kelengkapan karya dan formnya. Kalau formnya belum di foto copy ya suruh foto copy dulu. Kalau sudah bisa langsung ke pengecekan CD. Jadi satu persatu petugas akan memastikan isi CD, jadi kita harus buka dulu  di komputer-komputer mbrc dan dicek oleh petugasnya. Kalau sudah akan ditanda tangani oleh petugasnya. Selanjutnya, kita diarahkan naik ke lantai 3 untuk mengumpulkan CD dan hard copy itu. Disini semua form yang kita bawa tadi akan dicap dan ditanda tangani petugas, 1 Form ditinggal, 1 untuk di serahkan ke jurusan dan 1 untuk arsip kita. Jika membawa sumbangan buku, sila serahkan di lantai satu tempat pengecekan kelengkapan tadi. 
5. Balik lagi ke sekre kom, jadi form penyerahan yang sudah di tanda tangani oleh petugas sekre kom dan MBRC harus diserahkan lagi ke sekre sebagai syarat kelengkapan berkas pengajuan ijazah. 
6. Berkas lengkap dan selesai :) 

  • Pengumpulan Skripsi ke Perpusat UI
Setelah beres dengan jurusan dan fakultas, kita juga harus mengumpulkan ke Perpusat UI. Jadi sebelum kita menyerahkan hard copy, harus terlebih dahulu upload ke UIANA. Jadi kurang lebih alurnya adalah upload > nunggu verifikasi > status sudah diterima > mengumpulkan hard cover ke perpus > di cek pengunggahannya > kalau oke, dikasih form (manual) bukti penyerahan tugas akhir. Form tersebut tidak perlu diserahkan ke program tapi harus kita simpan untuk nanti ambil ijazah.

  • Cetak hard cover skripsi dan buat CD dimana? 
Sebenarnya tempat cetak hard cover di dekat UI Depok banyak karena bisa dimana-mana, harganya juga relatif hampir sama. Misalnya, di foto copy yang deket kantor pos FISIP UI (25 ribu), di barel (sekitar 25-30 ribu), dan digital printing sepanjang jalan margonda (30-35 ribu). Harga itu hanya hard covernya ya, belum print isinya. Kalau saya kemarin print dan cetak hard cover di Burring. Harganya 35 ribu dan jadi dalam waktu 3 jam. Kalau harga sih standard, tapi waktunya ini lumayan cepat. Hard cover itu beda dengan jilid biasa yang bisa ditunggu, karena katanya kalau hard cover makan waktu harus nunggu lemnya kering dulu. Ada yang butuh waktu sehari, bahkan sampai 3 hari. Jadi 3 jam itu sudah lumayan cepat. Kalau untuk CD saya beli CD RW dan bikin stickernya di barel dengan harga satuan 15 ribu. Abangnya udah ngerti sih format stikernya harus mencantumkan apa dan bentuknya bagaimana.

  • Habis berapa cetak skripsi? 
Sebelumnya perlu saya informasikan bahwa skripsi saya dari halaman sampul sampai lampiran hanya 99 halaman, halaman yang cetak berwarna tidak lebih dari 10 seingat saya karena hanya screen shot twitter, diagram dan histogram saja. Sedangkan lampiran hanya kuesioner 4 halaman. Pada waktu pengumpulan skripsi siap uji, saya cetak di barel (yang jual pulsa, dekat pan cake durian), untuk 4 bendel skripsi saya habis sekitar 120 ribu. Sedangkan untuk cetak 3 hard cover, di buring, kira-kira saya habis 250 ribuan. Kok murah? ya 3 hard cover 105 ribu, sisanya untuk 99 halaman x 3 itu. Jangan lupa print bolak balik dan biar murah tidak semuanya dicetak digital, yang hitam putih di cetak di mesin foto copy sama mereka. Harganya print warna 2.800 perlembar dan 200 sekian untuk hitam putih. Penting banget, jangan lupa bilang ke operatornya cetak bolak-balik dan dikasih pembatas. Karena saya sempat ada insiden lupa bilang kalau dikasih akan pembatas, jadi operatornya gak atur dulu, nah pas mau disisipin pembatas malah gak pas karena awal bab ada yang dibalik halaman bab sebelumnya. Jadi ada beberapa halaman yang harus di print ulang, untungnya tidak ada halaman warna yang kena. :D


Share: